
Hari ini aku sibuk sekali dengan tugas kuliah yang begitu banyaknya. Ditambah lagi sebentar lagi aku akan melakukan berbagai praktikum psikologi, sehingga jadwal kuliah menjadi lebih padat. Waktuku akan habis dalam menyelesaikan berbagai mata kuliah yang benar-benar menyita banyak waktu.
Namun di sela-sela kesibukanku, aku selalu menyempatkan waktu untuk sekedar memberi kabar pada Kak Arsel. Setidaknya komunikasi diantara kami berdua harus lancar, karena ini salah satu kunci suatu hubungan bisa awet dan langgeng.
Siang ini aku pergi ke perpustakaan Universitas untuk mencari literatur tugas yang harus aku kumpulkan besok. Sebelumnya aku sudah pergi ke perpustakaan fakultas, tapi buku-bukunya tidak sebanyak di perpustakaan Universitas.
Aku sibuk mencari-cari buku yang aku butuhkan, dan setelah aku mendapatkannya aku langsung membacanya di meja yang telah disediakan di perpustakaan. Kini aku langsung mencatat beberapa materi yang aku butuhkan untuk mengerjakan tugasku.
Hampir kurang lebih lima belas menitan, aku hampir saja menyelesaikan catatan untuk tugasku. Namun aku menghentikan pulpen yang aku gunakan untuk menulis. Jangan heran aku masih menulis, karena aku masih belum memiliki laptop waktu itu. Aku selalu pergi ke rental untuk mengerjakan tugas-tugasku.
Aku merasa ada seseorang yang duduk tepat di sampingku. Dan dia seperti terus memperhatikan ku. Hatiku bergidik tidak karuan, karena kebetulan perpustakaan kala itu sedang agak sepi. Karena aku tiba di perpustakaan pas jam siang hari.
Saat aku memberanikan diri menatap sosok tersebut, aku kaget bukan main. Tanpa rasa bersalah karena sudah membuatku hampir berhenti berdetak, dia hanya tersenyum manis padaku.
" Kaget ya ????? "
" Kak Arsel !!!!!! Kok ada disini sih ???? "
" Iya tadi pas aku lagi nongkrong sama teman-teman gak sengaja liat kamu pergi ke perpustakaan. Jadi karena aku khawatir kamu gak balik-balik dari perpus, aku susul kesini deh sayang. "
" Iya tapi jangan ngagetin kayak gitu dong, kan aku kaget. "
" Iya maaf deh, kan aku rencananya bikin kejutan sama kamu sayang. "
" Iya tapi kan yang, siapa yang gak kaget di siang-siang gini tiba-tiba kamu nongol di samping aku tanpa suara sih ??? "
" Jadi kamu ngira aku hantu gitu ??? "
" Iya, " Jawabku agak sewot.
" Hantu berparas tampan kan ???? " Jawab Kak Arsel menggodaku.
" Hussshh, jangan ramai kan ini kan perpus. "
" Kamu belum selesai ngerjain tugasnya ??? "
" Belum tinggal dikit, ini masih nulis sebentar lagi selesai. "
__ADS_1
" Nulis ???? "
" Iya sayang, aku kan gak punya laptop buat ngerjain tugasnya. Jadi sementara ini aku nulis dulu, terus seperti biasa nanti aku kerjain di rental sayang. "
Kak Arsel tiba-tiba terdiam membisu, dan aku bingung melihatnya seperti itu.
" Sayang kamu kenapa ??? " Tanyaku penasaran.
" Gak apa-apa kok, kamu lanjutin aja nulisnya. Aku tunggu diluar ya. "
" Iya sudah kalau begitu. "
Aku terus menulis tanpa mempedulikan apa yang sedang terjadi pada Kak Arsel yang tiba-tiba berubah seperti ini. Bukannya aku tidak perhatian, namun aku ingin cepat menyelesaikan tugas ini dan pergi menemuinya.
Setelah tugasku selesai, aku segera mencari Kak Arsel. Akhirnya aku menemukannya di bangku paling pojok. Anehnya aku melihat kedua matanya merah seperti baru saja menangis.
" Sayang, kamu kenapa kok matanya merah sih ??? " Tanyaku penuh kekhawatiran.
" Gak apa-apa kok sayang, cuma ngantuk aja. "
" Aku kan pernah bilang sama kamu kalau butuh apa-apa, jangan sungkan-sungkan ngomong sama aku. Kamu anggap aku pacar kamu gak sih ??? "
" Ya anggap lah sayang. "
" Ya harusnya kamu bilang sama aku, akhir-akhir ini kamu butuh laptop kan ??? Aku gak bisa bayangin kamu malam-malam pergi Ke rental sendirian sayang. Dan ini memang salah aku yang kurang begitu peduli sama kamu. "
" Gak kok sayang, kamu jangan berkata kayak gitu. Selama ini kamu sudah sangat perhatian dan peduli sama aku. Justru aku yang gak ingin terus-terusan merepotkan kamu. Selama aku bisa, aku pasti mandiri kok sayang. "
" Hatiku sakit banget melihat kamu seperti ini. Kamu seharian menghabiskan waktu di perpus dari tadi untuk menulis. Belum lagi kamu masih mengetik lagi tugas-tugas kuliah kamu. Sungguh aku beruntung memiliki calon pasangan hidup seperti kamu. Kamu mandiri dan tidak mau terlalu merepotkan pasangan kamu. "
" Iya, sudah ya jangan sedih lagi, " Hibur ku sambil menghapus air mata Kak Arsel yang masih tersisa.
" Aku janji sama kamu Riss, aku akan berusaha selalu membahagiakan kamu. Aku akan segera membawa kamu dan juga keluarga kamu dari kemiskinan ini. Aku gak bisa melihat kamu seperti ini sayang. "
" Iya, aku pegang Janji Kak Arsel ya. "
" Iya sayang. "
__ADS_1
Kak Arsel pun segera mengantarku pulang, karena dia ada urusan yang harus segera diselesaikan. Aku pun mengiyakan saja, dan aku gunakan waktu ini untuk istirahat karena nanti malam aku harus ke rental untuk mengerjakan tugas.
Hari sudah menjelang sore dan aku segera membersihkan diri. Namun tiba-tiba seorang teman satu kos ku berteriak memanggilku. Saat aku menuju depan ternyata ada Pak Kurir yang datang mengantarku sebuah barang yang lumayan berat.
Awalnya aku menolak barang kiriman tersebut, karena tidak merasa sedang memesan atau membeli barang. Namun setelah Pak Kurirnya menjelaskan bahwa nama dan alamat yang tertera benar, dengan terpaksa aku menerimanya.
Sesampai di kamar kosan, aku mencoba membuka isi dari paketan tersebut dengan hati-hati. Dan aku membelalakkan mata saat tahu apa yang ku lihat di depan mataku.
Sebuah laptop !!!!!!!!.
Dan secarik kertas terselip di dekat laptop tersebut.
" Gunakan ini sebagai media untuk menggapai cita-cita kamu sayang. Aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya melakukan tugasku sebagaimana semestinya. ❤ U sayang... "
Aku langsung menitikkan air mataku, aku tidak menyangka Kak Arsel melakukan ini semua untukku. Bagiku ini semua amat sangat berlebihan, dan aku tidak pantas mendapatkan ini semua. Aku pun langsung menghubungi Kak Arsel.
" Aku tidak pantas mendapatkan ini semua, jangan berlebihan seperti ini Kak. "
" Aku hanya menjalankan peranku sebagaimana mestinya sayang. Aku hanya ingin meringankan sedikit tugasmu, jangan tersinggung terima saja sayang. Anggap saja ini adalah hadiah yang pantas kamu dapatkan karena perjuangan kamu dalam hubungan kita ini. "
" Tapi tetap saja aku yang tidak enak dan merasa terbebani dengan semua ini. "
" Sudah ya sayang, sekarang coba kamu hidupkan laptopnya. Nanti kamu bakal melihat pangeran tampan yang bakal menyejukkan hati kamu. "
" Gak mau. "
" Please...... "
Akhirnya aku menuruti kata-kata Kak Arsel, dan saat aku hidupkan laptopnya tidak berapa lama wallpaper foto Kak Arsel berhasil menghipnotis ku.
Berikut penampakan foto tersebut, yang membuatku terpesona.
Keren kan ?????? 🥰😍
__ADS_1