
" Maaf ya sayang, atas perlakuan Mama aku, " Kata Kak Arsel saat mengantarku pulang ke kosan.
" Gak apa-apa kok sayang, kamu tenang saja ya. "
" Aku tahu kamu sedih sekarang. "
" Mama kamu ada benarnya juga kok, kan memang kenyataannya aku dan keluargaku miskin dan kampungan. Jadi aku sadar diri saja sayang. "
" Mama ku memang keterlaluan, dia selalu merasa yang paling hebat dan selalu merendahkan orang-orang yang levelnya dibawahnya. Aku tidak tahu caranya menghibur kamu sekarang sayang, karena aku sendiri sedang marah sama Mamaku yang kelewatan itu. ''
" Jangan seperti itu, bagaimanapun juga beliau adalah surga kamu sayang. Kakak tetap harus memuliakannya apapun dan bagaimanapun keadaannya. "
" Tapi kalau Mama salah, aku sebagai anaknya kan juga harus menegurnya kan. Aku gak bisa diam saja melihat Mama memperlakukanmu seperti itu. "
" Tapi yang terpenting jangan pernah berkata kasar sama Mamanya Kakak ya. Agar Mamanya Kak Arsel tidak semakin membenciku. "
" Iya sayang, aku akan ngomong pelan-pelan sama Mama. "
" Meskipun Mamanya Kak Arsel belum memberi restu pada hubungan kita, tapi setidaknya Papanya Kak Arsel kan sudah merestui hubungan kita. Bagaimana pun kita harus tetap bersyukur kan. "
" Iya sayang. "
" Iya sudah aku turun dulu dan masuk ke kosan ya sayang ??? "
" Iya sudah hati-hati ya. "
" Iya sayang. "
Hampir saja aku membuka pintu mobil, tiba-tiba Kak Arsel menggenggam tanganku.
" Sayang, tunggu. "
" Iya, ada apa sayang ??? "
Aku langsung menoleh kearah Kak Arsel, anehnya Kak Arsel diam dan menatapku lekat sekali. Dan siapa sangka Kak Arsel mendaratkan wajahnya lebih dekat padaku. Kini aku baru sadar bahwa Kak Arsel mau mencium bibirku. Aku merasakan jantungku berdetak sangat kencang sekali. Tubuhku seakan gemetar tidak karuan dan aku tidak tahu harus bagaimana.
__ADS_1
Saat bibirnya Kak Arsel menyentuh bibirku, aku hanya bisa memejamkan mataku. Aku tidak bisa menolaknya karena aku pun ternyata menikmatinya. Kak Arsel ******* bibirku dengan lembut dan mesra, dia juga membelai rambutku dengan penuh cinta.
Kami benar-benar sedang di mabuk asmara, karena aku pun juga tidak kuasa mengakhiri ini semua. Cinta kami berdua melebur jadi satu dalam Ciuman Bibir ini. Untuk pertama kalinya kami melakukannya setelah beberapa bulan hubungan kami diresmikan.
Hingga akhirnya Kak Arsel melepaskan ciuman bibirnya. Dan kami seakan bingung dan sama-sama malu atas apa yang sudah terjadi. Namun tiba-tiba Kak Arsel memelukku dengan mesra.
" Aku mohon kamu jangan pernah tinggalin aku ya sayang, aku sangat mencintai kamu. Aku hanya ingin kamu ada di sisiku selamanya. Aku ingin menikah denganmu dan hidup bersama selamanya. "
" Iya sayang, kita akan sama-sama berjuang dan berkorban untuk hubungan ini. Semoga kedepannya ada titik baik buat hubungan kita ya sayang. "
" Iya sayang, semoga saja. "
" Iya sudah aku masuk sekarang ya, kamu hati-hati nyetirnya. Gak usah mikir yang aneh-aneh. Kita pasti bisa melewati ini semua. ''
" Iya sayang, kamu juga jangan lupa kunci pintu kamarnya. Dan mimpi indah ya sayang. "
" Iya sayang. "
Kak Arsel langsung keluar dari mobilnya dan membukakan pintu untukku. Aku tersenyum melihatnya memperlakukanku seperti ini. Dia sangat menghargai ku meskipun aku hanyalah orang miskin.
Saat aku sampai di kamar entah kenapa aku jadi teringat saat Kak Arsel mencium bibirku tadi. Seakan-akan aku tidak mau melupakan momen tersebut. Momen terindah malam ini, setelah kami melewati penolakan atas hubungan kami dari Mamanya Kak Arsel.
Hampir satu jam aku gelisah dalam tidur ku, hingga tiba-tiba suara handphone ku mengagetkanku hingga aku jatuh dari tempat tidurku. Kini aku merasakan sakit di punggung ku, gara-gara jatuh barusan.
" Aduh......., " Jeritku.
Aku langsung mencoba untuk bangun dan mengangkat telefon yang ternyata dari Kak Arsel.
" Belum tidur sayang ??? " Tanya Kak Arsel.
" Belum ngantuk ni. "
" Belum ngantuk apa masih kepikiran ciuman tadi ??? " Kak Arsel menggodaku.
" Apaan sih sayang, kamu kok malah godain aku kayak gitu sih. "
__ADS_1
" Memang kenyataannya kayak gitu kan ??? Ayo jujur deh sama aku sayang. "
Dengan tersipu-sipu malu akhirnya aku mengakui kebenarannya kalau aku masih kepikiran masalah ciuman itu.
" Iya sih jujur aku gak bisa tidur karena gelisah mikirin ciuman kita tadi sayang. "
" Nah gitu dong jujur, karena sebenarnya aku juga gak bisa tidur juga mikirin pas aku cium bibir kamu tadi sayang. Maafin aku ya sayang, aku tadi kebawa perasaan. Aku sebenarnya tadi sudah mencoba menahan itu semua, namun ciuman itu terjadi karena aku sungguh mencintai kamu sayang. "
" Iya sayang, gak apa-apa. Kita sama-sama dimabuk asmara sayang. Asal yang paling penting aku cuma mau minta satu hal saja sama kamu sayang. "
" Apa sayang ???? Katakan saja sama aku. "
" Aku hanya ingin kamu tetap mau menjaga kesucian dan kehormatan ku sampai waktunya tiba. Sampai pernikahan itu datang sayang. "
" Iya tenang saja sayang, aku janji akan hal itu. Aku akan selalu menjaga kamu, cinta kita, dan kehormatan kamu selamanya sayang. Kamu tenang saja ya, aku tidak seburuk itu kok. "
" Iya sayang, aku percaya kalau kamu akan menjagaku dengan sangat baik. "
" Lalu gimana dengan Mama kamu sayang ??? "
" Mamaku orangnya memang keras, kalau sudah A ya A. Susah juga mau ganti ke B. Tapi kamu tenang saja ya, aku akan selalu berusaha meyakinkan Mama kalau kamu itu wanita yang tepat untukku. Aku tidak akan berhenti membuat Mama sadar tentang pilihan akan masa depanku bersama kamu sayang. "
" Iya sayang, aku percaya sama kamu. "
" Kamu jangan mikirin Mamaku ya sayang, nanti kamu bakalan sakit. Mamaku akan menjadi urusanku. Kamu cukup mempertahankan hubungan kita ini untuk selamanya. "
" Iya sayang, aku ngerti kok. "
" Ya sudah aku tutup dulu ya sayang, sekali lagi aku ucapin Good night, Have a nice dream sayang."
" Iya sayang, makasih ya. Aku juga mulai ngantuk ini sayang.
" Ya sudah kalau begitu aku tutup dulu ya. "
" Iya. "
__ADS_1
Aku segera menutup telefon dari Kak Arsel dan mulai membaringkan tubuhku di kasur. Aku merasakan rasa cintaku pada Kak Arsel semakin tumbuh dan tidak mau kehilangannya. Bagiku dia adalah sosok yang sangat pantas menjadi Imam ku kelak.
Aku mencoba memejamkan mataku dan mulai fokus untuk tidur malam ini. Aku berharap malam ini bisa bermimpi dengan indah bersama Kak Arsel. Kini aku merasakan kalau kebahagiaan itu akan datang. Kebahagiaan yang sudah hampir dekat denganku.