Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 161 DINNER PERTAMAKU DENGAN KELUARGA KAK ARSEL


__ADS_3

Kini aku sudah berada di dalam Kosan, dan berfikir sepanjang waktu tentang apa yang sudah aku lihat barusan. Aku tidak menyangka Mamanya Kak Arsel seperti sudah sedekat itu dengan Erika.


Lamunanku buyar tatkala ponselku berbunyi.


" Halo, " Aku menjawab telefon Kak Arsel.


" Halo sayang, malam ini kamu gak ada acara kan ??? "


" Gak ada sih, kenapa Yang ??? "


" Papa ajak kita dinner nanti malam, bisa kan ??? "


" Sama siapa saja sayang ??? "


" Ya kita berempat, Aku, kamu, Papa dan Mama ??? "


" Mama kamu ??? " Aku bertanya sambil mengernyitkan dahi ku.


" Iya Mama aku, memangnya kenapa sayang ??? Kok kamu kayaknya gak suka gitu ??? Aku tahu Mama aku gak suka sama kamu, tapi kita jangan menyerah untuk mendapatkan restu dari nya dong sayang. "


" Bukannya gitu sayang, hanya saja ??? "


" Hanya saja apa ??? Bagaimanapun juga kamu tetap harus menghormatinya karena dia adalah Mamaku sayang. Tolong kamu ngertiin posisiku saat ini sayang. Aku sangat mencintai kamu, namun di sisi lain aku juga sangat menyayangi Mamaku. "


" Aku gak bermaksud seperti itu, tapi..... "


" Tapi apa ???? "


Aku menghentikan kata-kataku, karena percuma saja mengatakan apa yang hari ini aku lihat antara Mamanya dan Erika. Kak Arsel tidak akan pernah mempercayaiku dan sebaliknya dia akan membenciku karena berusaha memfitnah Mamanya. Aku pun mengalah, karena aku gak mau bertengkar dengannya.


" Sayang, aku gak mau kita bertengkar jadi sudah ya. Kamu siap-siap saja buat nanti malam ya sayang. Nanti malam aku jemput kamu di kosan ya. "


" Iya, " Jawabku dengan sedih.


Aku sebenarnya sangat sedih sekali mendengar perkataan Kak Arsel. Dia sudah menuduhku yang telah berfikiran buruk pada Mamanya. Padahal kenyataannya Mamanya yang sepertinya sudah merencanakan sesuatu bersama Erika. Kalau memang Mamanya Kak Arsel tidak berniat buruk, harusnya dia tidak bertemu dengan Erika. Bukankah dia tahu bahwa Erika adalah mantan cinta pertamanya Kak Arsel ????.

__ADS_1


Tapi bagaimanapun juga aku harus memenuhi undangan dari Papanya Kak Arsel. Aku harus datang malam ini dan mengetahui rencana yang sudah dirancang Mamanya Kak Arsel.


Tidak terasa hari sudah menjelang sore, dan aku langsung mempersiapkan diri untuk berdandan secantik mungkin. Malam ini adalah Dinner Pertamaku Dengan Keluarga Kak Arsel. Aku tidak mau mengecewakan mereka semua. Aku ingin membuat kesan yang baik pada mereka semua.


Akhirnya aku sudah siap dan menunggu jemputan dari Kak Arsel. Aku berharap malam ini adalah malam terindah untukku. Aku juga sudah siap dengan dandanan ku yang cantik ini.



Benar saja tidak lama kemudian Kak Arsel datang menjemput ku dan kami segera bergegas menuju Restoran mewah tempat kami bertemu. Seperti biasa Kak Arsel selalu memuji penampilan ku.


" Kamu cantik sekali sayang malam ini, makasih ya sudah dandan cantik untukku. "


" Ya memang seharusnya begitu kan, aku hanya menjalankan tugasku saja untuk melihatmu senang dan bahagia. "


" Iya sayang, dan aku berharap malam ini akan menjadi awal yang bagus buat hubungan kita ini ya sayang. "


" Iya semoga saja. "


" Aku gak sabar ingin segera bertunangan sama kamu sayang. Aku selalu menantikan momen-momen tersebut. Kamu juga berfikiran yang sama denganku kan ? "


Dan tidak terasa kami sampai juga ditempat tujuan. Dan aku baru sadar bahwa restoran mewah tempat kami bertemu adalah, tempat yang sama ketika Mamanya Kak Arsel bertemu dengan Erika tadi. Apa maksudnya semua ini ?????.


Aku tetap berfikir positif dan semuanya akan berjalan baik-baik saja.


" Selamat datang sayang, kamu cantik banget malam ini sayang. Ayo kalian duduk disini, " Papanya Kak Arsel menyambut kami dengan sangat ramah sekali.


" Makasih Om, " Jawabku ramah.


" Bagaimana kabar kamu Rissa, sehat kan ??? "


" Alhamdulillah sehat Om, Om sendiri bagaimana sehat juga kan ??? "


" Pasti sehat dong Rissa. Rissa mau pesan apa, silahkan di list menu-menu yang ingin Rissa makan malam ini. Jangan sungkan-sungkan, anggap saja kami adalah keluarga kamu sendiri Rissa. "


" Iya Om, makasih ya. "

__ADS_1


" Iya sama-sama. "


" Sini biar Mama aja yang buat list pesanan makan malamnya!!!. Kalau si kampung itu yang pilih menu makanan malam ini, yang ada dia bakal bingung dengan menunya. Mama yakin gadis kampung itu juga gak bakalan ngerti deh buat milih menu makanan di sini. Dia kan terbiasa makan makanan kampung di pinggiran jalan yang kotor dan bau itu, " Kata Mamanya Kak Arsel ketus.


" Mama !!! " Kata Kak Arsel.


" Cukup Ma, jangan menghina Rissa seperti itu. Kasihan dia Ma !!!! " Kata Papanya Kak Arsel berusaha membelaku.


Aku hanya mampu menundukkan kepalaku menahan malu oleh perkataan Mamanya Kak Arsel yang terasa menyakitkan hati ini. Tapi aku hanya bisa menahan perasaanku demi menghormati Papanya Kak Arsel yang sangat baik sekali padaku.


Akhirnya menu makanan sudah dihidangkan di meja kami.


" Ayo kita mulai makan malamnya, " Kata Papanya Kak Arsel.


" Tunggu sebentar, kita tunggu tamu spesial kita hari ini, " Kata Mamanya Kak Arsel.


" Bukankah kita semua sudah hadir disini Ma ??? Mama mau mengundang siapa lagi ??? " Tanya Kak Arsel.


" Itu dia tamu spesialnya sudah datang, " Ucap Mamanya Kak Arsel.


Kita semua menoleh ke belakang, dan tamu spesial yang dimaksud Mamanya Kak Farrell adalah Erika. Jadi mungkin inilah salah satu rencana mereka untuk menyingkirkan aku malam ini. Aku tidak pernah menyangka Erika yang dulu ku kenal baik sekali bak malaikat, kini berubah sejahat setan.


Mamanya Kak Farrell bahkan mengambilkan tempat duduk buat Erika tepat di samping Kak Arsel. Jadi Kak Arsel duduk berada di tengah-tengah kami. Aku sebenarnya gak suka Mamanya Kak Arsel memperlakukan Erika dengan spesial dan penuh kasih sayang.


" Erika sayang, Arsel nya di suapin dong, " Kata Mamanya Kak Arsel.


" Tapi kan Tante, sudah ada Rissa yang bisa memperhatikan Arsel. Aku kan nanti malah mengganggu kebahagiaan mereka Tante, " Jawab Erika.


" Dia mah orang kampung mana bisa bersikap dengan gaya orang kaya seperti kita. Dia bisa apa sih, " Mamanya Kak Arsel terus menyudutkan ku.


" Sudah kamu urus saja diri sendiri, aku bisa urus diriku sendiri. Lagian kamu tidak diharapkan disini, jadi Rissa yang lebih berhak memperhatikanku disini, biarpun kata Mamaku dia hanya orang kampung. Tapi yang paling penting, aku sangat mencintainya, " Kata Kak Arsel pada Erika.


Erika langsung terdiam, dan aku tahu dia sangat marah sekali mendengar kata-kata Kak Arsel. Setidaknya disini Kak Arsel benar-benar menganggap ku ada. Bahkan dia juga menghargai ku di depan semua orang yang berusaha merendahkan ku malam ini.


Malam ini Erika memang sudah berdandan seseksi mungkin dengan memakai rok mini agar bisa mengambil perhatian Kak Arsel, namun kenyataannya Kak Arsel tetap lebih memperhatikanku.

__ADS_1



__ADS_2