Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 39 PERMINTAAN TERAHIR KAK STEFFAN


__ADS_3

" Riss, kamu bisa tolong kakak gak ??? "


" Apa Kak, selagi aku bisa pasti aku bantu Kak. "


" Anggap saja ini permintaan terakhir Kakak Riss. "


" Hussh !!!! Jangan ngomong gitu dong Kak. Kakak minta tolong apa Kak ???? "


" Sebelum Kakak meninggal ada satu permintaan Kakak, Kakak ingin minta maaf sama Morgan Riss. Kakak tahu sulit bagi Morgan memaafkan kesalahan Kakak. Tapi Kakak tidak mau membawa dosa ini sampai ajal menjemput Kakak Riss," Dengan terisak Kak Steffan memohon padaku. Aku pun tak kuasa menahan air mataku.


" Iya Kak, Rissa janji pasti bantu kakak. "


" Tapi tolong Riss jangan kamu kasih tahu penyakitku yang sebenarnya, karena aku tidak mau dikasihani. "


" Kak Morgan harus tahu kondisi Kakak yang sebenarnya Kak, setidaknya agar dia sadar untuk intropeksi diri Kak. "


" Jangan sejarang Riss, nanti akan ada saatnya dia tahu Riss. "


" Ya sudah kalau Kakak maunya seperti itu. "


" Ya Riss. "


" Ya sudah kalau gitu, Rissa mau pulang dulu ya Kak. "


" Kakak anterin ya ??? "


" Gak usah Kak, kebetulan aku masih mau mampir ke tempat kerjaku Kak. "


" Ok Riss. "


Sesampai Di tempat Laundry ternyata aku disuruh langsung kerja hari itu juga, dikarenakan sedang ramai sekali pelanggan yang datang untuk menggunakan jasa laundry kami.


Aku masih memikirkan apa yang terjadi dengan Kak Steffan. Laki-laki sehebat, sepintar, dan sebaik Kak Steffan sakit Kanker Darah.


Aku tahu benar dia pasti hancur saat ini dikarenakan cita-cita dan impiannya selama ini setinggi langit dan kini dia harus berjuang melawan penyakit Kankernya.


Pukul 21.00 WIB aku pun sampai Di kosan, tiba-tiba kulihat Kak Morgan menelfonku.


" Halo. "


" Hallo sayang, lagi apa ni... Mau bubuk ya. "


" Iya aku habis pulang kerja sayang. Kamu lagi apa ???? "


" Aku habis main futsal sama teman-temanku. "


" Oh gitu. "


" Eh Riss, barusan temen-temen lagi ngomongin Steffan Lo. "


" Ngomongin apa sayang ??? " Aku tampak was-was karena aku takut keceplosan.

__ADS_1


" Kata temen-temen Steffan sekarang kayak mayat hidup Lo, hahahaha kasian dia. Kurusan sekarang katanya. Soalnya Di sekolah aku juga jarang ketemu dia sih. "


" Terus kamu bahagia gitu dengan keadaan Kak Steffan sekarang ???? "


" Ya gak gitu sih sayang, aku cuma..... "


" Cuma apa ????. Cuma ingin bersenang senang di atas penderitaan orang lain gitu !!!! "


" Kok kamu jadi emosi kayak gini sih sayang, kan aneh jadinya kamu ini. "


" Ah sudahlah, pokok aku gak suka dengan sikap kamu yang kayak gini. Aku kecewa tau gak !!! "


" Kok kamu jadi perhatian gini sih sama anak kutu buku itu. "


" Ah sudahlah, " Aku matikan handphone ku dan melemparnya di kasur. Entah kenapa aku jadi emosi dengan sukap Kak Morgan.


Keesokan harinya aku berangkat sekolah tanpa menunggu di jemput Kak Morgan. Namun sebelumnya sudah aku SMS. Namun saat aku mau duduk Di kelas, ternyata teman-teman masih giliran piket untuk menyapu kelas.


Tampak ku lihat Kak Steffan berjalan Di depan kelasku.


" Kak Steffan. "


" Eh Rissa, ada apa Riss. "


" Gimana keadaan Kak Steffan sekarang ????? "


" Ya kepala kakak agak pusing Riss, yang penting gak boleh kecapekan Riss. "


Tanpa sengaja Kak Morgan melihat kami berdua dan tanpa basa basi dia langsung memukul Kak Steffan. Terjadilah perkelahian antara Kak Steffan dan Kak Morgan.


" Kak, sudah Kak. Sayang kamu salah paham. Aku tadi cuma nyapa Kak Steffan saja Kak. "


" Jadi ini alasan kamu gak nunggu aku jemput hanya gara-gara mau ketemuan dengan laki-laki ini ???!!!! "


" Apa maksud Kakak, aku gak sengaja ketemu Kak Steffan disini. "


" Kamu gak ngehargai aku sebagai pacar kamu tahu gak Riss, " Sorot mata Kak Morgan merah padam menatapku.


" Kak Morgan salah paham. Tadi Kak Steffan lewat sini makanya aku menyapa Kak Steffan tadi. "


" Alasan apa kamu nyapa dia ??? "


" Karena ada sesuatu yang ingin aku tanyakan. "


" Alasan apa?????? "


" Sudah Riss cukup jangan dilanjutkan lagi, " Kak Steffan mengakhiri semua ini dan langsung pergi begitu saja.


Sebenarnya aku kasihan dengan Kak Steffan, dia butuh seseorang sebagai teman curhat untuk menguatkan dirinya. Tapi aku tidak berdaya membantunya dikarenakan Kak Morgan tipe pencemburu makanya aku harus benar-benar menjaga sikapku.


" Riss, aku mohon sama kamu mulai sekarang jaga diri kamu. Jangan sembarangan bergaul dengan orang lain tanpa sepengetahuanku. "

__ADS_1


" Tapi aku juga butuh teman Kak. "


" Sudah aku sudah cukup buatmu, aku bisa jadi pacar kamu, sahabat kamu, teman kamu atau apalah !!!! "


" Kak Morgan jangan posesif sama aku, aku tidak suka di kekang Kak. "


" Aku kayak gini karena aku gak mau kehilangan kamu Rissa. Aku juga ingin melindungi kamu. Jadi kamu juga harus ngerti untuk menjaga jarak dengan orang lain. "


" Terserahlah sudah, " Aku pun masuk kelas tanpa pamit pada kak Morgan. Aku tidak suka dengan sikapnya yang posesif. Aku ingin menikmati hidupku tanpa di kekang.


Akhir-akhir ini aku dan Kak Morgan pun jadi sering betengkar, biasa lah namanya masih adaptasi dengan hubungan yang baru pasti mudah selisih paham.


Tapi aku sudah berjanji pada Kak Steffan untuk membantunya memperbaiki hubungannya dengan Kak Morgan. Karena hanya ini yang bisa aku lakukan untuk meringankan penderitaan Jak Steffan.


Dan kini aku masih berusaha berfikir memikirkan cara untuk mendamaikan keduanya.


Hingga pada jam pulang sekolah akhirnya aku menunggu Kak Morgan pulang. Aku menunggu agak lama, namun Kak Morgan belum juga muncul. Aku pun menuju kelas kak Morgan dan berusaha bertanya pada kakak kelas disana.


" Kak, maaf boleh tanya ?? "


" Iya kenapa ya dek ?? "


" Kak Morgan nya ada gak ya Kak ??? "


" Lho sudah pulang dari tadi dek. Pas tadi bel pulang berbunyi dia langsung pulang. "


" Oh gitu ya Kak, ya sudah makasih ya Kak. "


" Iya dek, sama-sama. "


Aku pun langsung menghubungi nomor telefon Kak Morgan, anehnya nomornya tidak aktif. Aku terus mencoba mengulanginya namun tetap tidak bisa di hubungi. Kenapa Kak Morgan begini, apa dia masih marah gara-gara kejadian tadi pagi ???.


Di tengah jalan aku bertemu dengan salah satu sahabat Kak Morgan.


" Kak, Kakak kan sahabatnya kak Morgan ya. Yang waktu itu kita makan makan bareng Di kantin sekolah ?? "


" Oiya Rissa ya ?? "


" Iya Kak aku Rissa, Kak Morgannya tadi pulang duluan ya Kak. "


" Iya Riss, dari tadi dia emosi banget. Bahkan yang ku dengar dia ingin bikin perhitungan dengan Steffan. Kamu kenal kan sama Steffan ??? "


" Iya Kak aku kenal Kak. "


" Gak tahu kenapa dia sangat emosi gitu sama Steffan. Dia kalau sudah marah pasti berulah Riss. "


" Berulah gimana ??? "


" Ya cari masalah gitu. "


" Astaghfirullah hal adzim. "

__ADS_1


Entahlah apa yang akan terjadi dengan Kak Morgan, aku pun juga tidak bisa menebak.


__ADS_2