Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 99 TEMAN KAMPUS


__ADS_3

Suara adzan membangunkan tidur lelap ku. Hari ini adalah jadwal daftar ulang Ke kampus dan setidaknya aku bisa berkenalan dan mendapatkan teman baru hari ini. Aku berharap bisa bertemu dengan seseorang yang berhati baik.


Aku berjalan menuju Kampus, aku menikmati perjalanan hari ini dengan jalan kaki. Aku beruntung sekali karena memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bukankah itu adalah impian setiap anak yang terlahir dari keluarga menengah ke bawah seperti ku ini ???.


Untuk bisa masuk ke Dunia kampus seperti ini hanyalah untuk anak-anak mampu yang memiliki keluarga yang berkecukupan. Untuk kami yang berasal dari keluarga menengah kebawah, bisa kuliah adalah kesempatan yang luar biasa meskipun dibantu dengan program beasiswa.


Aku pun sampai Di fakultas Psikologi, aku segera mengurus administrasi untuk daftar ulang ku. Dan betapa kagetnya aku melihat laki-laki sombong dan pasangannya itu ada Di fakultas yang sama denganku. Mereka langsung saja mendekatiku.


" Sepertinya dunia ini sempit ya, ngapain sih lo ada disini, " Laki-laki sombong tersebut mendekatiku.


" Memangnya aku suka bertemu denganmu, " Jawab ku ketus.


" Ok, jangan bilang kalau Lo juga ambil jurusan psikologi ya anak kampung !!! "


" Kalau iya memangnya kenapa ???? Emang ada peraturannya ya hanya orang kaya saja yang boleh ambil jurusan psikologi ??? "


" Hahahaha, mana pantes anak kampung sepertimu ini jadi Psikolog !!!! "


" Kenapa sih kamu kayak benci banget sama aku, salah aku apa ???? "


" Karena gue benci dengan kemiskinan dan anak kampung sepertimu !!! "


" Aneh ya, setahuku orang yang mau kuliah di jurusan Psikologi adalah orang-orang yang memiliki hati yang peka akan orang lain, peduli dengan orang lain dan memiliki sifat sosialisme yang tinggi. Apa jadinya kalau orang seperti mu menjadi psikolog !!!! " Aku mulai memberanikan diriku.


" Suka-suka gue dong, oiya biar Lo gak penasaran sama gue kenalin nama gue Bryant, Bryant Kevvin Darrent Dirgantara. "


" Gak nanya, " Jawab ku sambil terus berjalan.


" Dasar sudah miskin sok sombong, lihat saja gue akan buat perhitungan sama lo. Oiya sekalian kenalin juga ini cewek gue Cassandra !!!! "


Aku abaikan saja ancamannya, dan aku memang tidak mau berurusan dengan orang-orang sepertinya. Aku terus berjalan hingga pada akhirnya seseorang menabrak ku, pertemuan yang tidak disengaja ini membuat kami bisa saling mengenal untuk menjadi teman yang baik.


" Maaf ya aku tidak sengaja menabrak mu. "


" Iya tidak apa-apa kok, " Jawab ku.


" Iya aku ingin cepat-cepat mengurus masalah administrasi daftar ulangnya jadi aku lari-lari. "


" Iya gak apa-apa kok, calon mahasiswa psikologi juga kan ?? " Dengan ramah aku mencoba mengajak seseorang untuk berkenalan.

__ADS_1


" Iya, aku ambil jurusan psikologi. "


" Kenalin nama aku Rissa, nama kamu siapa ??? "


" Namaku Erika, panggil saja Rika. Bukankah nama kita hampir sama ya ??? "


" Iya jawabku. "


" Ya sudah agar kita semakin akrab, ke kantin kampus yuk aku traktir deh. "


" Oh gak, gak perlu Rik. Biar aku bayar sendiri nanti. Gak usah repot-repot. "


" Gak apa-apa lah, sekali-kali gak apa-apa kan ???. Biar kita semakin akrab. "


" Beneran gak apa-apa Rik ???. Masak baru kenal aku mau saja kamu traktir sih ??? "


" Iya, tapi aku urus administrasi daftar ulang aku dulu ya Riss. "


" Ok Rik, aku tunggu di bangku sebelah sana ya. "


" Ok. "


Aku senang sekali akhirnya aku memiliki Teman Baru juga, semoga kami cocok. Sambil menunggu Rika mengurus masalah administrasi daftar ulang aku duduk sambil melihat-lihat handphone ku.


" Riss, aku boleh tanya gak sama kamu ??? "


" Tanya saja Erika, mau tanya apa sih. "


" Kamu bukan asli Surabaya ya ???? "


" Bukan Rik, aku anak kampung Rik. Beda banget ya sama kamu.


" Sama saja kok Riss, jangan ngomongin status sosial lah ya. Karena semua saja kok di hadapan Tuhan. "


" Makasih ya Erika kamu mau berteman denganku, aku kira aku gak bakalan punya teman dengan keadaanku yang seperti ini. "


" Memangnya kenapa Riss ??? "


" Ya gak sih, aku ketemu cowok yang sombong banget. Dan dia ngatain aku anak kampung. Tapi aku sadar sih aku siapa. "

__ADS_1


" Udah biarin saja, gak usah dipikirin. Kamu jauh-jauh kesini karena untuk kuliah kan ??? "


" Iya Rik, begitu panjang perjuanganku untuk bisa sampai disini. Begitu banyak air mata yang keluar untuk membuatku bisa sampai disini. "


" Dalem banget sepertinya cerita hidupmu ya Riss. "


" Iya Rik, karena disaat aku harus menggapai cita-citaku ini disaat itu pula aku kehilangan orang yang sangat aku cintai. "


" Maksudnya dia selingkuh atau pergi kemana ??? "


" Meninggal. "


" Apa ???????????. Ya Tuhan tragis banget hidup kamu Riss. Beneran deh kayak di film-film deh. "


" Dia adalah sahabatku yang sangat peduli dan mencintaiku Rik, namun aku baru bisa mencintainya saat dia meninggalkanku untuk selama-lamanya itu Rik. Bahkan aku hampir saja kehilangan semangatku untuk kuliah disini Rik. "


" Beneran kisah hidupmu sedih banget Riss, kalau misal dijadikan film pasti bagus banget deh. "


" Apaan sih kamu Rik, ngeledek ya ??? "


" Gak Riss, beneran. Tapi apa ya enaknya judulnya ??? "


" Kupu-Kupu Tak Bersayap, " Jawabku mantap.


" Eh judulnya sumpah bagus banget Lo. Dapat ide darimana kamu tu ??? "


" Karena impian dan cita-citaku ingin sekali menjadi Kupu-Kupu Tak Bersayap Rik. "


" Amin, semoga impian dan cita-cita kamu terwujud ya. Aku doain yang terbaik buat kamu, teman baruku. "


" Makasih ya Erika, aku senang banget bisa memiliki teman sepertimu. "


" Sama Rissa, aku juga senang bisa kenal denganmu. "


Kami pun menikmati hidangan yang sudah kami pesan, dan kami tersenyum satu sama lain. Lalu tidak sengaja aku melihat Erika mengeluarkan handphone nya, dan aku bisa menerka-nerka kalau Erika ini adalah anak orang menengah keatas. Dan aku minder mau mengeluarkan handphone jadul ku.


" Minta nomornya dong Riss, biar enak kalau nanti aku hubungi kamu. Gak apa-apa kan ??? "


" Iya gak apa-apa lah Riss, aku juga biar enak kalau hubungi kamu nanti. "

__ADS_1


Sebenarnya aku berharap memiliki teman yang selevel denganku, seorang teman yang berasal dari background yang sama dengan ku. Namun aku sadar kalau tidak boleh berfikiran buruk pada Erika, mungkin saja dia berbeda dari yang lain.


Teman baru, aku berharap dia bisa menjadi sahabat sejati ku. Seorang sahabat yang selalu ada bersamaku di saat suka dan duka. Seorang sahabat yang selalu merangkul ku di kala aku terpuruk dan membutuhkan sosok sahabat, seperti yang pernah dilakukan Farrell padaku. Semoga saja semua itu ada pada diri Erika...


__ADS_2