Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 166 AKU AKAN KEMBALI


__ADS_3

Aku sedang memikirkan pertunangan yang sebentar lagi akan ditetapkan. Sehingga aku mencoba untuk menghubungi Ibuku. Saat aku hendak menghubungi Ibuku, namun tiba-tiba aku berubah pikiran. Tidak beretika rasanya kalau aku menghubunginya lewat telefon, akan lebih baik kalau aku pulang.


Namun tiba-tiba handphone ku berbunyi. Ternyata Ibu yang menghubungiku. Memang benar, perasaan seorang Ibu pada anaknya pasti terasa. Ibu pasti tahu apa yang aku rasakan saat ini, makanya dia menghubungiku.


" Halo, Assalamualaikum Bu, " Aku mengangkat telefon dari Ibu. "


" Walaikumsalam Rissa, Nak kamu baik-baik saja kan di sana ??? "


" Ya Bu, Alhamdulillah Rissa baik-baik saja. Lalu ada apa Ibu tiba-tiba menghubungi Rissa ??? "


" Adik-adik kamu sudah cerita banyak sama Ibu, tentang kuliah kamu, keseharian kamu dan..... " Ibu menghentikan kata-katanya. "


" Dan apa Bu ??? "


" Dan tentang hubungan kamu dengan orang yang kaya itu. "


" Ya Bu, rencana Rissa mau pulang besok Bu sekalian mau kasih kabar sama Ibu. Soalnya kalau lewat handphone gak enak Bu. "


" Kabar tentang apa Riss. "


" Sebenarnya Rissa gak mau kasih kabar lewat telfon Bu, tapi kalau Ibu mau tahu sekarang ya sudah Rissa bilang sekarang Bu. "


" Apa Nak ??? "


" Kak Arsel dan keluarganya mau melamar Rissa dua mingguan lagi Bu. "


" Ya Allah apa Riss ???? "


" Maaf Bu, Rissa kasih kabar mendadak. Tapi Rissa juga kaget saat keluarga Kak Arsel meminta kami agar segera bertunangan. Rissa sangat mencintai Kak Arsel Bu, Rissa berharap bisa merestui hubungan kita Bu. "


" Lalu apa keluarga Arsel tahu keadaan kita yang miskin ini dan tetap menerima kita Nak ??? "


" Insya Allah mereka menerima kita apa adanya Bu. Hanya saja Mamanya Kak Arsel yang kurang menyetujui hubungan kami Bu. Tapi tidak masalah Bu, karena Papanya Kak Arsel sangat menyayangi Rissa seperti anaknya sendiri. "


" Ibu tidak bisa berkata apa-apa, Ibu hanya bisa menasehati kamu agar tetap melanjutkan kuliahmu sampai selesai. Tetap perjuangkan cita-cita dan impianmu selama ini, meskipun kamu dan Arsel akan bertunangan. Dan Ibu doakan semoga kamu mendapatkan kebahagiaan dengan pilihan kamu sendiri Nak. "


" Ya Bu, Rissa pulang besok Bu. Kita bicarakan masalah ini di rumah saja biar enak ya Bu. "


" Iya Nak, Ibu tunggu. "


" Ya sudah Rissa tutup dulu ya Bu. "


" Iya Nak. "


Aku menutup panggilan dari ibu dan langsung menghubungi Kak Arsel.


" Halo sayang, ada apa ??? "


" Sayang, kamu ada dimana ??? "

__ADS_1


" Di rumah saja sayang, ini lagi lihat TV. Memangnya ada apa sayang ??? "


" Ada yang mau aku bicarakan sama kamu sayang. "


" Alasan ini, bilang saja kamu kangen kan sama aku sayang ??? "


" Serius sayang, aku ingin bicara penting sama kamu. "


" Ya sudah aku langsung ke kosan kamu ya sayang, tungguin di depan ya sayang. "


" Iya sayang. "


Aku segera menunggu Kak Arsel di luar kosan, tepatnya di ruang tunggu. Kurang lebihnya lima belas menitan Kak Arsel datang. Wajah tampannya membuatku selalu merindukannya.



" Ada apa sayang, kamu kok menyuruhku datang menemui kamu sekarang ??? "


" Aku besok mau pulang ke kampung ku sayang. "


" Kenapa buru-buru sekali, bukankah acaranya masih dua mingguan lagi sayang ??? Dan bukankah kita sudah berjanji akan ke Malang ??? "


" Aku ingin membicarakan tentang pertunangan kita dan juga mempersiapkan pertunangan kita. "


" Kamu gak usah bingung sayang, karena Papa sudah menyiapkan semua pertunangan kita. Papa sangat memahami keadaan keluarga kamu sayang, jadi kamu harus tenang dan Papa akan menyelesaikan masalah pertunangan kita ini. "


" Tapi tetap saja aku ingin pulang sayang, " Ucapku sambil merengek.


" Gak usah sayang, aku pulang sendiri saja. Aku janji setelah semuanya beres, aku pasti secepatnya kembali ke Surabaya lagi. "


" Ya sudahlah kalau begitu, tapi janji ya jangan lama-lama. Kalau sudah selesai, cepat balik lagi kesini. Kalau kamu gak balik-balik, aku jemput kamu ke sana. "


" Iya sayang, kamu jangan khawatir ya. "


" Iya sayang. "


" Ya sudah kalau begitu, besok pagi aku berangkatnya. "


" Kamu mau naik apa ??? "


" Naik bis saja sayang. "


" Ya sudah besok aku antar kamu ke terminal ya ??? "


" Gak ngrepotin ta Yang ??? "


" Emang aku ini siapa kamu, kok kamu nanya ngrepotin segala. "


" Iya sayang maaf ya, jangan tersinggung. "

__ADS_1


" Iya sudah, jalan-jalan dulu ta kan besok kamu mau ninggalin aku. "


" Jangan lebai deh sayang, aku pulang kampungnya cuma sebentar kok. Gak bakalan lama, karena aku pun juga gak mau lama-lama jauh dari kamu sayang. "


" Makasih ya sayang, aku gak nyangka sebentar lagi kamu akan menjadi tunangan ku sayang. Aku janji akan selalu menjaga dan mencintai kamu selama-lamanya sayang. "


" Iya sayang, makasih sayang. "


" Ya sudah kalau kamu gak mau jalan-jalan aku pulang dulu ya sayang, ada urusan yang harus aku selesaikan. "


" Lho kok gitu sayang, memangnya ada urusan apa ??? "


" Bisnis sama Papa sayang, mau ketemu klien.


" Ya sudah kalau begitu sayang, hati-hati ya. "


" Iya sayang. "


Setelah Kak Arsel pulang aku segera menyiapkan beberapa baju yang akan aku bawa pulang kampung besok. Dan malamnya aku akan tidur lebih awal agar tidak bangun kesiangan.


Keesokan harinya, aku sudah bersiap-siap. Kali ini aku tidak ingin berangkat pagi agar tidak kemalaman sampai kampung halamanku. Dan ternyata Kak Arsel sudah menungguku dibawah. Aku pun segera turun menemuinya.


" Sudah siap kan sayang, berangkat sekarang ya. "


" Iya ayo sayang. "


" Gak tahu kenapa aku sedih banget kamu tinggalin aku sayang. "


" Kan aku perginya cuma sebentar sayang. Kamu baik-baik disini ya sayang. "


" Harusnya kamu yang baik-baik di sana sayang. "


" Iya sayang. "


Akhirnya kami pun sudah sampai di terminal, dan aku tahu sekali Kak Arsel begitu berat melihatku pergi meninggalkannya meskipun cuma sebentar.


" Foto yuk sayang, " Ajak ku agar Kak Arsel tidak terlihat sedih sekali.


" Ayo sayang. "



" Setidaknya dengan foto-foto kita ini, sejenak bisa mengurangi rasa rindumu padaku sayang, " Ucapku sambil memandang ke arah Kak Arsel.


" Makasih sayang, aku akan selalu merindukanmu. Cepatlah kembali sayang, aku selalu menunggu mu. "


" Iya sayang, Aku Akan Kembali. Tunggu aku ya sayang. "


" Iya. "

__ADS_1


Akhirnya bis antar kota tujuanku akan segera berangkat. Kak Arsel langsung memelukku dan mencium keningku dengan mesra. Sepertinya dia tidak mempedulikan tempat umum, bahkan saat aku mau naik bis dia kembali memelukku dengan erat.


Bis pun mulai melaju, dan aku menatap ke arah Kak Arsel. Dia melambaikan tangan padaku serasa berkata, " Hati-hati. "


__ADS_2