
Aku tidak mau terus menerus hidup dalam keterpurukan, aku harus bangkit, bangkit dan bangkit. Hidupku masih panjang, aku masih muda. Aku tidak mau masa mudaku terbuang sia-sia, dengan segala keterbatasan yang ada aku harus semangat memulai hari ini dengan sesuatu yang baru. Aku harus membuat Lembaran baru, membuka hidup yang baru.
Aku sudah memutuskan mendaftarkan diri sekolah di SMA Favorit di kota, aku akan tinggal dan kos di dekat sekolahku.
Awalnya keinginanku ini di tentang ayah kandungku sendiri karena dia takut kalau aku sekolah di kota akan terjerumus pergaulan bebas sama seperti Nita, salah satu anak tirinya yang terpaksa berhenti sekolah karena hamil di luar nikah dengan pacarnya.
Aku sudah mantab dan tidak akan ada orang yang bisa menghentikanku. Aku mendapatkan beasiswa jalur prestasi yang pastinya biaya pendidikanku nanti akan full ditanggung sekolah. Tinggal aku nanti berusaha mencari biaya untuk biaya kos, makan dan membeli buku. Aku bisa berjualan kecil kecilan atau mencari pekerjaan paruh waktu nanti untuk menyambung hidup.
Berbekal tabungan yang seadanya dan restu Ibuku, aku nekat berangkat ke kota mendaftarkan diri untuk sekolah disana. Harapan baruku ada disana, cita- citaku ada disana. Aku mencari tempat tinggal yang dekat dengan sekolahku, aku berangkat seorang diri tanpa ada keluarga yang mengantarku. Sedih, sudah jangan ditanya sudah kepedihan ku saat ini. Aku sudah terbiasa dengan kesendirianku dan justru ini yang membuat aku lebih mandiri.
Aku pun menemukan kos-kosan yang sangat dekat dari calon sekolahku yang baru, aku sudah yakin aku pasti diterima disekolah ini karena piagam penghargaanku.
Keesokan harinya, pendaftaran mulai dibuka. Aku pun mendaftarkan diri dan pihak sekolah benar-benar menerimaku dengan tangan terbuka karena prestasi yang aku dapat. Untuk daftar ulang pun gratis tinggal untuk biaya jahit menjahit baju seragam ini yang buat aku bingung. Aku pun pulang kerumah dan Alhamdulillah Ibuku yang membantuku untuk menjahit seragamku di temannya. Dan dia berjanji akan mengantarkan seragamku kalau selesai.
Aku pun kembali ke kota dengan tenang. Mumpung masih belum masuk sekolah, aku mencari kerjaan sampingan yang sekiranya bisa di bayar harian. Seharian aku keliling kota dan akhirnya ada yang mau menerimaku kerja ditempatnya. Laundry, ya hanya ditempat itu aku bisa bekerja. Sistem upahnya harian tergantung banyaknya cucian yang masuk setiap harinya.
Hari itu pertama kalinya aku masuk kerja untuk pertama kalinya dan ternyata laundry tempatku kerja ramai juga. Aku sudah terbiasa dengan pekerjaan ini karena dirumah pun ini adalah pekerjaan harianku.
Ternyata hari itu benar-benar banyak cucian yang masuk, sampai hampir siang pun aku belum sempat sarapan. Aku bersama dua teman lainnya sangat sibuk, aku bagian menyetrika baju dan dua temanku bagian yang mencuci bajunya dengan mesin cuci. Keringat tampak membasahi wajah dan bajuku. Aku sempatkan untuk minum segelas air.
Ketika jam sudah menunjukkan jam 12 siang kami istirahat dan membeli sebungkus nasi untuk mengisi perut yang sudah sangat keroncongan. Benar-benar nikmat makan dalam kondisi perut yang sangat lapar. Setelah istirahat kami pun melanjutkan pekerjaan kami. Hingga menjelang sore pun akhirnya pekerjaan selesai dan aku kembali pulang ke kos.
Aku berharap di kota ini, ditempat yang baru mendapatkan hidup yang baru. Tiba-tiba handphone ku berdering. Farrel menelfonku.
" Hallo. "
" Riss alamat kos kamu dimana. "
" Kenapa Rell. "
" Cepat kasih alamatnya. "
" Iya kenapa dulu. "
" Aku ada dikota sekarang. "
" Apa ???? "
__ADS_1
" Udah, kos kamu dimana. "
" Ok, aku SMS alamatnya. "
Telefon pun aku matikan.
" Dasar cowok yang nekat, " Batinku.
Setelah aku mengirim alamat lengkap kos ku tiba-tiba handphone ku berdering lagi, kulihat Farrel lagi yang menelepon. Dia mengatakan sudah sampai di depan kosku. Aku bergegas keluar untuk menemui Farrel.
" Hai Riss, ini untukmu, " Rayhan memberiku seikat bunga mawar merah muda padaku.
" Makasih Rayhan, " Aku menundukkan kepala, sedih sekali.
" Riss, kamu kenapa. "
" Gak apa-apa Rell. "
" Kamu gak suka sama bunganya ya ?? "
" Kenapa dibuang Rell ?? "
" Karena aku gak mau lihat kamu sedih lagi Riss. "
" Tapi kan sayang dibuang Rell. "
" Nanti aku ganti yang baru, warna yang berbeda. "
" Maaf rell. "
" Maaf untuk apalagi riss ?? "
" Aku tidak bisa membuka hatiku buat kamu. "
" Riss meskipun kita tidak bisa menjadi pacar, kita bisa kan menjadi sahabat ?? "
" Iya Rell. "
__ADS_1
" Kamu sudah makan malam belum riss ? "
" Belum, kenapa memangnya Rell ? "
" Dinner yuk. "
" Dinner ?? "
'' Iya dinner, kenapa Riss ??? "
" Gak ah, aku capek, " Sebenarnya meskipun aku capek, aku juga canggung dinner untuk yang pertama kalinya. Aku belum pernah makan malam dengan cowok manapun, aku nervous.
" Halah capek apa !!! Seharian di kos gak ngapa- ngapain kok capek sih. "
Kata kata Farrel barusan malah buat aku emosi dan mungkin juga darah tinggi dia tidak tahu aku seharian kerja hanya demi sesuap nasi.
" Rell, aku dan kamu berbeda!!!!! Kamu yang mungkin Putra Mahkota bagi orang tuamu, minta apapun langsung dituruti tanpa susah payah dan kerja kayak aku !!! Apapun yang kamu mau mungkin bisa langsung kamu dapat, sedangkan aku ???? kerja dari pagi sampai sore baru dapat uang dan itu pun tak banyak !!!! Kamu tidak akan tahu perjuangan orang miskin kayak aku ini rell, kamu tidak akan tahu tangisan orang miskin yang kelaparan bahkan tidak bisa makan. "
Aku pun langsung pergi meninggalkan Farrel sambil menangis dan sontak Farrel pun memegang tanganku dan langsung memelukku untuk menenangkanku.
" Maaf maaf maafin aku Riss, bukan maksud aku seperti itu, kamu harus percaya sama aku. Aku janji tidak akan bikin kamu marah lagi. "
" Iya Rell, mungkin aku yang terlalu sensitif sebagai seorang cewek, " Aku masih menangis dalam pelukan Farrel.
" Iya sudah aku hapus air mata kamu ya, Tapi jujur Riss sejak aku mengenalmu membuatku sadar sisi lain dari cewek dari sudut pandang yang berbeda. Yang aku tahu cewek-cewek semua itu matre tapi kamu berbeda Riss. "
" Iy Rell. "
" Iya sudah untuk menenangkan hati kamu bagaimana kalau kita jalan-jalan sambil cari makan di luar ?? "
" Iya udah aku siap-siap dulu ya. "
" Ok aku tunggu ya, jangan lama-lama. "
" Iya Rell. "
Aku bergegas untuk siap-siap dan mengganti bajuku karena tidak mungkin juga kan aku dinner memakai daster hello Kitty ini. Aku pun memakai kaos putih dan celana panjang warna biru muda. Setelah itu ku taburkan sedikit bedak tipis tipis dan sedikit memakai lip balm. Di jamanku saat itu masih belum ada Skincare, kalau pun ada aku juga tidak sanggup membelinya.
__ADS_1