Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 78 FARREL ATAU ARWAHNYA ????


__ADS_3

Aku memandang Farrell yang pamit pulang pada ku dengan tatapan pilu. Laki-laki terbaik yang sudah menjalin persahabatan dengan ku kini pamit untuk pergi meninggalkan ku. Semoga saja firasat ku akhir-akhir ini salah dan besok aku masih bisa melihat wajah yang kini selalu aku rindukan tersebut.


Kini aku menutup pintu kosan ku dan segera bersiap untuk pergi beristirahat. Aku mulai memejamkan mata ku, namun aku teringat boneka pemberian Farrell. Aku mengambilnya untuk menemani tidur malam ku hari ini.


Namun, aku tidak bisa tidur. Semakin lama aku memejamkan mata ku, semakin lama juga wajah Farrell terus membayangi ku. Aku duduk dan mengambil handphone ku, dan ingin menghubungi Farrell.


Farrell langsung mengangkat telfon ku, aku bersyukur sekali dia mau mengangkat telfon ku. Dia sadar sekali akan kegalauan ku yang semakin merajalela ini.


" Hallo, Rell. "


" Hallo Riss, iya ada apa Riss ??? "


" Rell, kamu lagi apa ???? "


" Ini lagi nongkrong sama teman - teman. Kamu kok belum tidur ???? "


" Belum Rell. "


" Kenapa kok belum tidur Riss ????. Sudah malam, tidur gih. "


" Aku tidak bisa tidur Rell. "


" Kenapa Riss ???. Apa kamu masih kepikiran sama aku ya ???? "


" Iya Rell. "


" Aku kan sudah bilang sama kamu kalau aku pasti baik-baik saja. Ini aku masih ngumpul sama teman-teman. Kamu gak usah mikir yang aneh-aneh ya. "


" Iya Rell, kamu kok gak pulang Rell. Ini kan sudah terlalu malam Rell. "


'' Iya nanggung sebentar lagi Riss. Sebentar lagi aku pasti pulang kok ya. "


" Iya Rell, cepat pulang Rell. Sepertinya langit mendung dan sebentar lagi akan turun hujan lebat Rell. Kamu harus cepat pulang ya. "


" Iya cantik, kamu ini cantik-cantik cerewet sekali ya, " Kelakar Farrell.


" Aku begini karena aku yang terlalu mengkawatirkan mu Rell. "


" Iya aku tahu Riss, kamu peduli dengan keadaan ku. Terima kasih ya Riss. "

__ADS_1


" Iya Rell. "


" Ya sudah Riss, kamu bubuk dulu ya. Nanti kalau aku sudah pulang dan sudah sampai Di rumah aku kabarin kamu ya Riss. Nanti aku telfon kamu ya. "


" Iya Rell, aku tunggu telfon dari kamu ya Rell. "


" Iya Riss, tenang saja aku pasti akan menghubungi mu nanti dan memberi mu kabar. Jangan terlalu mengkawatirkan ku, nanti kamu jatuh cinta pada ku. "


" Apaan sih Rell, cinta itu tidak perlu diungkapkan tahu !!! "


" Jangan mencintai ku Riss. "


" Kenapa Rell ???? "


" Waktunya kini tidak tepat Riss. ''


" Maksudnya ???? "


" Karena aku... karena aku takut takut tidak bisa membahagiakan mu untuk saat ini Riss. "


" Kenapa Rell ??? "


" Kamu kok ngomong gitu sih Rell. "


" Gak apa-apa Riss. Hanya ingin kamu tahu besarnya cinta ku, tingginya hayal ku bersama mu. Tuk lalui waktu yang tersisa kini, di setiap hari ku. Di sisa akhir nafas hidup ku, " Farrell menyanyikan lagu untuk ku dengan suara indahnya. "


Aku terharu dengan lagu yang telah dinyanyikan Farrell untuk ku. Aku sangat menyukainya dan membuat mata ku berkaca-kaca. Namun sebelum aku menjatuhkan air mata ku, dan hampir menangis Farrell menasehati ku kembali.


" Riss, bukankah kamu sudah berjanji pada ku untuk tidak menangis lagi saat aku tidak ada disamping mu ??? "


" Lagu yang kamu nyanyikan tadi membuat ku menangis Rell, " Rengek ku.


" Oh gitu, kamu jadi baper ta ??? "


" Iya Rell. "


" Ya sudah ya, aku gak enak sama teman-teman nih. Nanti aku telfon lagi ya kalau sudah sampai Di rumah."


" Iya Rell, aku tunggu telefon dari mu. "

__ADS_1


" Iya Riss, oiya Riss aku boleh minta satu permintaan gak sama kamu ??? "


" Apa Rell ?? "


" Berjanjilah pada ku, untuk jangan bersedih dan menangis lagi saat aku tidak ada di samping mu, kamu harus selalu bahagia ya meski ada dan tidak adanya aku bersama mu. Janji dong, aku ingin mendengar suara mu. "


" Iya Rell, aku janji tidak akan sedih lagi apalagi menangis. Aku akan selalu bahagia meskipun ada tidaknya diri mu. "


" Iya sudah kalau begitu, aku pegang janji mu. "


" Iya Rell. "


" Iya sudah, aku tutup dulu ya telfonnya. "


" Iya Rell. "


Aku lantas mematikan telefon dan segera memejamkan mata ku. Namun aku akan selalu menunggu telefon dari Farrell untuk memastikan dia sudah sampai Di rumahnya.


Aku pun tertidur cukup pulas malam ini, hingga tidak sengaja aku terbangun jam 02.00 dini hari. Aku langsung mengambil ponselku dan mengecek panggilan masuk. Namun tidak ada panggilan masuk dari Farrell di ponsel ku. Namun ada SMS masuk yang buru-buru aku baca.


Berikut pesan singkat yang ternyata dikirim Farrell pada ku.


" Aku sangat mencintaimu sampai ajal menjemput ku Kupu-kupu tak bersayap ku. I Love You. "


Pesan singkat yang dikirimkan Farrell meskipun singkat namun mengandung makna yang dalam. Aku sampai meneteskan air mata ku saat membacanya. Saat aku melihat pesan singkat yang dikirimkan Farrell, aku juga mengecek waktu atau jam Farrell mengirimkannya pada ku. Pesan tersebut dikirim jam 01.00. Harusnya Farrell sudah hampir sampai sekarang.


Aku mencoba menghubungi Farrell, namun nomornya tidak aktif. Aku terus mencoba menghubunginya berkali-kali namun tetap tidak bisa. Aku mulai panik saat itu karena perasaan ku mulai tidak enak. Pasti ada yang tidak beres terjadi pada Farrell.


Tiba-tiba ada suara aneh yang mengagetkan ku dini hari ini. Aku segera membuka pintu kamar ku dan melihat ke arah luar. Namun aku tidak bisa membuka pintu gerbang ku karena di kunci oleh pemilik kosan.


Tiba-tiba sekejap aku melihat seperti sesosok bayangan yang berdiri di kegelapan dan kini melihat ku !!!!. Langsung saja bulu kuduk ku berdiri. Aku merinding karena sosok tersebut melambaikan tangan pada ku. Namun aku mengumpulkan keberanian dan melihatnya lebih dekat.


Betapa kagetnya aku, ternyata sosok itu adalah Farrell. Aku bingung kenapa Farrell ada Di kosan ku dini hari begini. Harusnya dia sudah sampai Di rumahnya jam segini. Apakah dia kesini hanya untuk sekedar melihat ku saja ????.


Lantas buat apa dia mengirimkan pesan singkat padaku ????.


Dan kini kenapa Farrell tidak mau mendekat ke arah ku dan justru diam di tempat dan terus melambaikan tangannya ????. Dia tersenyum pada ku dan wajahnya tampak pucat sekali.


Aku mencoba memanggilnya namun dia justru terus melambaikan tangannya padaku seolah-olah itu adalah pertanda dia akan pamit untuk pergi meninggalkan ku selama-lamanya.

__ADS_1


Tiba-tiba sosok bayangan tersebut tiba-tiba menghilang. Saat aku mulai mencoba menggapai kesadaran ku, aku masih terus bertanya-tanya barusan itu Farrell atau Arwahnya ?????.


__ADS_2