Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 69 PORSI KEBAHAGIAAN


__ADS_3

Aku masih menangis dalam pelukan Farrell, dan Farrell juga masih terpukul karena baru tahu sekarang kalau aku sedang dalam masalah finansial.


" Maafkan aku Rell, " Aku memulai pembicaraan.


" Kenapa kamu menyembunyikan masalah mu ini dari ku Riss ???. Apa kamu sudah tidak mau menganggap ku sebagai sahabat mu lagi ???? "


" Bukan begitu maksud ku Rell, aku hanya tidak mau terus merepotkan mu Rell. "


Farrell mengusap air mataku, dan dia terus menangis di depanku.


" Hatiku sakit Riss, sangat sakit !!!!!!!. Kamu tahu kenapa Riss ?????? "


Aku terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa.


" Aku tidak tega dan tidak kuat melihatmu membawa dua karung berisi barang-barang rongsokan tadi Riss. Aku tidak bisa membayangkan kamu mencari barang-barang bekas tersebut mulai jam berapa sampai jam berapa hingga kamu bisa mendapatkan uang dari hasil menjadi pemulung. Kamu berteman dengan sampah-sampah di jalanan dan tempat sampah, sedangkan aku tidak tahu apa-apa. Tega kamu Ris menyembunyikan semua ini dariku. "


" Bukan maksud ku seperti itu Rell. ''


" Aku tidak malu melihatmu menjadi pemulung. Dan memang benar sekali kata-katamu kalau pemulung memang lebih bermartabat daripada menjadi sampah masyarakat dan aku setuju sekali. Tapi aku tidak suka caramu seperti ini Riss. "


" Maafkan aku Rell. "


" Bagaimanapun juga kita sudah lama bersahabat, apa salahnya sih kalau kamu butuh bantuan kamu menghubungiku. Aku pasti akan datang dan membantumu. "


" Iya Rell, tolong jangan marah padaku Rell. "


Farrell langsung pergi meninggalkanku. Aku kira dia akan pergi dan pulang Ke rumahnya. Justru aku takjub dibuatnya, Farrell memunguti barang-barang bekas yang berserakan di jalanan karena peristiwa hampir tabrakan tadi. Bahkan teman-temannya datang membantunya. Aku terharu Farrell dan teman-temannya berhati tulus tanpa punya perasaan malu dan gengsi.


Akhirnya Farrell membawa dua karung yang sudah berisi penuh tersebut dan mengikatnya diatas motornya.


" Rell, " Aku menghampiri Farrell.


" Tunjukkan padaku dimana tempat kamu menjualnya."


" Iya Rell. "


Akhirnya kami sampai juga Di tempat pengepul sampah. Setelah ditimbang aku mendapatkan uangnya.


" Aku harap ini adalah terakhir kalinya kamu menjadi pemulung. "


" Tapi Rell. "


" Untuk sementara waktu, mau tidak mau kamu harus menerima bantuanku. "


" Tapi aku tidak mau menerima bantuanmu dengan cuma-cuma Rell. "

__ADS_1


" Aku tahu, dan kata siapa kamu akan mendapatkan uang dariku dengan cuma-cuma ????? "


" Lalu ???? "


" Ganti nanti kalau kamu sukses. "


" Tapi Rell. "


" Jangan menolak atau aku akan marah dan meninggalkanmu. "


Aku dilema, di satu sisi aku adalah orang yang paling tidak bisa menerima bantuan dengan cuma-cuma dan di sisi lain aku tidak mau Farrell meninggalkanku. Tapi karena memang tidak bisa dipungkiri kalau aku memang sangat membutuhkan uang untuk bertahan hidup, akhirnya aku menerima bantuan Farrell.


" Suatu saat akan aku kembalikan uang itu Rell. "


" Iya aku tunggu. "


Akhirnya Farrell mengantarkan ku Di kosan. Farrel langsung pamit tapi dia menyuruhku untuk menunggunya Di depan kos.


" Ya sudah kamu tunggu Di sini sebentar. "


" Kamu mau kemana Rell ??? "


" Tunggu saja aku Di sini dan jangan kemana-mana. "


" Iya Rell. "


Tidak beberapa lama, aku melihat Farrell datang. Dia membawa dua bungkus nasi dan dua botol minuman dingin. Namun sebelumnya Farrell memberiku amplop yang berisi uang.


" Ini apa Rell ??? "


" Buka saja Riss. "


Aku membuka amplop tersebut dengan tangan gemetar. Ternyata uang senilai satu juta rupiah kini ada di tangan ku.


" Rell, apa ini tidak salah ???? "


" Salah dari apanya ???? "


" Apa ini tidak berlebihan ???? "


" Sudah pakai saja buat kebutuhanmu dan bayar Kosan. Jangan kawatir itu adalah uang halal dan uang tabunganku sendiri. "


" Terima kasih Rell. "


" Iya, tapi ingat ya jangan menjadi pemulung lagi. Aku tidak tega melihatmu seperti tadi. "

__ADS_1


" Iya Rell, aku janji. "


" Ya sudah ayo kita makan, kamu pasti belum makan kan ??? "


" Iya Rell. "


" Jangan kawatir, nanti kalau uangnya habis aku bisa pinjami kamu lagi. Jangan sungkan aku ini sahabatmu Riss. "


" Iya Rell. "


Aku memakan nasi bungkus yang dibelikan Farrell dengan menangis. Hingga membuat Farrell kawatir.


" Riss, kenapa kamu menangis ???? Apa ada kata-kata yang aku ucapkan tadi menyakiti hatimu ???????? "


" Tidak Rell, tidak sama sekali. "


" Lalu kenapa kamu menangis. ''


" Seandainya saja aku bisa seperti kamu, seperti anak-anak yang lain bisa hidup sewajarnya tanpa susah-susah bekerja mencari uang sendiri. Aku juga ingin sekali Rell hidup normal bisa menikmati masa-masa remajaku ini. "


" Jangan berkecil hati Riss, Allah itu maha adil. Allah sudah membagi kebahagiaan kita sesuai porsinya. Mungkin saja untuk saat ini Porsi Kebahagiaan mu sedang dibawah, tapi siapa tahu suatu saat nanti Porsi Kebahagiaan mu ada diatas Riss. "


" Tapi jujur aku lelah Rell, aku berbeda dari anak-anak lainnya. Dari dulu aku selalu mandiri dalam segala hal. Terutama saat aku memasuki SMA ini aku jatuh bangun seorang diri sekolah sambil bekerja. Bisa di bayangkan bagaimana perjuanganku sampai sejauh ini seperti apa Rell ????? "


" Iya Riss, aku tahu dan paham sekali apa yang kamu alami saat ini. "


" Rasanya aku lelah, aku ingin istirahat dan tidur yang panjang Rell. Bahkan tidak ada yang peduli dengan keadaanku sama sekali Rell. "


" Aku masih peduli padamu Riss. Meskipun tidak ada seorang pun yang peduli padamu, aku akan tetap ada buat kamu Riss. "


" Tapi aku lelah Rell, sangat lelah, " Jawabku sampai suaraku serak.


" Iya Riss, sudah jangan bersikap seperti ini Riss. Dengan sikapmu yang seperti ini membuatku semakin tidak bisa meninggalkan kamu Riss. Aku paling tidak tega melihatmu menderita seperti ini. "


Farrell kembali memelukku, sekali lagi aku meneteskan air mataku. Farrell mengusap-usap punggungku seakan menguatkan hatiku untuk tetap sabar sampai kebahagiaan akan datang.


" Rell, boleh aku meminta satu permintaan lagi ???? "


" Boleh, katakan saja Riss. Asal itu bisa membuatmu bahagia Riss. "


" Aku ingin main Ke pantai Rell, aku ingin berteriak sekeras mungkin untuk mengeluarkan uneg-unegku ini Rell. Aku ingin sekali refreshing Rell. "


" Iya Riss, besok juga kita berangkat Riss, jangan sedih lagi. Selama aku bisa, aku pasti akan berusaha memenuhi segala keinginan kamu Riss asal kamu bahagia Riss. "


" Terima kasih ya Rell, kamu selalu yang terbaik untukku Rell. Kamu malaikat tak bersayap buatku Rell."

__ADS_1


" Asal jangan malaikat pencabut nyawa saja Lo ya, " Canda Farrell sambil tertawa.


" Apaan sih Rell, " Jawabku sambil cemberut.


__ADS_2