Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 46 HADIAH TERAKHIR DARI ALMARHUM KAK STEFFAN


__ADS_3

Aku pun sudah kembali Ke kosan, dan saking lelahnya aku langsung ketiduran. Aku bahkan tidak sempat mandi dan pastinya melewatkan makan malamku.


Malam itu aku bermimpi tentang Kak Steffan. Dia datang di alam mimpiku, ku melihat Kak Steffan memakai baju serba putih dan tersenyum indah sekali padaku. Aku juga mencium bau wangi pada Kak Steffan. Mungkin ini pertanda Kak Steffan meninggal dalam keadaan Khusnul Kotimah dan mendapat tempat terindah Di surga.


Dia berpesan padaku.


" Rissa, kakak sudah tenang disini. Kamu cukup doakan Kak Steffan saja sekarang. Tapi Kakak cuma minta satu hal sama kamu Riss. "


" Apa itu Kak Steffan ?????? "


" Tolong lanjutkan cita-cita Kakak yang tidak kesampaian Riss. Dengan melihat kelak kamu bisa kuliah Kakak lega Riss dan Kakak akan senang sekali melihatmu dari sini "


" Insya Allah Kak, Rissa akan berusaha semampu Rissa agar bisa kuliah dan menggapai cita-cita Rissa Kak. "


" Ingat pesan Kakak, jadilah Kupu-Kupu Tak Bersayap seperti impianmu. Dan jangan lupa kelak datang ya ke Makam Kakak kalau kamu sukses nanti. "


" Iya Kak aku janji Kak. "


" Iya Riss, Kakak benar-benar tenang sekarang. Selamat tinggal Riss, jaga dirimu baik-baik ya. "


" Iya Kak Steffan, Selamat Tinggal Kak. "


Aku pun terbangun di tengah malam.


" Astaghfirullah Hal Adzim, " Ujarku malam itu.


Kak Steffan hadir dalam mimpiku malam ini. Dia memberiku pesan dan sebuah impiannya. Dan aku berjanji akan memenuhi impiannya.


Aku jadi teringat Hadiah Terakhir Dari Almarhum Kak Steffan padaku yang hanya boleh dibuka saat kak Steffan sudah meninggal. Aku mulai mencarinya. Dan akhirnya aku sudah menemukan kotak tas pemberian Kak Steffan.


Aku mulai membukanya, ternyata isinya adalah sebuah kalung emas dan liontin berbentuk kupu-kupu. Selain itu juga ada boneka kupu-kupu dan patung kaca berbentuk kupu-kupu. Tidak sengaja aku menjatuhkan sepucuk surat dari Kak Steffan


Lebih jelasnya seperti ini isi suratnya.


Dear Rissa,

__ADS_1


Ketika kamu membaca surat ini, kita sudah berada di dunia yang berbeda. Namun percayalah Kakak selalu ada di sisimu Rissa. Bagi Kakak, kamu adalah adik perempuan Kakak yang terimut meskipun kamu tidak pernah menyadarinya.


Sejak pertemuan pertama kita waktu itu waktu Kakak menabrakmu, aku suka padamu. Tapi rasa suka ini bukan karena cinta tapi lebih kearah peduli.


Dan sejak pertemuan kedua kita di perpustakaan Kakak terpana dengan cita-citamu yang setinggi langit. Kakak akui kamu adalah sosok yang optimis meskipun dengan keadaan yang kurang menguntungkan.


Rissa, jangan bersedih, jangan mengeluh dan jangan menangis. Lakukan sebaik mungkin selama kita masih diberi nikmat sehat dan hidup yang panjang. Kakak tahu perjuangan kamu tidak mudah, bahkan ada kalanya kamu menyerah dengan keadaan. Tapi tolong jangan pernah sedikitpun berhenti.


Menangislah !!!!!! Karena dengan menangis kamu akan merasa lebih baik dan lebih semangat lagi menata hidup.


Rissa, berjanjilah pada Kakak. Lanjutkan cita-cita Kakak yang tidak bisa Kakak gapai. Kakak yakin suatu saat nanti Rissa akan menjadi si Kupu-Kupu Tak Bersayap.


Agar Rissa semakin semangat, Kakak sengaja membelikan barang-barang yang berbentuk Kupu-Kupu. Dan untuk kalung itu Kakak beli dari hasil Kakak menang lomba Olimpiade. Kelak kalau kamu butuh bisa kamu gunakan untuk kebutuhanmu Riss..


Selamat berjuang Rissa, adik terimutku yang selalu aku sayang.


Ur Brother


Steffan


Aku langsung menyimpan kalung emas beserta liontin kupu-kupunya ditempat yang aman. Sedangkan boneka kupu-kupunya aku taruh di kasurku. Sedangkan untuk patung kacanya aku taruh dan tata Di meja belajarku.


Semua kenangan ini akan aku simpan dengan baik-baik. Karena sama saja ini adalah amanah dari Kak Steffan padaku. Aku berjanji meskipun kini Kak Steffan sudah tiada, namun hadiah terakhir dari Kak Steffan selamanya akan tetap ada di hatiku


Setelah itu aku melanjutkan tidur malamku dan berharap bisa nyenyak sampai subuh hari.


Adzan subuh membangunkanku, segera saja aku tunaikan kewajibanku untuk shalat tepat waktu. Rutinitas harianku setelah shalat subuh adalah belajar dan mengerjakan tugas-tugas sekolah.


Hingga akhirnya aku bersiap-siap untuk berangkat Ke sekolah. Ternyata Kak Morgan sudah menungguku Di depan Kosku.


" Kak Morgan, aku fikir Kak Morgan tidak menjemputku hari ini. "


" Riss, nanti sepulang sekolah aku mau Ke makam Steffan, kamu mau ikut apa gak ? "


" Iya Kak aku mau ikut. "

__ADS_1


" Ya sudah nanti sepulang sekolah kita langsung berangkat kesana. "


" Iya Kak Morgan. "


Sesampainya Di sekolah aku segera masuk kelas dan bersiap memulai pelajaran hari ini dengan baik. Aku bersungguh-sungguh dalam mengerjakan setiap tugas sekolah dengan harapan tetap aku juara kelasnya.


Akhirnya sekolah pun usai.


" Ayo Riss, kita langsung Ke makamnya Steffan ya. "


" Iya Kak, ayo. "


" Apa gak sebaiknya kita makan siang dulu saja Riss, setelah itu kita langsung Ke makam gimana. "


" Mending kita langsung Ke makam saja Kak, urusan makan siang bisa belakangan. "


" Ya sudah kalau begitu Riss. "


Tiba sudah perjalanan kita Di Makam Kak Steffan. Kak Morgan menggandengku berjalan menuju pusara Kak Steffan. Setelah sampai Kak Morgan langsung duduk disamping pusara Kak Steffan. Dia membantuku menabur bunga yang kita beli Di jalan.


Setelah itu kita berdoa untuk Kak Steffan. Kak Morgan kusu' sekali mendoakan sahabat terbaiknya tersebut. Dan sesekali air matanya jatuh membasahi pipinya, luka dihatinya karena kehilangan Kak Steffan masih teramat sakit.


Kak Morgan menumpahkan isi hatinya yang sangat menyayat hati Di makam kak Steffan.


" Steff, sahabat baikku semoga tenang ya disana. Aku kangen masa-masa kita masih bersama. Aku belum bisa benar-benar menerima kalau kita sudah berada di alam yang berbeda Steff. Andai waktu bisa ku putar kembali, aku ingin mengulang kenanganku bersamamu kembali. Kenapa kamu pergi secepat ini Steff, padahal aku belum sempat mengajakmu jalan-jalan lagi seperti dulu. Aku kangen kamu Steff, aku ingin ketemu kamu lagi Steff. Berjanjilah untuk menungguku disana Steff, " Kak Morgan menangis sesenggukan. Tangisannya tumpah saat aku berusaha menguatkannya dengan pelukanku.


" Sabar Kak, jangan menangis lagi. Kak Steffan sudah bahagia disana Kak. Saat ini pasti Kak Steffan sudah damai di alamnya yang baru. Tugas kita sekarang adalah selalu mendoakannya setiap waktu. "


" Iya Riss, penyesalan terakhirku adalah aku berbaikan lagi dengan Steffan di sisa usia Steffan yang hanya sedikit. Aku menyesal baru bersamanya lagi saat dia sudah divonis Kanker. "


" Setidaknya Kak Steffan sudah bahagia di sisa usianya masih bisa bertemu Kak Morgan. "


" Iya Ris, terima kasih ya semuanya ini berkat kamu Riss. "


" Iya. "

__ADS_1


__ADS_2