Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 67 PEMULUNG JUGA PEKERJAAN YANG HALAL BUKAN ????


__ADS_3

Keesokan harinya aku terbangun oleh suara Kokok ayam yang bergantian bersahutan. Aku bangun siang hari ini karena sekali-kali aku ingin menikmati hidup. Setelah membersihkan diri aku pergi Ke dapur untuk membantu Ibu memasak. Kali ini Ibu sedang memasak sayur kelor, tempe kukus penyet dan juga kerupuk. Bagi kami, makanan ini adalah makanan ternikmat dan murah meriah.


" Bu, Rissa pamit pulang hari ini saja ya ???? "


" Kamu tidak mau tinggal lebih lama lagi ya disini Nak ???? "


" Tidak Bu, Rissa tidak bisa berdiam diri lama-lama disini. Rissa harus segera pulang hari ini juga Bu. "


" Ya sudah kalau begitu makanlah dulu. "


" Ayo kita makan bersama Bu. "


" Kalian makanlah dulu, nanti Ibu menyusul. "


" Ya sudah Bu. "


Kami segera sarapan pagi ini dengan nikmat, masakan Ibu memang tiada duanya. Sangat lezat sekali dan bikin nagih. Saat aku selesai makan, aku tidak tahu Ibu sedang sibuk apalagi Di dapur. Aku langsung masuk Ke kamar dan berkemas untuk persiapan pulang. Aku rebahan sejenak sambil menunggu Ibu selesai menunaikan pekerjaannya Di dapur.


Aku ingin menghubungi Farrell di saat-saat aku sangat membutuhkannya. Tapi aku batalkan niatku kali ini, mengingat Farrell beberapa hari ini tidak menghubungiku sama sekali. Bagaimana mungkin aku tiba-tiba yang menghubunginya terlebih dahulu ?????.


Tiba-tiba aku merasakan perasaan aneh dalam hatiku, rasanya aku ingin sekali berjumpa dengan Farrell. Terkadang aku memang menyadari kalau aku mulai mencintai Farrell, tapi terkadang aku masih belum juga menerima kenyataan kalau aku mulai tertarik padanya. Apa mungkin aku hanya merasa baper padanya.


" Riss... Kemarilah, " Teriakan Ibu membuyarkan lamunanku.


" Oh Iya Bu, " Jawabku sambil segera menemui Ibu.


" Ini bawalah buat bekal makan Di kosan. "


" Apa ini Bu ???? "


" Makanan kesukaanmu, sambal goreng kentang dan petai. Lauknya Tongkol kecap pedas kesukaanmu. "


Aku terharu atas apa yang sudah Ibu lakukan padaku. Dia bangun pagi-pagi dan sibuk terus Di dapur bahkan sampai mengesampingkan waktu makannya hanya untuk memasakkan makanan kesukaanku. Ternyata beliau sangat peduli padaku.


" Terima kasih Bu, Ibu sudah repot-repot memasakkan makanan kesukaanku. Aku jadi tidak enak Bu. "

__ADS_1


" Sudah tugas Ibu sebagai orang tua untuk memasakkan anaknya. Ibu juga membelikan abon sapi buat kamu, jadi kamu hanya tinggal membeli nasi hangat untuk sarapan. "


" Rissa suka sekali sama abon sapi Bu, Di kota mahal-mahal Bu. "


" Ya sama saja, ya sudah masukkan di tasmu takut ketinggalan nanti. "


" Ya Bu. "


" Riss, "


" Ya Bu, ada apa ???? "


" Tolong berikan ini untuk Bapak tukang becak yang sudah membantumu. "


" Apa itu Bu ???? "


" Ibu hanya bisa memberinya ini, dua bungkus minyak goreng dan juga gula. Tidak apa-apa ya berat Riss, soalnya Bapak tukang becak itu kan tidak mau dikasih uang, jadi Ibu kepikiran membelikannya ini. Ibu yakin dia juga membutuhkan ini Riss. "


" Ya Bu, lagian kenapa Ibu repot-repot membelikan ini Bu ??? Nanti uangnya malah tidak bisa buat bayar keperluan yang lain Bu. "


" Ya sudah kalau begitu, Rissa sekalian pamit ya sama Ibu. Maaf kalau selama disini Rissa merepotkan Ibu. "


" Tidak sama sekali Nak, jangan bicara seperti itu. Karena bisa melukai perasaan Ibu. "


" Ya Bu, maaf. ''


Akhirnya aku berpamitan pada Ibuku, aku mencium tangan dan kedua pipinya dan meminta restu agar aku segera mendapatkan pekerjaan yang baru.


" Bu, doakan agar Rissa segera mendapatkan pekerjaan yang baru ya Bu. "


" Iya Nak, pasti Ibu doakan. "


" Ya sudah kalau begitu Rissa pamit pulang sekarang ya Bu. "


" Iya Nak hati-hati jangan lupa berikan bingkisan ini pada Bapak tukang becaknya. "

__ADS_1


" Iya Bu. "


Ketika hendak menunggu Bus, kebetulan ada bus yang lewat jadi aku tidak perlu menunggu waktu yang lama. Aku duduk di bangku paling depan di belakang sopir. Tidak sengaja sekilas aku melihat Farrell mengendarai motornya dan tidak tahu kemana. Setidaknya sekilas aku bisa melihat wajahnya, wajah yang mulai aku rindukan.


Tidak berapa lama akhirnya sampai juga, aku segera menuju ke Bapak Tukang becak yang sudah menolongku. Alhamdulillah beliau masih ada di tempatnya biasa mangkal.


" Pak, maaf mengganggu waktunya sebentar. Mohon di terima bingkisan ini ya Pak, ini dari Ibu saya Pak. "


" Ya Allah Nak, Bapak kan ikhlas menolong kamu Nak. Kenapa masih diberi beginian sih ???? "


" Ibu saya yang memaksa Pak, tolong diterima ya Pak. Biar saya juga tenang Pak. "


" Ya sudah kalau begitu Nak, Bapak terima. Semoga Allah yang membalas semua ini ya Nak. "


" Ya Pak, Amin. Kalau begitu saya permisi dulu ya Pak."


" Iya Nak. "


Entah kenapa ada perasaan lega saat Bapak tersebut mau menerima bingkisan dari Ibuku. Setidaknya aku tidak merasa berhutang budi lagi. Plong sekali rasanya hati ini. Aku tahu Bapak tersebut juga sama-sama membutuhkan.


Aku mencoba mendatangi tempatku bekerja di Laundry, tapi Bosku bilang dia masih belum tahu kapan akan mulai buka lagi. Karena suasana sekolah-sekolah maupun kuliah-kuliah memang lagi libur jadi otomatis bisnis laundry juga sepi.


Akhirnya aku kembali Ke kosanku, sebentar lagi aku harus bayar uang Kosan. Sedangkan uang yang aku punya juga tidak banyak. Aku bingung mencari jalan keluar untuk masalahku ini. Akhirnya aku putuskan untuk mencari pekerjaan lainnya.


Keesokan harinya aku mencoba mencari-cari pekerjaan di sekitar daerah yang dekat dengan Kosanku. Sudah berjam-jam lebih aku terus berjalan mencari pekerjaan baru, tapi tidak ada satupun yang mau menerimaku. Alasan mereka adalah tidak menerima karyawan baru. Aku sampai merasa putus asa karena aku tidak mendapatkan hasil apa-apa.


Di bawah terik matahari yang begitu terik dan panas, aku duduk istirahat di pinggir jalan. Aku membeli es di warung terdekat. Sambil menikmati dinginnya es yang kini aku teguk, aku melihat pemulung melintasi ku dengan mencari-cari barang-barang bekas yang dijual.


Di sanalah aku mendapatkan ide untuk mengais rezeki. Aku sudah beberapa kali di tolak bekerja di beberapa tempat, dengan alasan mereka tidak menerima karyawan baru. Mungkin dengan cara aku menjadi pemulung, aku bisa mendapatkan uang untuk menyambung hidup.


Aku tidak boleh malu, aku juga tidak boleh gengsi karena menjadi Pemulung Juga Pekerjaan Yang Halal Bukan ?????. Karena hanya dengan cara ini aku bisa mencari uang kembali. Kalau aku masih gengsi, yang ada aku tidak akan bisa bertahan hidup.


Aku sudah memantapkan hatiku untuk memulai memulung besok. Bismillah semoga menjadi awal yang baik. Semoga pekerjaan baruku ini menjadi berkah.


** Amin......

__ADS_1


__ADS_2