
Kami masih terus mengejar mobilnya Kak Arsel, bahkan Bryant mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Padatnya lalu lintas membuat kami agak sulit mengemudi dengan mudah. Hingga pada akhirnya jalanan sedikit lengang dan Bryant akhirnya bisa menemukan mobilnya Kak Arsel.
" Lo harus janji pada gue kalau lo harus jujur tentang perasaan lo pada Arsel. Katakan semuanya dan sejujurnya. Perjuangkan cinta kalian, " Ucap Bryant.
" Iya Bryant, makasih ya sejauh ini kamu selalu ada buatku. Dan sekali lagi aku minta maaf karena tidak bisa membalas perasaan kamu padaku. "
" Tidak masalah Riss, santai saja. Bagi gue, kebahagiaan lo sangat penting. "
" Iya. "
Akhirnya kami bisa mengejar mobilnya Kak Arsel dan kini mobil Bryant berhenti tepat di depan mobilnya Kak Arsel. Dan Bryant langsung mendorongku keluar.
" Lo keluar sekarang, " Kata Bryant.
" Tapi a... aku.... " Jawabku terbata-bata.
" Gak usah banyak alasan, sekarang waktunya lo perjuangkan kebahagiaan lo sendiri. Sana cepat lo keluar temui Arsel. "
Aku pun segera keluar dari mobilnya Bryant dan disaat yang bersamaan Kak Arsel juga keluar dari mobilnya. Dengan langkah ragu-ragu, aku segera melangkahkan kakiku menuju padanya.
" Apa yang membawamu kemari Riss ??? " Kak Arsel bertanya padaku.
" A... aku hanya ingin mengatakan sesuatu pada Kak Arsel. "
" Tentang apa ??? "
" Tentang hubungan kita. "
" Maksud kamu apa Riss ???? "
" Aku akan sama-sama berjuang bersama Kak Arsel meraih kebahagiaan kita. Kita akan sama-sama berjuang bersama Atas Nama Cinta Kita. Apapun yang terjadi mulai sekarang aku akan berjuang meraih kebahagiaanku sendiri Kak. "
" Kamu sungguh-sungguh dengan kata-kata kamu Riss ??? "
" Iya Kak Arsel, aku sungguh-sungguh dengan ucapan ku. "
" Itu artinya kamu ...... ????? "
" Iya Kak Arsel, sesungguhnya aku juga sangat mencintai Kak Arsel. Aku melakukan semua itu karena aku menjaga hati seseorang. Kak Arsel paham kan yang aku maksud ??? "
" Erika maksudmu ??? "
" Iya Kak, dan aku boleh meminta satu permintaan pada Kak Arsel ?? "
__ADS_1
" Katakan saja. "
" Berikan aku kesempatan sekali lagi untuk bertemu Erika dan memberitahukan tentang hubungan kita Kak. "
" Aku yakin Erika tidak akan suka dengan hubungan kita. "
" Aku tidak ada maksud apa-apa kok Kak Arsel, aku hanya ingin Erika tahu tentang hubungan kita dari mulutku sendiri. Bukan malah dari mulut orang lain, yang justru nanti akan menimbulkan kesalahpahaman yang baru. Bukankah tindakanku ini benar Kak Arsel ???? "
" Iya Riss, aku setuju. Bahkan aku bangga bisa mencintai perempuan sebaik kamu. Meskipun orang lain sudah berbuat buruk sekalipun sama kamu, tapi kamu tetap bersikap baik padanya. "
" Iya Kak Arsel, karena saya bukan tipe orang pendendam. "
" Ya sudah, berarti mulai hari ini kita adalah pasangan yang saling mencintai satu sama lain, menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Iya kan sayang ??? "
" Sayang ???? "
" Iya sayang, memangnya ada yang salah dengan kata-kata itu ??? "
" Iya masih agak aneh saja sih ??? " Ucapku malu-malu.
" Ya wajar lah kan sekarang kita sudah pacaran, jadi harus romantis kan ???? "
Aku hanya tersenyum menatap mata Kak Arsel, dan Kak Arsel pun segera memelukku dengan lembut. Disaat yang bersamaan, Mobil Bryant berjalan meninggalkan kami. Aku tahu Bryant barusan meninggalkan kami, setelah dia memastikan ku aman bersama Kak Arsel.
Aku masih tetap menatap mobil Bryant yang kini berjalan makin jauh. Aku tahu dia meninggalkanku dengan luka dihatinya. Dia pasti merasakan cemburu yang luar biasa melihat kini aku bersama Kak Arsel.
" Aku harus berterima kasih pada Bryant, karena selama ini dia selalu menjaga kamu dengan baik Riss. Aku tahu meskipun Bryant terlihat seperti berandalan, tapi hatinya benar-benar baik dan tulus. "
" Iya Kak Arsel, bahkan dia yang selalu mendorongku agar aku bisa mengatakan tentang perasaanku yang sebenarnya pada Kak Arsel. "
" Iya Riss, aku tahu. Ya sudah, ayo aku antar kamu pulang. "
" Tapi sebelum kita pulang, Kak Arsel bisa anterin aku ke toko buku gak ??? Aku mau beli buku tentang Psikologi Perkembangan, aku ada tugas soalnya. "
" Wah aku gak nyangka bisa mendapat calon istri seorang Psikolog. Pasti seru ni, karena kamu bisa membaca pikiran aku dan juga bisa menganalisis gerak gerik ku. Jadi harus berfikir ribuan kali untuk selingkuh atau berbuat macam-macam, " Kak Arsel menggodaku.
" Tapi aku bukan dukun lo Kak, gak bisa serta merta bisa menilai karakter orang lain dalam sekejap. Apalagi asal menjudge orang lain tanpa tes psikologi yang akurat. "
" Iya, Nyonya Arsel, " Ucap Kak Arsel sambil menggenggam tanganku.
Kami pun segera melanjutkan perjalanan kami ke sebuah toko buku di Surabaya. Kak Arsel bahkan sangat senang bisa menemaniku mencari-cari buku yang aku butuhkan. Kita memang nyambung, karena Kak Arsel ternyata tergolong mahasiswa yang cerdas. Terbukti dengan nilai-nilai akademisnya yang sangat bagus.
" Aku seneng banget bisa punya cewek kayak kamu sayang. "
__ADS_1
" Memangnya kenapa Kak Arsel ??? "
" Kok masih manggil Kak Arsel sih ???? "
" Iya sayang, " Aku tersenyum pada Kak Arsel.
" Kamu gak hanya cantik natural sayang, tapi juga baik, pinter, cerdas, calon Psikolog lagi. Kamu lebih dari sekedar kata sempurna buat aku. Aku sungguh benar-benar beruntung bisa memiliki kamu. "
" Iya makasih ya sayang, dan makasih juga sudah ditemenin cari buku buat tugas aku. "
" Iya sama-sama, bukunya sudah dapat semua belum ??? Kalau sudah, ayo pulang biar kamu bisa cepat kerjain tugasnya. "
" Iya sayang, ini sudah dapat semua. Tinggal dibawa ke kasir kok. "
Saat aku mau membayar buku-buku ku, Kak Arsel langsung yang membayarkan semuanya. Awalnya aku menolaknya, namun dengan ramahnya Kak Arsel meyakinkanku bahwa sekarang aku adalah bagian dari hidupnya.
" Sayang, mulai sekarang kan kamu pasangan hidupku, jadi kamu adalah tanggunganku. Selama aku bisa bantu kamu, aku pasti bantu dan tolong jangan kamu tolak ya. Karena itu sama dengan tidak menghargai ku, " Kata Kak Arsel sambil mencubit hidungku.
Aku tersenyum menatap Kak Arsel, sungguh aku benar-benar jatuh hati pada laki-laki ini.
" Sayang, mau gak aku nyanyiin lagunya Atas nama cinta. "
" Boleh, " Jawabku singkat
Dan Kak Arsel pun segera menyanyi lagu tersebut, namun hanya dinyanyikan bagian reff saja. Aku menikmati setiap alunan lagu cinta tersebut. Bahkan aku sungguh terpesona akan wajah tampannya yang memikat hatiku tersebut. Untuk pertama kalinya menginjak Kota ini, aku benar-benar bahagia sekali.
" Atas nama cinta
Hati ini tak mungkin terbagi
Sampai nanti bila aku mati
Cinta ini hanya untuk engkau
Atas nama cinta
Ku relakan jalanku merana
Asal engkau akhirnya denganku
Ku bersumpah atas nama cinta. "
__ADS_1