
Aku masih tertidur dengan lelap, saat Ibu berusaha membangunkan ku dengan sedikit kasar.
" Rissa, bangun Riss. Bangun !!!!!! " Teriak Ibu ku.
" Ada apa sih Bu, ini kan masih pagi Bu. Rissa masih mengantuk Bu, " Jawab ku masih dalam mata tertutup.
" Riss, kamu bangun sekarang. Tuh kamu lihat ada siapa di depan rumah. "
" Memangnya ada siapa sih Bu, Rissa masih mengantuk Bu. "
" Ayo cepat bangun, Ibu baru mau buka pintu tapi di depan itu ada seorang laki-laki yang keluar dari mobilnya. Makanya Ibu langsung bangunin kamu dulu, Itu Arsel apa bukan. "
" Apa ????? Kak Arsel ???? Gak mungkin Bu, Kak Arsel gak bilang kok sama Rissa kalau mau kesini. Dan kayaknya gak mungkin banget Kak Arsel kesini Bu. Ibu mimpi kali ya. "
" Ya makanya kamu bangun sekarang, dan lihat ke depan untuk memastikan. "
" Iya Bu. "
Aku pun langsung keluar dari kamar untuk membuka pintu rumah ku. Dan saat aku mulai membuka pintu rumah ku, aku sungguh sangat terkejut dengan apa yang aku lihat di pagi buta ini. Aku tidak pernah menyangka sedikit pun, mendapatkan Kejutan Di Pagi Buta ini.
Kalian tahu apa kejutan itu ????????????.
Kak Arsel. Ya ternyata kejutan yang dimaksud itu adalah dia jauh-jauh dari Surabaya dan datang kesini hanya untuk menemui ku. Hanya ingin menunjukkan kejutan yang sukses bikin aku terkejut.
Dan kini aku baru sadar dengan diriku yang muka bantal karena baru bangun tidur. Namun senyum ku mengembang tatkala melihat orang yang aku cintai kini berdiri tepat di depan mata ku.
Kak Arsel pun segera berjalan maju ke depan ku. Aku tersipu - sipu malu karena Kak Arsel ternyata romantis sekali bagai di film-film India yang datang menghampiri si wanitanya. Aku masih sibuk dengan dunia ke ge-eran ku, dan memejamkan mata ku. Namun aku merasa ada seseorang yang baru saja melintas di samping ku.
Kalian tahu apa yang sebenarnya terjadi ???.
Akunya saja yang kepedean, karena Kak Arsel bukannya mau menghampiri ku seperti yang ada di film-film. Justru Kak Arsel menghampiri Ibu ku untuk bersalaman dan berkenalan agar menjadi lebih dekat. Aku pun menjadi malu dan memerah rona muka ku.
Akhirnya aku mengikuti Kak Arsel dan Ibu ku masuk ke dalam rumah, Kak Arsel benar-benar menghormati dan menghargai keluarga ku tanpa memandang status kami.
" Silahkan masuk Nak, ya beginilah keadaan rumah kami yang sangat sederhana sekali ini. Pasti jauh sekali dengan keadaan rumah Nak Arsel kan, " Kata Ibu.
__ADS_1
" Tidak masalah Bu, sama saja Bu. Justru disini hawanya sejuk Bu, beda sekali dengan di kota banyak polusinya. "
" Iya sudah Nak Arsel istirahat saja dulu, Ibu bikinin teh hangat dulu ya. "
" Malah merepotkan Ibu kan jadinya. "
" Tidak Nak, tidak apa-apa. "
" Iya Bu. "
Aku mendekati Kak Arsel sambil sedikit cemberut.
" Kok aku di cuekin gini sih, " Kata ku dengan muka kesal.
" Yang cuekin kamu siapa sih sayang ???. Kan ada orang yang lebih tua, Ibu kamu. Sudah sepantasnya kan aku lebih mendahulukan rasa hormat ku pada mereka. Lagian ini kan di desa sayang, jadi aku juga harus bisa jaga diri dan sikap ku kan ??? "
" Iya juga sih. "
" Kamu bangun tidur gini, tanpa make up menjadi natural sekali. Tetap cantik sayang. "
" Gak usah merayu deh. Memangnya kamu berangkat jam Surabaya jam berapa sayang ??? Kok masih pagi-pagi buta begini sudah sampai sini ???? "
" Memangnya kenapa kok gak berangkat pagi saja ?? "
" Kan aku menghindari macet, jadi bukankah lebih baik aku berangkat malam kan ?? "
" Iya ta ??? Gak ada alasan lain yang lebih masuk akal lagi ??? "
" Ok, aku jujur. Alasan aku berangkat semalam, karena aku sudah gak sabar ingin ketemu kamu, melihat wajah cantik kamu, menuntaskan rindu ku yang kian tak menentu. Puaskan kamu sekarang ??? "
" Nah gitu dong jujur, kan aku jadi berbunga-bunga sekarang. Berarti kamu benar-benar mencintai aku kan sayang ??? "
" Ya gak mesti sih. "
" Kok gitu sih ??? "
" Iya lah, hehehe. "
__ADS_1
" Gak lucu ah bercanda nya. "
" Iya sayang maaf ya. "
Dan bersamaan dengan itu Ibu datang membawakan segelas teh hangat khusus untuk Kak Arsel. Sedikit menghangatkan tubuh Kak Arsel yang tampak kedinginan karena perjalanan panjangnya.
" Silahkan diminum teh manis hangatnya Nak Arsel, setidaknya bisa sedikit menghangatkan tubuhmu Nak. "
" Iya terima kasih Bu. "
" Kalau Ibu boleh tahu, Nak Arsel datang kemari cuma sekedar bermain apa ada tujuan lain ??? "
" Dua-duanya Bu. Arsel ingin berkenalan dan lebih dekat dengan keluarga disini. Terutama Ibu dan Ayahnya Rissa. Dan maaf saya tahu, bahwa Rissa disini memiliki dua Ayah kan Bu ?? Jadi saya ingin berkenalan dengan mereka berdua. "
" Iya Nak, tapi masalahnya.... "
" Kenapa Bu, apa ada masalah ??? "
" Tidak, tidak ada. Sudah kamu habiskan saja teh nya dan setelah itu kamu bilang sama Ibu apa tujuan lain kamu kesini, " Aku menyela pembicaraan mereka.
" Iya sudah kalau begitu. Saya minum dulu tehnya ya Bu. "
" Iya. "
Sambil menunggu Kak Arsel meminum teh nya, aku mengambil ponsel di kamar ku.
" Bu, tujuan saya kemari juga karena saya ingin menjemput Rissa. Kami harus pergi ke Malang, karena saya ingin memperkenalkan Rissa pada seseorang. Saya harap Ibu mengijinkan saya membawa Rissa sebentar untuk ke Malang. "
" Iya Nak, mana mungkin Ibu tidak memberi ijin Nak Arsel membawa Rissa. Ibu hanya berpesan, jaga Rissa baik-baik. Jagalah dan sayangilah dia dengan sepenuh hati Nak Arsel ya. "
" Iya Bu, saya berjanji akan selalu menjaga Rissa sebaik mungkin. Arsel berjanji sama Ibu. "
" Iya Nak. "
Lalu tidak beberapa lama Ayah sambung ku dan juga adik-adik ku bangun dan saling bersalaman sembari berkenalan satu sama lain. Arsel benar-benar memperlakukan keluarga ku dengan sangat baik. Dia luwes sekali mengobrol dengan keluarga ku dan tidak terkesan dibuat-buat. Aku sungguh sangat beruntung memilikinya.
Setelah agak beberapa lama Ibu dan Ayah sambung ku menyuruh Kak Arsel untuk segera beristirahat. Mereka tahu dan menyadari kalau Kak Arsel benar-benar lelah dan butuh istirahat. Sehingga Kak Arsel langsung tidur di kursi tamu ku. Aku pun segera mengambilkannya bantal agar tidurnya nyenyak.
__ADS_1
Aku tidak pernah menyangka Kak Arsel datang jauh-jauh kemari hanya ingin lebih dekat dengan Ibuku dan juga karena merindukanku. Aku belum sempat menceritakan tentang Ayah kandung ku yang memperlakukan ku dengan tidak baik. Butuh waktu untuk menceritakan semuanya padanya.
Aku tidak mau sedikit pun menutupi permasalahan hidup ku padanya. Dan aku sangat yakin sekali Kak Arsel mau menerima keadaan ku apa adanya.