Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 119 HAMPIR DIPERKOSA


__ADS_3

Kami masih menikmati acara party malam ini. Kami pun mulai makan-makan menikmati hidangan santapan malam ini. Sebenarnya acara malam ini kami semua mahasiswa baru bergabung dari berbagai fakultas. Namun tetap saja kami tidak bisa berbaur karena banyaknya mahasiswa dari berbagai jurusan yang ada.


Dan tiba-tiba ponsel Erika berdering dan dia langsung mengangkatnya. Hingga pada akhirnya dia terlihat terburu-buru sekali dan pamit pulang padaku.


" Rissa, maaf ya aku buru-buru pulang malam ini. Papa aku masuk Rumah sakit karena serangan jantung. Kamu pulang sama aku sekarang yuk biar aku anter kamu Ke kosan dulu. Aku kepikiran kalau kamu pulang sendirian malam-malam begini. "


" Gak usah Rik, udah kamu pulang duluan saja. Papa kamu lebih butuh kamu saat ini Rik. Nanti aku bisa pulang sendiri kok. Sudah ya kamu gak usah mikirin aku. Sudah kamu pulang duluan ya, hati-hati di jalan ya Rik. "


" Ya sudah ya Riss, aku pulang dulu ya. Kamu juga harus hati-hati nanti kalau pulang ya. "


" Iya Erika. "


Erika pun segera berlari untuk Ke rumah sakit menemui Papanya yang sedang berjuang untuk terus hidup. Aku tidak lupa berdoa untuk kesembuhan orang tua sahabatku tersebut. Semoga Papanya Erika bisa melewati masa-masa kritisnya dan bisa sehat kembali seperti sedia kala.


Akhirnya acara pun selesai, dan aku segera pulang Ke kosan. Sebenarnya aku takut pulang sendirian pas malam-malam begini. Namun aku terus berdoa untuk keselamatan ku malam ini.


Sebenarnya malam ini masih ramai karena masih banyak mahasiswa yang tidak langsung pulang ke kosan ataupun kerumahnya. Namun entah kenapa hatiku terasa tidak enak sekali malam ini. Seperti sebuah firasat akan terjadi sesuatu denganku.


Hingga sampai di depan kampus jalanan masih ramai, dan aku terus berjalan dari banyaknya mobil dan motor yang berjejer mengantri dari jalanan yang macet. Sungguh aku sedikit merasa iri dengan mereka yang tanpa harus merasakan capeknya berjalan kaki untuk kuliah. Terlebih saat berjalan kaki di siang hari yang panas demi mengejar ilmu di kampus tercinta ini. Tahu kan cuaca panasnya kota Surabaya ????.


Hingga pada akhirnya aku tiba di jalanan yang memang sedikit sepi karena lahan kosong yang belum berpenghuni. Dan tidak jauh dari sana aku melihat seseorang yang sangat mencurigakan. Dua laki-laki yang wajahnya sangat menakutkan dan badannya kekar sekali. Aku sudah menyangka mereka bukan laki-laki yang baik.


Aku menoleh ke belakang, ke kanan dan ke kiri. Sayangnya jalanan menuju kosan ku malam ini sangat sepi sekali karena biasanya masih ramai. Apakah malam ini sudah terlalu larut hingga sepi seperti ini ????


Aku mau putar balik tapi mau kemana, akhirnya aku memberanikan diri tetap berjalan. Sambil kaki ini terus bergetar, tiba-tiba dua laki-laki tersebut mendekatiku.


" Kalian mau apa ???? "


" Tenang saja cantik, mau kemana sih kok buru-buru amat ??? "


" Tolong jangan ganggu aku, aku mau pulang. Kalau mau, ambil saja handphone dan dompet ku. "

__ADS_1


" Cantik, kita ini gak butuh barang-barang kamu. "


" Lalu kalian mau apa, jangan ganggu aku. Aku mau pulang !!! " Aku mulai menangis.


" Kita ini cuma mau tubuh kamu cantik. "


" Jangan macam-macam ya, aku teriak ni. "


" Teriak saja, gak akan ada yang dengar. Bukankah ini sudah malam dan tempat yang sepi, jadi siapa yang bakal menolong mu cantik ??? "


Dua laki-laki tersebut lantas terus mendekatiku hingga salah satu dari mereka berhasil memegang tanganku. Aku berusaha berontak namun tenaga mereka sangat kuat. Aku terus menangis dan berdoa dalam hati, semoga Tuhan mendengar doaku dan mengirim malaikat untuk menolongku.


" Tolong, jangan sentuh aku !!!! Tolong.......... !!!!!!!! Tolong !!!!!!!! "


Tapi tidak ada satupun orang yang mendengar teriakan minta tolong ku. Aku mulai pasrah dan menangis sesenggukan saat mereka hampir merenggut kesucian ku. Namun aku terus berdoa, Tuhan tidak akan membiarkan aku hancur malam ini. Aku berusaha mengambil batu dan melemparkan kearah mereka. Hingga akhirnya aku bisa melarikan diri.


Sialnya karena aku memakai sepatu high heels aku tersandung dan terjatuh. Hingga dua laki-laki tersebut berhasil merobek gaunku hingga terlihat jelas dadaku.


Aku berteriak sekencang-kencangnya dan berusaha lepas dari cengkraman mereka berdua yang hampir merenggut kesucian ku.


Dua laki-laki tersebut terus berusaha merobek bajuku dan melepaskan pakaianku. Aku istighfar dalam hati semoga saja masih ada keajaiban untukku selamat dari peristiwa penuh noda ini. Aku menangis mengingat nasibku malam ini.


Hingga pada akhirnya keajaiban itu benar adanya. Tuhan mengabulkan doaku malam ini dengan mengirimkan malaikat penolongku.


" Berhenti !!!!!!! " Teriak Malaikat penolongku tersebut.


" Bryant, " Batinku dalam hati.


Bryant langsung menghajar dua laki-laki yang berusaha merenggut kesucian ku malam ini. Terjadilah perkelahian diantara mereka bertiga. Bryant berhasil mengalahkan mereka semuanya hingga pada akhirnya salah satu dari mereka membawa sebuah bilah pisau dan hampir menusuk Bryant. Namun Tuhan mengirimkan satu malaikat penolong lagi untuk kami. Dialah yang menghajar penjahat yang membawa pisau tersebut. Dan terjadilah perkelahian sengit lagi satu lawan satu.


Aku terus berdoa untuk keselamatan kami malam ini. Dan aku baru sadar siapa yang datang menyelamatkan kami.

__ADS_1


" Arsel ????? " Aku bahagia bercampur bingung melihat dia datang malam ini.


Hingga pada akhirnya mereka mengalahkan kedua penjahat itu.


" Siapa yang nyuruh Lo perkosa dia ???? Jawab !!!! Lo gak mau jawab, gue bunuh saat ini juga Lo !!!!!! " Bryant bertanya pada penjahat itu.


" Maaf, tolong maafin saya mas. Saya hanya disuruh. "


" Iya disuruh siapa Lo !!!!! "


" Non Cass Cassandra Mas !!!!! "


" Brengsek, pergi Lo dari sini !!!! Bilang sama yang nyuruh lo, temui gue sekarang !!!!! "


" I... Iya mas, " Jawab mereka sambil pergi begitu saja.


Arsel membantuku untuk berdiri dan terus memelukku karena mungkin dia tahu saat ini aku masih benar-benar ketakutan dan trauma atas kejadian barusan.


" Terima kasih, " Jawabku sambil gemetar.


" Ya sudah biar Lo gue anter naik mobil gue. " Bryant menawarkan diri.


" Gak usah, aku bisa pulang sendiri. Aku gak mau dapat masalah lebih besar lagi karena kamu !!!! "


" Ya sudah biar aku saja yang antar kamu ya Rissa. Aku takut penjahatnya masih ada di sekitar sini. " Arsel menawarkan diri.


" Iya sudah kalau begitu. " Aku menerima tawaran Arsel.


Arsel menutupi dadaku yang terlihat dengan jaketnya. Dia lalu merangkul dan mengajakku ke mobilnya dan mengantarku ke kosan. Sebelum aku pergi, aku menatap kearah Bryant dan entah kenapa tatapannya sangat dalam sekali padaku.


Tatapan aneh yang aku sendiri tidak mampu menebaknya....

__ADS_1


__ADS_2