
Tidak terasa hari ini adalah pembagian rapot dan pengumuman juara kelas. Aku mendapat juara 2 sedangkan juara 1 adalah Rayhan. Aku semakin bersemangat belajar dikarenakan sebentar lagi akan ada ujian nasional dan yang akan menjadi standar kelulusan kami semua.
Di saat banyak teman-temanku yang bergolongan menengah keatas berlomba-lomba mengikuti les tambahan Di salah satu kursus pendidikan yang lumayan mahal, aku justru hanya belajar Di rumah sendiri. Yah memang beginilah nasib orang miskin sepertiku.
Tiba-tiba waktu itu ketika jam istirahat Intan, teman sebangkuku dan yang sekaligus sahabat dekatku mengungkapkan sebuah penyesalannya padaku.
" Riss, aku boleh gak ngomong jujur sama kamu. "
" Iya kenapa Tan, ada apa. "
" Aku merasa bersalah sekali sama kamu Riss, aku sangat menyesal sekali Riss. "
" Aku makin gak ngerti deh Tan memangnya kamu kenapa sih. "
" Riss, setelah aku ngomong jujur sama kamu aku harap kamu jangan pernah membenciku ya, tolong maafkan aku Riss. "
" Iya Tan iya. "
" Riss, akulah sumber dan salah satu orang yang sudah merusak hubungan kamu dan Rayhan " Intan menangis sesenggukan karena merasa menyesal pernah melakukan kesalahan padaku.
" Astaghfirullah hal adzim Intan.. kamu.. kamu, " Bagai petir di siang bolong aku kaget mendengar pengakuan Intan tersebut.
" Iya Riss, aku menyesal melakukan itu dan tidak tahu kejadiannya akan menjadi seperti ini. "
" Bagaimana bisa kamu melakukan ini padaku Tan, salahku apa sama kamu Tan. "
" Tidak Riss, kamu tidak pernah punya salah sama aku. Waktu itu aku melakukannya hanya karena aku butuh uang buat pengobatan Ibuku yang sakit. "
" Siapa yang menyuruhmu Tan. "
" Saudara tirimu Tan, Nita dan Sinta. "
__ADS_1
" Jadi mereka yang menyuruh kamu untuk memata- mataiku. "
" Iya Riss, karena mereka iri denganmu. "
" Bagaimana bisa kalian saling mengenal. "
" Kami kenal ketika kita ketemu di tempat fotokopian. Disaat itu kita berkenalan, dan dari sana dia menawarkan diri untuk memberikan informasi tentang kamu sama dia. "
" Salah apa aku sama mereka, kenapa mereka tega melakukan ini sama aku. "
" Yang aku tahu mereka memang tidak suka sama kamu Riss, mereka ingin membuat kamu terlihat buruk di mata Orang Tuamu Riss. Mereka licik sekali riss. "
" Iya Tan. "
" Sekarang kamu ngomong sama aku Riss, apa yang bisa aku lakuin ke kamu agar aku bisa menebus semua kesalahanku ke kamu Riss. "
" Gelas yang pecah tidak akan kembali utuh. "
" Apa menurutmu gelas yang sudah pecah bisa diperbaiki kembali, meskipun bisa pun gelas itu tidak akan bisa berbentuk seperti sedia kala. "
" Aku harus bagaimana Riss. "
" Begitu pun cinta dan perasaan, kalau sudah hancur tidak akan bisa seperti semula. "
" Kalau pun aku harus bersujud, aku pun akan bersujud meminta ampun padamu dan Rayhan Riss. "
" Tidak perlu Tan, aku sudah tidak punya hubungan apa-apa sekarang dengan rayhan. Dia pun sudah tidak peduli lagi denganku. "
" Kamu salah Tan. "
" Salah apanya. "
__ADS_1
" Saat kamu jatuh pingsan, yang pertama lari menyelamatkanmu dan menggendongmu ke UKS itu adalah Rayhan, dan dia memintaku untuk merahasiakan ini darimu Riss. "
" Kenapa. "
" Karena dia tidak ingin kamu tahu kalau dia masih peduli padamu Riss, aku tahu sebenarnya Rayhan masih memiliki perasaan sama kamu Riss. "
" ........... "
Aku pergi meninggalkan intan, aku hanya ingin sendiri saat ini. Intan, sahabat yang ku anggap sahabat terbaikku adalah orang yang sudah menghancurkan hubunganku dengan Rayhan. Aku ingin menampar Intan saat itu, tapi aku tidak tega karena Intan melakukan itu semua demi pengobatan ibunya.
Aku pergi ke perpustakaan, aku melampiaskan amarahku disana. Aku menangis sesenggukan disana, tak sengaja ku melihat tempatku dan rayhan bertemu justru membuatku semakin sedih. Tempat duduk biasa aku bertemu dengan Rayhan memang berada Di pojok dan sedikit sepi karena terhalang beberapa rak buku.
Banyak sekali kenangan disini, aku menghapus air mataku lalu aku pergi ke toilet untuk membersihkan wajahku.
Setelah itu aku menuju Musholla Di sekolahku, aku mengambil air wudhu dan shalat dengan penuh khusu'. Aku tumpahkan segala kesedihan dan kegundahan ku saat itu dan berharap Allah memberikan ketenangan untukku.
Seandainya saja Intan tidak mau untuk memata- mataiku mungkin saat ini aku masih bersama Rayhan. Tapi aku tidak mau terlarut dalam kesedihan, mungkin di balik semua ini ada hikmahnya.
Hari demi hari berlalu dan hari ini adalah Ujian Nasional, aku sudah siap mengikutinya. Beberapa Try out pun berhasil aku lewati dengan nilai-nilai yang memuaskan.
Ujian akhir sekolah maupun ujian praktiknya aku lewati dengan sempurna. Semalaman aku belajar hingga larut dan berharap aku bisa melalui ujian nasional di hari pertama ini dengan baik. Soal demi soal aku kerjakan dengan baik hingga aku bisa menyelesaikannya sebelum waktu berakhir. Selama empat hari pelaksanaan ujian nasional ini aku lalui tanpa kendala. Yah hingga tiba waktunya menunggu kelulusanku.
Hingga tiba waktunya kelulusan sekolah diumumkan. Kita semua berkumpul Di lapangan sekolah. Ternyata 100 % lulus semua.
Hingga tiba waktunya pengumuman nilai kelulusan terbaik. Tanpa sadar namaku di panggil oleh Bapak Kepala Sekolah dengan Prestasi Nilai Tertinggi. Subhanallah, nikmat mana lagi yang akan ku dustakan. Aku pun maju Ke depan, Alhamdulillah aku diberi Piagam Penghargaan dan Beasiswa Masuk ke SMA Favorit di kotaku.
Aku menangis bahagia, upayaku dan usahaku berbuah manis. Guru-guru memelukku semua, yah semua berkat mereka juga pencapaian ini bisa terjadi. Bahagia bercampur sedih yang aku rasakan. Bahagia karena sebentar lagi aku akan melangkah lebih tinggi lagi menggapai cita-cita dan impianku. Sedih karena sebentar lagi aku akan meninggalkan kenangan disini. Kenangan yang indah, kenangan yang mungkin akan terukir dalam hatiku.
Allah menyadarkanku bahwa meskipun aku kehilangan cintaku, tapi dibalik semua itu justru menjadi pribadi yang lebih kuat lagi dan lebih semangat lagi. Dan aku persembahkan piagam penghargaan ku ini untuk Orang Tuaku, karena seberapa keras pun mereka mendidikku mungkin itulah cara mereka menyayangiku dan menjagaku. Tanpa mereka aku pun tidak akan bisa menjadi seperti ini.
Seragam Putih Biruku, Tiga tahun sudah engkau menemaniku. Suka dan duka kita lewati bersama dan kau pun sebagai saksi biksu indahnya masa-masa remajaku yang penuh dengan cerita. Disinilah perdana aku mengenal dan bertemu cinta pertamaku, ciuman pipi pertamaku, dan disinilah juga aku bermimpi kelak ingin menjadi kupu kupu yang bisa terbang. Meskipun aku tidak bersayap tapi dengan mimpiku yang setinggi langit semoga suatu saat nanti aku bisa berhasil dan namaku mengudara.
__ADS_1
Meskipun cinta pertamaku berhenti dan kandas disini, aku berharap akan ada cinta terakhirku kelak yang akan menyambutku.