Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 6 MANISNYA CINTA


__ADS_3

C. I. N. T. A


Mungkin saat ini aku sedang di mabuk asmara. Hatiku sedang berbunga bunga dan berwarna.


Aku dan Rayhan memang sudah menjalin hubungan pacaran, kami semakin dekat dan saling mengenal satu sama lain. Setiap jam istirahat Rayhan selalu memintaku bertemu di perpustakaan. Karena Rayhan jago matematika, aku selalu minta diajari sama dia.


Sebelumnya aku pamit pada Mella kalau mungkin untuk saat ini waktuku bersamanya akan berkurang. Karena aku akan membagi waktuku bersama Rayhan. Alhamdulillah Mella mau mengerti dan aku benar benar bersyukur memiliki sahabat sepertinya yang sangat mengerti aku. Dia selalu mendoakan yang terbaik untukku dan Rayhan.


Mungkin inilah yang dinamakan kekuatan cinta, belajar bersama menjadi lebih asyik dan mudah. Tak heran sekarang nilai nilai mata pelajaran matematika ku sangat bagus.


Selain di perpustakaan kami menghabiskan waktu bersama di kantin sekolah, kami selalu bercerita tentang hobi kita masing masing, makanan kesukaan kita, minuman kesukaan kita dan cita cita kita. Ternyata cita cita kita sama menjadi seorang guru. Ya pekerjaan yang sangat dan begitu mulia.


Yang selalu ku ingat waktu itu bertepatan tanggal 14 Februari, ya biasa lah ya kita memperingatinya sebagai hari kasih sayang. Dimana kita selalu memberi kado atau hadiah pada pasangan tercinta kita. Saat itu Rayhan menunggu ku di depan kelas, dan saat aku keluar kelas dia menyambutku dan memberi hadiah.


" Happy Valentine Day Rissa. "


" Makasih Ray. "


" Maaf ya cuma bisa kasih kamu ini. "


Aku menatap Rayhan, dan disana aku melihat ketulusan dan keteduhan untukku. Dia memberiku seikat bunga mawar berwarna merah muda dan tiga buah coklat. Aku suka sekali coklat.


" Semoga kamu suka ya Ris. "


" Iya Rayhan. "


" Ke kantin yuk,, "


" Ayo. "


" Hari ini aku traktir kamu, terserah mau makan apa saja yang penting kamu bahagia. "


" Jadi gak enak aku. "


" Sudah, santai saja. "


Perjalanan ke kantin itu terasa lama sekali padahal dekat karena untuk pertama kalinya Rayhan menggenggam tanganku dengan erat. Benar-benar pasangan yang sedang di mabuk asmara. Kami saling menikmati perjalanan ke kantin dan tidak perduli akan beberapa pasang mata yang menatap kami.


Sesampai di kantin kami memesan makanan, Rayhan ternyata sangat menyukai Nasi Soto Ayam, sedangkan aku memang lebih suka nasi pecel dan segelas es teh manis.


Di sela sela aku menikmati makananku, Rayhan menatapku yang membuatku salah tingkah.


" Kamu manis kalau lagi makan gini ya. "


" Apaan sih, malu nih.. "


" Mau aku suapin ??? "


" Gak. "


" Kenapa ??? "


" Memangnya aku anak kecil apa. "


" Biar romantis la. "


" Gak, malu sama yang lain. "


" Biarin. "


" Hmmm.. "


Lonceng bel pun berbunyi..


" Ayo cepat masuk kelas Rayhan. "

__ADS_1


" Buru buru amat sih. "


" Takut gurunya masuk kelas duluan. "


" Ok sebentar aku bayar dulu ya. "


" Iya. "


Kami berlari menuju kelas masing masing, sebelum aku berlari menuju ke kelas ku Rayhan memegang tanganku.


" Belajar yang rajin ya, kita berusaha sama sama untuk masa depan kita. "


" Iya, " Jawabku sambil tersenyum.


Hadiah Valentine day dari Rayhan terus aku pandangi, bunga mawar merah muda yang cantik. Akan aku simpan di kamarku nanti. Dan setiap aku merindukannya, aku bisa setiap waktu melihatnya dirumah.


" Cie cie yang lagi sayang sayangnya, " Mella tampak menggodaku.


" Apaan sih mell, malu nih. "


" Pacaran sih boleh ya, tapi tetap fokus ya sama sekolah dan pelajarannya. "


" Iya dong Mel pasti, selama aku pacaran sama Rayhan yang ada nilai nilai sekolahku makin bagus bagus kan. "


" Iya iya tetap di pertahankan ya. "


" Pacaran menambah semangat belajar. "


" Hahahaha, " Mella pun tertawa.


Di parkiran sekolah saat aku sedang memarkirkan sepeda tiba tiba seseorang memakaikan gelang bertuliskan huruf " R " di tanganku. Ternyata Rayhan, dia selalu penuh kejutan.


" Rayhan, apa ini. "


" Iya aku tahu ini gelang, maksudnya ada acara apa ini kok tiba tiba aku di kasih gelang kayak gini ? "


" Gak ada, iseng aja. "


" Iseng ? "


Rayhan menatapku agak lama kemudian dia berkata,


" Dengan gelang ini aku berharap kamu menjaga hati kamu untukku. "


" Rayhan.. " Aku pun terharu.


" Di gelang ini ada huruf R artinya Rayhan dan Rissa, yang artinya kita harus saling menjaga hati masing masing. "


" Iya Rayhan. "


" Janji ??? "


" Iya aku janji. "


" Ya sudah ayo kita masuk kelas. "


" Ayo. "


Aku semakin merasa beruntung memiliki Rayhan, dia pintar, baik dan selalu penuh kejutan. Aku berjanji tidak akan menyakiti hatinya. Semenjak aku mengenal Rayhan aku menjadi lebih percaya diri, nilai nilai ku terus naik yang membuat aku selalu mendapatkan peringkat di kelas. Meskipun tidak masuk juara 1 setidaknya masuk di kelas paling unggulan dan masuk ke 10 besar sudah merupakan prestasi yang luar biasa. Aku berharap semoga kenaikan kelas nanti aku bisa masuk di 5 besar di kelasku. Amin.


Dua hari ini aku tidak melihat Rayhan di sekolah, aku bingung dan kawatir karena takut terjadi apa-apa. Aku pun langsung bertanya pada Bima.


" Bim, kenapa Rayhan tidak sekolah 2 hari ini?? "


" Dia ada acara keluarga ke luar kota. "

__ADS_1


" Berapa lama?? "


" Kurang tahu juga ya. "


" Oh iya sudah kalau begitu. "


" Ok. "


Aku terus menanti kedatangan Rayhan, tapi belum juga ada kabar. Aku mencoba lewat di depan kelasnya, tampak bangku dan mejanya kosong. Entah kenapa ada yang kosong dalam hatiku kala itu. Aku seperti kehilangan sosok orang yang selama ini selalu menyemangatiku.


" Rayhan cepat pulang, " Tangisku dalam hati.


Sungguh aku ingin bertemu dengannya. Aku selalu menanti kepulangannya.


" Boneka beruang warna merah muda ??? " Aku yang baru sampai kelas saat itu mendapati sebuah boneka diatas mejaku. Waktu itu kelasku masih sepi dan kosong. Di dekat boneka itu ada secarik kertas bertuliskan " I LOVE YOU ".


Dan dari awal aku yakin boneka itu pemberian dari Rayhan. Tapi kemana Rayhan sekarang, kulihat Bima juga belum datang. Berarti tadi Rayhan sendiri yang menaruh boneka ini di kelasku.


Aku langsung keluar kelas mencari keberadaan Rayhan. Kulihat Rayhan duduk di depan teras kelasnya seorang diri, aku memberanikan diri mendekatinya. Seketika itu dia tersenyum manis sekali melihatku, aku berjalan sambil gemetar serasa meleleh hati ini. Dia menyuruhku duduk di sampingnya.


" Rayhan.. boneka itu darimu??? "


" Iya, kamu suka ?? "


" Iya. "


" Bonekanya cantik sekali. "


" Iya sama cantiknya denganmu Rissa. "


" Terima kasih ya. "


" Sama sama. "


" Kamu dari mana. "


" Gak kemana mana. "


" Maksudnya ??? "


" Aku masih disini, disampingmu "


" Kata Bima kamu ke luar kota. "


" Iya. "


" Ada acara apa ??? "


" ........... "


" Kok diam ??? "


" Biasa acara keluarga. "


" Oh gitu. "


" Iya. "


" .......... "


" Riss, aku sayang kamu. "


" Aku juga sayang kamu Rayhan. "


Kami saling bertatapan satu sama lain, Manisnya Cinta ini semoga abadi selamanya.

__ADS_1


__ADS_2