
Hari ini adalah pertama kalinya bagiku memakai seragam abu-abu. Aku bersemangat sekali bersekolah hari ini. Aku sengaja berangkat sendiri tanpa menunggu jemputan Farrel.
" Aduh, " Aku terjatuh karena seseorang menabrakku.
" Maaf, kamu gak apa-apa kan. Aku gak sengaja karena aku buru-buru. "
Seseorang menabrakku kalau di lihat dari penampilannya, sepertinya dia kakak kelasku.
" Iya gak apa-apa. "
" Kamu murid baru ya. "
" Iya aku kelas 1 kak, kakak pasti kelas 2 kan ??? "
" Iya aku kelas 2. "
" Kenalin namaku Steffan, nama kamu siapa ??? "
" Rissa kak Steffan. "
" Kamu kelas 1 apa ?? "
" 1 B kak "
" Berarti kemarin pas MOS yang ngajar Morgan ya ?? "
" Iya kak, kakak kenal ?? "
" Iya. "
" Iya sudah kak, aku mau ke kelas dulu ya. "
" Iya Rissa. "
Tiba-tiba Farrel emosi karena aku tidak mau berangkat Ke sekolah dengannya hari ini.
" Riss,, tega banget sih ninggalin aku. Aku sampai tunggu kamu bermenit-menit tahu gak. "
" Aduh apa sih datang-datang ngomel melulu kamu Rell. "
" Ya harusnya kamu bilang dong kalau mau berangkat duluan Riss. "
" Iya maaf. "
" Di telfon di-sms gak ada balasan, jangan kayak gini dong. Bilang saja kalau kamu sudah gak mau berangkat bareng aku, " Setelah meluapkan emosinya, Farrel marah dan pergi begitu saja.
" Farrel, " Aku berusaha memanggilnya dan minta maaf tapi dia pergi begitu saja.
Dari kejauhan Farrell tampak mengobrol dengan seseorang, seorang cewek yang juga sekolah di tempat kami.Tapi aku tidak mengenalnya, mungkin kenalannya atau mantannya.
Aku pun kembali masuk kelas. Saat bel masuk, Farrel masuk ke kelas dengan muka riang gembira.
" Rell, kamu masih marah ya sama aku ??? "
" Ngapain marah, kamu juga punya hak kok untuk itu. Lagian kita juga gak ada hubungan apa-apa. "
" Rell, kamu kenapa sih. Dingin banget sama aku. "
" Gak apa-apa. "
" Tadi kamu ngobrol sama siapa Rell ?? "
" Oh cewek tadi itu,, kamu mau tahu ?? "
" Iya Rell. "
__ADS_1
" Dia Carla, mantan cinta pertamaku, aku sudah lama tidak pernah ketemu dia. Dan akhirnya ketemu lagi disini. "
" Cinta pertama Di SMP ?? "
" Bukan, di SD. "
" Oh,, berarti beda SMP ya. "
" Iya. "
Sejak kejadian itu Farrel berubah, dia seperti menjaga jarak denganku. Aku tahu aku salah tapi kenapa Farrel semarah itu sama aku. Dia tidak pernah lagi menjemputku dan mengantarku pulang, tidak pernah lagi telfon atau SMS aku.
Di kelas pun dia hanya bicara padaku kalau perlu saja. Hingga suatu hari...
" Farrel" Jeritku dalam hati !!!! "
Aku melihatnya bersama cewek itu lagi, Carla mantan cinta pertamanya. Farrell mengantarnya pulang. Aku sebenarnya tidak ikhlas melihat Farrell bersama cewek lain, tapi aku sadar diri aku siapa. Aku tidak ada hubungan apa apa kecuali sebatas sahabat.
" Farrell, " Aku berusaha menegurnya.
" Iya ada apa. "
" Kamu mau pulang ?? "
" Iya aku mau mengantar Carla pulang. "
" Iya sudah, hati-hati. "
Tanpa menjawab, Farrell langsung pergi begitu saja tanpa melihatku.
" Kamu berubah Rell, kamu bukan seperti Farrel yang ku kenal, " Aku sedih sekali hari ini, aku pulang ke kosan dengan langkah gontai.
Aku menghitung uang di tabunganku, ternyata simpanan ku masih cukup. Tapi aku perlu bekerja lagi untuk kebutuhanku sehari-hari.
Sudah hampir semingguan aku libur di Laundry karena waktu itu aku ingin fokus ke kegiatan MOS ku. Akhirnya aku kembali bekerja karena aku bosan Di kosan sendiri. Aku mengambil kerja paruh waktu. Aku bekerja setelah pulang sekolah sampai malam. Begitulah rutinitas ku sehari hari.
Aku juga harus mewujudkan cita-citaku untuk bisa kuliah. Kuliah di jurusan Psikologi agar bisa menjadi seorang Psikolog.
Di kelas, aku menikmati hari-hariku dengan kesendirian. Aku gunakan waktu istirahat dengan terus belajar. Tapi hari itu entah di sengaja atau tidak Farrel mengajak Carla, mantan cinta pertamanya ke kelas kami. Karena aku takut mengganggu mereka jadi aku putuskan belajar Di perpustakaan. Disana aku bertemu dengan kak Steffan, ternyata dia kutu buku juga sama sepertiku.
" Hai kamu Rissa kan ?? "
" Iya kak Steffan. "
" Suka Ke perpustakaan juga ternyata. "
" Baru kali ini sih kak. "
" Aku suka kesini, apalagi kalau banyak tugas aku pasti ngerjain Di sini. "
" Kakak kok gak main atau nongkrong kayak anak- anak lainnya. "
" Gak Riss, aku punya tuntutan yang harus aku tepati. "
" Tuntutan apa kak. "
" Aku harus mempertahankan juara 1 ku. "
" Memangnya kenapa kak. "
" Aku ingin kuliah di salah satu Kampus terbaik Di Jakarta, karena kakakku juga kuliah Di sana. "
" Wah kakak hebat ya. "
" Soalnya keluarga kami memang lulusan sana. "
__ADS_1
" Aku juga ingin kuliah kak, tapi karena keadaan ekonomi aku hanya berharap dari beasiswa saja kak. "
" Jangan pernah patah semangat Riss, masih banyak jalan menuju cita-cita kita. "
" Iya kak, aku akan terus rajin belajar. "
" Satu pesan kakak buat kamu, kalau kamu bertemu orang-orang yang berusaha mematahkan semangatmu misal mengejekmu dengan mengatakan " Kutu Buku " jangan pernah mundur anggap saja mereka kerikil tajam yang harus kita abaikan. "
" Makasih nasehatnya kak Steffan. "
" Sama-sama Rissa. "
" Iya Kak. "
" Iya sudah ayo kita kembali Ke kelas karena sebentar lagi bel masuk. "
" Ayo Kak. "
Kita pun berjalan bersama menuju kelas masing- masing tapi anehnya kenapa kak Steffan malah mengikutiku.
" Kak Steffan bukannya kelas kakak disana, kenapa kok malah kakak menuju ke arah kelasku ??? "
" Gak apa-apa aku cuma mau memastikan kamu sampai kelas dengan selamat. "
"Kak steffan ada-ada aja sih memangnya aku mau perang makanya harus di pastikan dengan selamat, " Aku tersenyum geli dengan kelakuan kak Steffan.
" Ya gak sih ingin tahu kelas kamu saja. "
" Oh gitu Kak. "
" Iya. "
Sesampai Di depan kelas aku menunjukkan tempat dudukku dimana dan keseharianku mengikuti pelajaran.
Karena bel berbunyi terpaksa kami mengakhiri obrolan kita, dan kak Steffan pamit kembali Ke kelasnya.
Tanpa ku sadari Farrell melihat kami sejak tadi dari jendela kelas. Saat aku masuk kelas dan kembali duduk di bangku Farrel malah menuduhku yang bukan bukan.
" Ada hubungan apa kamu sama cowok itu. "
" Siapa. "
" Cowok yang barusan bareng kamu. "
" Maksudnya kak Steffan ???? "
" Iya mana aku tahu namanya. "
" Aku baru kenal dia di hari pertama masuk sekolah. "
" Oh. "
" Kenapa. "
" Hebat ya kamu udah bisa dapatkan yang lebih dari aku. "
" Maksudnya apa sih omonganmu barusan. "
" Iya lah kamu kan memang niat gak mau temenan lagi sama aku karena kamu mau cari yang lebih dari aku. Kamu berubah Riss, karena sekarang kamu merasa banyak yang suka sama kamu !!!!! "
" Aku makin gak ngerti omongan kamu Rell, awalnya kamu yang marah-marah gak jelas hanya gara-gara aku berangkat duluan ke sekolah tanpa nunggu kamu jemput. Sampai segitunya kamu marah sama aku !! "
" Ya harusnya kamu jangan kayak gitu. "
" Aku juga diam saja saat kamu dekat dengan Carla, aku harus gimana Rell. "
__ADS_1
Farrel diam dan tidak mau melanjutkan pembicaraan kami.. Entahlah apakah hubungan kami bisa membaik seperti sebelumnya..