Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 113 LUKA MENYISAKAN TRAUMA


__ADS_3

" Lalu siapa Bella itu ??? " Aku memberanikan diri bertanya pada Bryant.


" Kamu benar-benar ingin tahu tentang masa laluku ??? "


" Iya, " Jawabku.


" Gue dulu pernah mencintai seorang cewek, gue sangat mencintai dia. "


" Lalu ??? "


" Dia cinta pertama gue, namun harus berakhir dengan perpisahan yang buat gue sangat terpukul dan hancur. Gue gak nyangka cinta pertama gue bakal kayak gini. Gue sungguh sangat mencintai dia sepenuh hati, mencintai dia apa adanya. Meskipun gue tahu dia berasal dari keluarga kalangan bawah, gue gak peduli. Gue benar-benar mencintai dia. "


" Memangnya kamu putus dengannya karena apa ??? "


" Dia dijodohkan oleh keluarganya dengan laki-laki pilihan keluarganya. "


" Lalu dia menerima perjodohan itu ??? "


" Ya dia menerima perjodohan itu dengan alasan dia ingin berbakti pada orang tuanya dan tidak ingin menjadi anak yang durhaka. Padahal dia tahu kalau baik dia dan gue sama-sama saling mencintai. Namun dia lebih memilih permintaan perjodohan keluarganya tersebut. "


" Berapa lama kalian pacaran ??? "


" Kurang lebihnya hampir enam tahunan, gue kenal dia sejak masih SMP. Dan ketika kita lulus SMA kemarin itu dia mutusin gue karena perjodohan itu. "


" Lalu Cassandra ??? Jangan katakan dia adalah pelarian kamu saja ??? "


" Cassandra itu awalnya adalah sahabat terbaik gue, gue juga sudah lama kenal dia. Gue bersahabat dengannya juga sejak masih SMP, jadi bisa dikatakan gue sudah sangat mengenalnya. "


" Lalu bagaimana bisa kamu jadian dengannya ??? "


" Cassandra sudah lama mencintai gue, jadi saat dia tahu gue patah hati dia langsung menawarkan diri untuk mengisi hati gue. Jadi gue memberi kesempatan padanya hingga kejadian perselingkuhan yang dia lakukan. ''


" Jadi karena alasan itu kamu membenci orang miskin sepertiku ???? "


'' Ya karena bagi gue, orang miskin seperti Lo tidak bisa menghargai cinta. Orang-orang miskin hanya memikirkan urusan perut mereka, dan demi uang mereka mengorbankan semuanya termasuk kebahagiannya sendiri. "


" Asal kamu tahu, tidak semua orang miskin yang bersikap seperti Bella. Masih banyak orang-orang miskin di luar sana yang masih memperjuangkan harga diri mereka diatas uang !! Jadi tidak serta merta semua orang miskin seperti yang ada dalam fikiran mu."


" Gue tidak tahu tapi yang pasti saat aku kehilangan cinta pertama gue, gue sungguh-sungguh terluka dan trauma. Ditambah saat gue kemarin di selingkuhi oleh Cassandra, sungguh gue benar-benar hancur. Tapi gue bisa apa ??? Gue hanya bisa menerima yang telah terjadi meskipun sebenarnya gue sungguh-sungguh sangat marah sekali. "


" Aku bisa memahami apa yang kamu rasakan, tapi jangan memberi stigma negatif pada orang miskin. Tidak semua orang miskin itu sama seperti mantan cinta pertama kamu, Bella. "

__ADS_1


" Iya, gue tahu. Lalu gue boleh tanya sesuatu pada lo. "


" Apa ?? "


" Farrell itu bukankah pacar lo yang meninggal itu kan ??? "


" Farrell itu adalah sahabat terbaikku, dia selalu ada buatku baik suka dan duka. Dan aku sangat yakin tidak akan ada laki-laki lain sebaik dia di dunia ini. Dia selalu membantuku saat aku banyak masalah. Sayangnya saat dia mengatakan sangat mencintaiku, aku tidak bisa membalas cintanya. Baru saat dia mengalami kecelakaan dan hampir meninggal, aku menyadari kalau aku juga mencintainya. Dan kamu tahu ??? Aku baru menyadari perasaan cinta itu saat semuanya terlambat. Bukankah itu adalah sebuah penyesalan terbesar yang pernah aku rasakan ??? "


" Iya gue tahu, mungkin gue juga tidak akan bisa menjadi seperti Farrell, sahabat lo itu. "


" Iya Bryant. "


" Sebegitu berartinya Farrell buat lo ya Rissa ??? "


" Iya dia sangat berarti sekali buatku, dan sayangnya Tuhan mengambilnya dariku. Seandainya boleh memilih, aku ingin Tuhan membiarkan Farrell untuk hidup kembali dan menemani hidup ku yang keras ini."


" Lo harus benar-benar mengikhlaskan kepergian dia, kasihan dia tidak akan tenang disana. Seharusnya lo berharap agar Tuhan mengirimkan laki-laki sebaik Farrell itu. Bahkan laki-laki yang jauh lebih baik lagi. "


" Aku yakin tidak akan ada laki-laki sebaik Farrel, tidak akan ada, " Jawabku putus asa.


" Jangan seperti itu, lo harus optimis akan ada laki-laki sebaik Farrell itu. "


" Maksud Lo ???? "


" Lalu apa kamu juga optimis dengan cintamu ??? "


Bryant diam membisu dan menundukkan kepalanya.


" Gue juga gak tahu dengan cinta dan perasaan gue. Cinta ini benar-benar membunuh hidup gue. Sebuah Luka Yang Menyisakan Trauma ini benar-benar buat gue hancur !!! "


" Sabar ya, aku tahu kamu adalah laki-laki yang kuat. "


" Lo salah Riss, gue tidak sekuat seperti yang lo lihat. "


" Apa maksud kamu ??? "


" Fisik gue kelihatan kuat, tapi tidak dengan hati gue. "


" Maaf aku tidak tahu, karena kita pun juga baru kenal."


" Iya. "

__ADS_1


Angin semilir malam membuat kami benar-benar kedinginan, terlebih Bryant yang tidak memakai jaket.


" Kamu pakai ya jaketnya, aku tidak tega melihat kamu kedinginan tanpa jaket. "


" Gak usah Lo pakai saja. "


" Tapi kamu benar-benar kedinginan kan ???? "


" Gak apa-apa. "


Dan tiba-tiba saja Bryant duduk mendekat padaku, dia menggigil kedinginan. Sehingga aku membagi jaket berdua dengan Bryant. Tidak hanya itu antara sadar dan tidak sadar tiba-tiba Bryant memelukku dengan erat. Aku bingung, bagaimana bisa aku berpelukan dengan laki-laki yang tidak ada hubungan denganku ini ???.


" Lepaskan Bryant, kita tidak bisa seperti ini. "


" Lo jangan mikir macem-macem, gue begini karena gue benar-benar kedinginan dan butuh kehangatan. "


" Kehangatan ???? "


" Iya. "


" Jangan ambil kesempatan dalam kesempitan ya. Dasar otak mesum kamu ??? "


" Terserah Lo, tapi kalau gue mati membeku disini Lo harus tanggung jawab ya. "


" Jangan ngomong aneh-aneh kamu disini. "


" Aku kedinginan Riss, " Bryant menggigil kedinginan.


" Berarti kamu benar-benar kedinginan Bryant ??? "


" Iya Riss, aku gak kuat. "


Aku merapikan jaket yang kami pakai berdua, dan kini aku sungguh benar-benar takut terjadi apa-apa dengan Bryant. Karena bagaimanapun juga dia berada disini karena berusaha untuk membantuku. Seandainya dia tidak peduli padaku, mungkin malam ini aku sendirian di tempat ini.


Dengan sedikit ragu-ragu aku memeluk Bryant dan ternyata dia pun membalas pelukanku dengan sangat erat. Kami pun sama-sama memejamkan mata kami malam ini dan berharap bisa tertidur pulas sehingga bisa sedikit mengurangi rasa dingin yang sedang memburu kami.


Aku berharap besok pagi kami bisa bangun dan ada keajaiban. Semoga ada seseorang yang bisa membantu kami untuk bisa keluar dari tempat ini. Aku tidak bisa lama-lama ada ditempat seperti ini. Entah sampai kapan kami bisa bertahan dengan kondisi seperti ini.


" Aku mencintaimu, sungguh sangat mencintaimu, " Bryant sepertinya sedang bermimpi.


Aku tidak tahu untuk siapa kata-kata tersebut dia ucapkan dalam buaian mimpinya.

__ADS_1


__ADS_2