
Kini aku berada di mobil tunangan ku, Kak Arsel. Dan memang disinilah tempat ku yang seharusnya, namun aku tidak tahu kenapa kini aku merasakan ada sesuatu yang aneh dalam hati ku. Aku seperti merasakan ada sesuatu yang hilang, tapi entah apa itu.
" Kamu menyesal lebih memilih pergi bersama ku, dan tidak bersama laki-laki itu ??? " Ucap Kak Arsel membuyarkan lamunan ku.
" Sudahlah, kita bahas besok saja. Aku lagi tidak ada mood untuk bahas masalah kita sekarang, aku capek banget, " Jawab ku.
" Ya sudah. "
Sepanjang perjalanan kami hanya diam satu sama lain. Sedangkan aku pun juga entah kenapa malah memikirkan tentang kenangan ku bersama Bryant selama di tempat KKN kami. Hingga di depan kosan kami, aku hanya diam saja tidak berbicara sepatah kata pun pada tunangan ku tersebut.
Namun langkah ku tiba-tiba terhenti saat Kak Arsel mengucapkan kata-kata yang membuat ku merasa kasihan padanya.
" Aku tahu hari ini sudah membuat kesalahan terbesar dalam hidup ku, aku sudah melukai secara fisik wanita yang paling aku cintai. Aku tahu aku bodoh karena sudah merusak citra ku di mata mu. Namun kamu harus tahu satu hal, semua itu karena ku cinta meskipun cara ku memang salah. Tapi...... "
" Tapi apa ??? " Tanya ku padanya.
" Tapi kalau memang kini hati mu sudah berpindah ke lain hati, aku rela melihat mu berada dalam pelukan laki-laki lain yang bisa membuat mu bahagia. Aku akan berusaha melepas mu meskipun aku tahu itu akan susah. "
" Aku capek, aku butuh istirahat, " Jawab ku menutup pembicaraan diantara kami.
Tanpa menoleh lagi, aku langsung meninggalkan Kak Arsel yang diam terpaku menatap ku. Aku tahu ini tidak adil buatnya, dan aku tahu aku salah. Aku merasa benar-benar berada di antara dua hati yang tidak bisa aku pilih.
Benarkah aku sudah tidak mencintai Kak Arsel lagi ??????.
Atau
__ADS_1
Benarkah aku sudah mulai menyukai Bryant yang mampu membuat ku nyaman saat berada di dekatnya ????.
Entahlah, aku juga tidak dapat menemukan jawabannya. Aku butuh istirahat dan memikirkan masalah ini. Dan sejenak aku ingin memejamkan mata ku karena besok pun tugas kuliah sudah menanti di depan mata.
Keesokan harinya.......
Aku sengaja bangun pagi-pagi untuk sengaja berangkat ke kampus. Aku harus segera menyelesaikan tugas akhir kami dalam bentuk makalah dan mengumpulkannya. Setelah itu kami akan mengikuti ujian lisan dari hasil kami KKN selama sebulan tersebut. Tidak hanya itu tugas ku sebagai Asisten dosen juga menunggu ku.
Di kantin kampus, tempat kami berkumpul untuk menyelesaikan tugas akhir kami. Untungnya aku sudah menyicil tugas kami dari awal, sehingga hanya tinggal penyempurnaan saja. Dan Rayhan benar-benar sangat membantu ku kali ini, meskipun aku tahu Bryant tidak suka melihat kami bekerja sama.
Kurang lebihnya tiga jam_an tugas kami selesai dan sudah dicetak dalam bentuk makalah. Setelah itu kita tinggal menunggu ujian lisannya saja. Sedangkan aku tahu kelompok lain sangat sibuk sekali, bahkan ada yang belum di cicil sama sekali. Bahkan ada beberapa teman kelompok lain yang berusaha untuk copy paste hasil tugas kami, dan dengan tegas aku menolaknya mentah-mentah. Aku tidak mau menukar usaha dan kerja keras ku selama ini dengan uang atau apapun itu.
Setelah itu satu persatu teman-teman kelompok kami pulang, dan yang ada kini tinggallah aku, Bryant dan Rayhan. Dan Rayhan membuka pembicaraan diantara kami.
" Riss, Bryant maaf aku bukannya mau ikut campur tapi alangkah baiknya jika kalian memikirkan tentang hubungan kalian. Kalaupun kalian masing-masing ada rasa, tolong kalian harus ingat bahwa masih ada Arsel disini, " Ucap Rayhan.
" Lo gak usah sok ikut campur, lo sendiri juga salah karena jatuh cinta lagi pada Rissa. Jadi ngapain lo kasih nasehat kayak gitu segala, " Bentak Bryant.
" Bryant, aku tahu aku salah karena pernah jatuh hati pada Rissa lagi. Tapi kamu harus tahu, aku menyadari kesalahan ku dan berusaha membuang jauh-jauh perasaan itu. Karena aku tahu, Rissa sudah menjadi tunangan orang lain. Tapi bedanya dengan mu apa ??? Kamu malah membawa Rissa masuk dalam hubungan yang rumit. Bahkan kini dia tidak tahu dengan perasaannya sendiri, " Kata Rayhan.
" Cukup Rayhan, kamu benar dan kini biarkan aku bicara empat mata dengan Bryant, " Pinta ku pada Rayhan.
" Ok Riss, aku pergi dulu. "
" Iya. "
__ADS_1
Kini tinggallah aku berdua dengan Bryant, dan kini saatnya aku membicarakan masalah hubungan kami.
" Bryant, kita harus membicarakan masalah kita. Tentang apa yang kita rasakan, tentang apa yang kita alami bersama beberapa hari ini. "
" Lalu ??? "
" Aku pun tidak tahu dengan perasaan ku saat ini. "
" Maksud lo, lo bingung perasaan lo saat ini apakah lo mulai menyukai gue atau hanya terbawa perasaan saja pada gue ??? Dan lo bimbang dengan perasaan lo pada si Arsel itu ??? "
" Iya. "
" Kan gue sudah bilang dari awal, gue gak akan pernah menuntut apa-apa dari lo. Biarin aja gue menjadi kekasih bayangan buat lo, yang penting gue masih bisa berada di samping lo dan membuat lo bahagia. "
" Tetap saja aku merasa bersalah padamu dan juga Kak Arsel. Harusnya aku bisa menolak dan membentengi hati ku hanya untuk Kak Arsel. Kenapa aku malah membuka hati ku padamu, mengijinkan mu masuk dalam kehidupan ku dan mengkhianati tunangan ku sendiri ???. Aku bukan wanita baik, aku tega menyakiti hati tunangan ku. Hiks, hiks, hiks, " Aku menangis dan menyesali perbuatan ku.
Bryant pun lalu mencoba menenangkan ku dengan memberikan pelukan pada ku.
" Lo gak sepenuhnya salah Riss, gimanapun lo juga manusia biasa yang tidak lepas dari salah dan khilaf. Lo tenang ya, gue juga minta maaf kalau gue sudah masuk dalam hubungan kalian berdua. Sudah jangan nangis lagi ya, biarin gue yang mengalah. Lo kembali saja pada Arsel, lo gak usah memikirkan gue. Gue gak apa-apa kok, yang penting lo bahagia Riss. "
Dan disaat bersamaan Kak Arsel datang bersama teman-temannya. Dan anehnya kami baru menyadari bahwa kantin dalam keadaan sepi dan posisi aku berada dalam pelukan Bryant. Aku berada dalam pelukan laki-laki yang bukan tunangan ku.
Sontak saja aku langsung melepaskan pelukan Bryant dan berusaha mengejar Kak Arsel untuk menjelaskan kesalahpahaman ini. Namun nyatanya aku mendapatkan sesuatu yang amat menyakitkan dan membuat ku syok bahkan membuatku meneteskan air mata.
" Sayang, kamu jangan salah paham. Ini tidak seperti yang kamu lihat. Aku bisa jelaskan ini, " Ucap ku.
__ADS_1
" Cukup, seperti yang aku katakan semalam. Aku akan mencoba ikhlas kamu berada dalam pelukan laki-laki lain asalkan itu bisa membuat mu bahagia. Jadi mulai sekarang, kita........... putus. Maafkan aku, " Ucap Kak Arsel sambil berlalu meninggalkan ku.
" Putus ????? " Batin ku dalam hati disertai linangan air mata yang tidak sengaja jatuh membasahi pipi ku.