
Akhirnya kami sampai Di kosan, dan Arsel menggandeng ku hingga sampai di ruang tamu.
" Aku antar sampai sini dulu ya Riss, gak apa-apa kan ??? "
" Iya lah Sel, lagian kamu juga gak boleh masuk ke dalam kamar kosan ku. "
" Iya sudah kalau gitu aku pulang dulu ya. "
" Iya Sel, kamu hati-hati dijalan ya. "
" Iya cantik, kamu juga jaga diri baik-baik ya. "
" Iya. "
Aku melambaikan tangan padanya sambil tersenyum. Dan Arsel pun membalasnya. Aku bahagia sekali hari ini karena aku mulai bisa tersenyum kembali setelah sekian lama senyum ini menghilang.
Aku langsung masuk ke kamarku, namun tiba-tiba ada yang mengetuk pintuku. Awalnya aku mengira mungkin Cassandra yang ingin membuat masalah lagi. Tapi ternyata yang datang adalah sahabat kesayanganku, Erika.
Saat aku membuka pintu, Erika langsung memelukku dan menangis sesenggukan.
" Rissa, sayang maafin aku. Harusnya malam itu aku tidak membiarkan kamu pulang sendirian. Semua ini adalah salah aku Riss, bodoh banget aku !!!!. Sungguh saat aku tahu kabar kamu, aku langsung datang kesini Riss. Aku ingin melihat langsung keadaan kamu. Sekali lagi tolong maafin sahabatmu yang tidak berguna ini Riss, " Erika menangis sesenggukan dalam pelukanku.
" Erika, ini semua bukan salah kamu kok. Sudah ya jangan menyalahkan diri seperti ini. Lagian lihat aku tidak apa-apa kok. "
" Beneran kamu gak apa-apa ??? "
" Iya Rik, tapi kamu tahu dari siapa tentang tragedi malam itu ??? "
" Bryant. "
" Bryant ???? Bagaimana bisa ??? "
" Ya tidak sengaja kami bertemu di jalan, dan dia yang menceritakan semua ini padaku. Makanya aku langsung kesini sekarang. Tapi dia minta tolong satu hal padaku Riss. "
" Apa Rik ??? "
" Dia meminta tolong padaku untuk membujukmu agar segera pindah dari kosan ini Riss. Kamu tidak aman ada disini. "
" Tapi masalahnya tidak semudah itu Rik. "
" Dia yang akan bertanggung jawab Riss, dia sudah mencarikan kamu kosan baru yang lebih aman dari sini. "
" Maaf Rik, tapi kali ini aku tidak mau menerima tawarannya. "
" Tapi kenapa Riss ??? "
" Aku gak mau mendapat masalah lagi Rik, aku gak mau berhubungan sama Bryant lagi Rik. "
" Kamu takut dengan Cassandra ??? "
" Bukannya seperti itu Rik. "
" Ya sudah kita laporkan saja kasus ini ke Polisi, bukannya saksi dan barang bukti masih ada ??? "
__ADS_1
" Maksud kamu baju yang aku pakai malam itu ?? "
" Iya lah Riss. "
" Tuh sudah aku masukkan ke kotak sampah, mau aku buang. Soalnya setiap aku liat baju itu, aku selalu teringat malam itu. "
" Eh jangan di buang dong, ini adalah bukti kejahatan Cassandra, udah biar aku saja yang simpan. Suatu saat kita akan membutuhkan ini, " Erika membuka tempat sampah ku dan menyimpan baju tersebut.
" Ya terserah kamu saja lah Rik, tapi yang pasti aku tidak mau berurusan dengan polisi. Karena apa ???. Karena ujung-ujungnya aku akan berhadapan dengan kesombongan orang-orang kaya yang bisa membeli hukum. Ujung-ujungnya bisa ditebak lah gimana akhirnya. "
" Jangan pesimis gitu Riss, kamu harus memperjuangkan kebenaran. "
" Entahlah Rik, karena prioritas ku saat ini adalah kuliah sampai aku lulus nanti. "
" Eh Riss, kamu tahu gak ??? "
" Tahu apa ??? "
" Kayaknya Bryant peduli banget sama kamu, aku bisa lihat dari matanya Riss. "
" Sudahlah gak usah bahas dia, masalah kosan nanti aku akan cari sendiri. Jadi jangan maksa aku untuk menerima tawaran Bryant lagi ya. "
" Iya Riss, ok aku gak bakalan bahas ini lagi. "
" Ya sudah. "
" Keluar yuk, cari makan. Aku lapar ni Riss, sekalian kita cari baju soalnya buat acara dinner nanti malam aku gak sempat bawa baju ni. "
" Baju warna putih ??? "
" Terserah kamu saja Rik. "
" Ok, berangkat. "
" Sekarang Rik ??? "
" Iya lah Riss. "
Kami langsung berangkat makan di luar dan setelah itu kami langsung mencari baju warna putih. Setelah sibuk memilih-milih baju akhirnya Erika mengajakku untuk pulang.
" Riss, ayo kita pulang aku sudah dapet nih bajunya. "
" Ayo Rik. "
" Ok. "
Kami segera pulang ke kosan untuk bersiap-siap untuk acara nanti malam, karena hari sudah semakin sore. Sehingga setelah sampai dikosan kami langsung mandi dan segera dandan ya g cantik.
" Sini aku dandanin kamu Riss. "
" Gak usah Rik. "
" Udahlah, diam saja deh kamu Riss. "
__ADS_1
" Ok. "
Setelah Erika selesai mendandani ku, aku langsung mencari baju putih yang akan aku pakai. Saat aku mencoba memakai baju yang akan aku pakai, ternyata bajunya bolong. Dan sontak aku langsung bingung. Tapi tiba-tiba Erika memberiku kejutan.
" Ini baju buat kamu, sengaja aku tadi beli dua. "
" Tapi kan Rik. "
" Sudah jangan banyak komentar dulu ya, ayo kita berangkat. Hampir telat nih. "
Akhirnya kami berdua berangkat ke cafe tempat kami janjian dengan teman-teman psikologi kami. Hingga pada akhirnya mataku bertatapan dengan Bryant.
Bryant mendekatiku....
" Lo cantik Riss. "
" Makasih !!!! " Jawabku jutek.
" Kenapa lo kok kayaknya gak suka gitu sama gue."
" Menurut kamu gimana ??? "
" Memangnya gue punya salah apa sama lo sih. "
" Sumber Masalah !!!!! "
" Kenapa lo ngomong kayak gitu ke gue ??? "
" Kamu sadar gak sih setelah semua yang terjadi sama aku ???. Menurut kamu semua ini berawal dari apa ???. Seandainya waktu itu kamu gak maksa aku untuk ikut dengerin curhatan kamu, Cassandra gak akan semarah ini sama aku!!! "
" Iya gue tahu, semua ini memang salah gue. Tapi please maafin gue. Gue janji akan memperbaiki semuanya. "
" Dengan cara apa?? "
" Gue akan cari Cassandra sampai ketemu, karena gue udah cari Cassandra dimana-mana gak ada. Sepertinya dia masih sembunyi dari kesalahannya. Tenang saja Rik, meskipun gue kayak gini tapi gue orangnya bertanggung jawab. "
" Aku gak tahu harus ngomong kayak gimana lagi sama kamu. "
" Lo pegang kata-kata gue Riss, gue janji akan selesaiin masalah ini. Jadi lo jangan kawatir ya. "
" Iya. Dan masalah kosan, kamu gak usah ngatur-ngatur. Memangnya kamu siapanya aku
???? "
" Gue memang bukan siapa-siapa buat lo, tapi gue peduli sama lo. "
" Ngapain kamu sok peduli sama aku ??? "
" Semua ini gue lakukan untuk menebus semua kesalahan gue !!!. Gue tahu lo marah banget sama gue, apalagi kalau mengingat kejadian malam itu."
" Jangan ingetin malam itu lagi !!!!!!! Aku gak mau mengingat kejadian malam itu !!!!! " Aku berteriak dan pergi keluar.
__ADS_1
Erika yang sedang berbincang-bincang bersama teman-teman kaget dan langsung menyusulku keluar bersama Bryant. Mereka menemukanku duduk bersimpuh di lantai sambil menangis sesenggukan. Aku tidak mau mengingat tentang kejadian malam itu, karena setiap aku mengingatnya aku benar-benar trauma dan ketakutan.