Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 133 KEGUGURAN


__ADS_3

Erika mundur perlahan menjauhi Kak Arsel, Erika terus menangis ketika Kak Arsel berusaha meminta maaf padanya.


" Maafkan aku Erika, aku tahu aku salah. "


" Aku sudah memaafkan kamu sejak kamu ninggalin aku, dan sekarang kamu berhak bahagia dengan Rissa. Karena apa ??? Karena sekarang aku sudah hancur, aku sudah tidak memiliki masa depan dan bahkan sekarang aku hamil anak dari penjahat yang sudah memperkosa ku !! "


" Iya Rik, aku tahu. "


" Kalian tidak akan pernah tahu bagaimana perjuangan ku untuk bisa melewati ini semua. Sungguh sangat berat sekali menghadapi ini semua. Kalian hanya bisa mengucapkan kata sabar, tanpa kalian pahami ketika berada di posisiku. Rasanya di perkosa itu sakit fisik dan batin. Dan bahkan kejadian tersebut membuatku trauma dan selalu teringat dalam benakku.


" Kamu jangan berkata seperti itu Rik, aku akan berusaha membantu kamu agar Cassandra menerima hukuman Di penjara. "


" Aku gak butuh dikasihani, dan kamu Arsel gak usah sibuk ngurusi aku. Urus saja Rissa, dia lebih baik daripada aku. Dia masih suci, sedangkan aku sudah ternoda dan hancur. "


" Kamu jangan bicara seperti itu Rik, asal kamu tahu antara aku dan Kak Arsel tidak ada hubungan apa-apa. Kak Arsel hanya menganggap ku sebagai sahabat saja. Jadi kamu jangan salah paham sama kita Rik, " Aku berusaha mengklarifikasi.


" Tapi sebenarnya kamu suka kan sama Kak Arsel ?? "


Aku langsung terdiam, karena aku sendiri tidak tahu dengan perasaanku sendiri.


" Aku tidak punya perasaan apa-apa dengan Kak Arsel Rik, percayalah padaku. "


" Bohong, aku bisa lihat dari mata kalian kalau kalian saling mencintai. Jangan bohong sama aku, karena seperti yang aku katakan padamu kalau aku tidak butuh dikasihani.

__ADS_1


" Rik, Erika gak bohong. Jujur akulah yang mencintai dia, namun dia menolak ku. Dia hanya menganggap ku sebagai teman. Jadi jangan salah paham padanya. "


" Kalian bohong sama aku. "


Tiba-tiba Erika mundur ke belakang menjauhi kami, dan tiba-tiba Erika hampir saja akan berlari hingga sepatunya terpeleset dan jatuh dalam posisi duduk. Dalam sekejap Erika langsung menangis dan berteriak kesakitan sambil memegangi perutnya.


" Aduh.... sakit.... Perutku..... sakit. "


Dan tiba-tiba keluarlah darah dan semakin banyak, aku yang takut dengan darah hampir pingsan namun sekuat tenaga aku menguatkan diriku untuk segera membawa Erika ke Rumah Sakit.


Di sepanjang perjalanan, aku tiada berhenti berdoa untuk keselamatan sahabatku tersebut. Aku sungguh-sungguh mengkhawatirkannya. Bagaimanapun sikapnya padaku, aku tetap menganggapnya sahabatku. Selamanya sahabat yang sangat aku sayangi.


" Erika, kamu harus bertahan ya. Sebentar lagi kita akan sampai Di rumah sakit. Aku selalu berdoa agar kamu bisa selamat dan kita bisa kayak dulu lagi ya. Aku sayang banget sama kamu Rik, sahabatku. "


Tidak berapa lama orang tua Erika datang, dan segera saja mendonorkan darah mereka siapa tahu cocok. Namun sayangnya tidak ada yang cocok, bahkan Kak Arsel juga mengatakan bahwa golongan darahnya berbeda.


Kini harapan satu-satunya agar Erika bisa sembuh adalah melihat golongan darahku. Berani tidak berani hanya ini satu-satunya cara agar aku bisa menyelamatkan sahabatku.


Dengan sekuat tenaga aku mengumpulkan tenaga ku untuk mendonorkan darahku untuk Erika, dan kami semua bersyukur karena golongan darah kami cocok. Setidaknya ini salah satunya cara dan mungkin sedikit cara untuk menebus kesalahanku pada Erika.


Setelah melakukan transfusi darah, kami mendapatkan kabar buruk. Yaitu janin yang ada di perut Erika tidak dapat dipertahankan lagi dengan kata lain Keguguran. Janin yang tidak berdosa dan tidak diharapkan kini pergi untuk selama-lamanya. Aku tidak tahu apa yang dirasakan Erika saat tahu janinnya sudah tidak ada. Dan melalui persetujuan keluarga Erika harus menjalani kuret.


Aku menatap ke arah Kak Arsel, aku tahu Erika sangat mencintai Kak Arsel. Dan saat ini Erika sangat benar-benar membutuhkan Kak Arsel disampingnya. Kini aku harus merelakan Kak Arsel kembali pada Erika.

__ADS_1


" Kak Arsel, aku boleh minta tolong ??? "


" Iya ada apa Riss ??? "


" Kak, aku minta tolong pada Kak Arsel untuk menemani Erika saat ini. Karena aku tahu Erika sangat membutuhkan Kak Arsel sekarang. Dia sudah hancur Kak, tapi setidaknya kalau Kak Arsel ada di dekatnya dia akan sedikit tenang Kak. Oleh karena itu, mulai saat ini Kak Arsel harus ada buat Erika. "


" Lalu bagaimana denganmu Riss ??? "


" Kakak jangan mengkhawatirkan aku, aku tidak apa-apa. Aku tahu Erika masih sangat mencintai Kak Arsel. Kak Arsel juga pasti masih ada sedikit cinta kan sama Erika ???. Kak Arsel mau menerima keadaan Erika apa adanya kan ??? "


" Entahlah aku tidak tahu Riss, aku akan mencobanya sesuai permintaan mu. Karena aku tidak ingin mengecewakanmu. "


" Tapi jangan melakukan ini hanya demi aku Kak, Kakak harus melakukannya ikhlas dan demi cinta Kakak yang sempat hilang. Aku tahu Kak Arsel dan Erika dulu saling mencintai satu sama lain kan. Sekarang waktunya Kak Arsel membuktikan pada Erika kalau Kak Arsel masih mencintainya.


" Iya itu dulu Riss, tapi sekarang aku sangat mencintai kamu. Aku tidak bisa membohongi perasaanku. "


" Demi aku Kak, Erika saat ini lebih membutuhkan Kak Arsel daripada aku. Dia pasti bisa melewati ini semua kalau Kak Arsel ada disampingnya. Dan untuk sementara ini aku akan menjaga jarak dengan kalian. "


" Aku melakukan semua ini demi kamu Riss, karena aku tidak mau menyakiti kamu. Dan satu hal yang harus kamu tahu, dulu aku memang sangat mencintai Erika bahkan rasa itu tetap ada. Namun cinta itu berubah saat aku bertemu kamu Riss. Aku mencintai kamu apa adanya, dan aku suka dengan semua tentang kamu. Seandainya boleh memilih, aku lebih mencintai kamu Riss. Maafkan aku, aku bukan laki-laki plin plan. Tapi aku serius sama kamu. "


" Tapi maaf Kak, aku sama sekali tidak mencintai Kakak, maafkan aku. "


Aku pergi berlalu meninggalkan Kak Arsel bersama Erika. Aku tidak tahu keputusanku ini tepat apa tidak, tapi yang pasti aku ingin melihat Erika bahagia di samping Kak Arsel. Aku melakukan ini semata-mata ingin menyatukan mereka kembali dengan mengesampingkan kebahagiaanku sendiri.

__ADS_1


__ADS_2