
Aku baru saja pulang kuliah, dan aku benar-benar merasa lapar sekali hari ini. Dikarenakan jadwal kuliah yang padat dan tugas yang selalu menumpuk, bahkan jam istirahat aku gunakan untuk menyelesaikan semua tugas kuliah.
Aku berjalan sendirian jalan kaki melewati jalan kampusku, hingga tiba-tiba ada yang memanggilku.
" Rissa, " Dua orang secara bersamaan memanggilku.
Ternyata mereka adalah Bryant dan juga Kak Arsel, mereka datang dari arah yang berlawanan. Aku juga heran mereka bisa memanggil ku secara bersamaan seperti ini.
" Kok kalian bisa barengan gini sih manggilnya ??? Aku bertanya pada Bryant dan Kak Arsel.
" Gue sengaja mau ajak lo makan siang bareng, lo tahu sendiri kan seharian ini kita sibuk banget di kelas. Gue gak sempat makan siang, ayo kita makan siang bareng. "
" Iya sih Bryant, aku juga lapar. Tapi Kak Arsel kok juga manggil aku, memangnya ada apa ya ???? "
" Awalnya aku menemui kamu disini, karena ada yang ingin aku omongin sama kamu. Tapi kalau ternyata kalian sudah janjian, ya sudah gak jadi. Lain kali saja, gak apa-apa kok. "
" Kita gak janjian kok Kak Arsel, cuma kebetulan saja Bryant mau ajak aku makan siang, karena jadwal yang padat dari pagi hingga siang ini bikin kita kelaparan. Iya kan Bryant ??? "
" Iya, " Jawab Bryant singkat.
" Ya sudah gini saja, aku juga gak enak kalau maksa kamu ikut aku. Kalau kamu mau makan siang sama Bryant juga gak apa-apa, kita bisa bicara lain waktu. "
" Gak kok, aku juga ada sesuatu yang mau aku omongin sama kamu Kak Arsel. Bryant, gak apa-apa kan kalau aku ikut Kak Arsel sekarang. Soalnya ada sesuatu yang penting yang harus aku bicarakan padanya secepatnya. Gak apa-apa kan ???. Atau gini saja sebagai gantinya kita dinner nanti malam ??? "
" Ok, santai saja. Gue tahu kok, lo pergi saja sama Arsel. Lo gak usah merasa bersalah kayak gitu sama gue. Lagian gue ini bukan siapa-siapa buat lo. Gue juga gak bisa nuntut apa-apa sama lo, karena hubungan kita hanya sebatas teman saja. Ya sudah lo dan Arsel hati-hati di jalan. Gue pergi dulu, " Jawab Bryant.
Aku tahu Bryant sangat kecewa padaku, karena terlihat sangat jelas sekali dimatanya. Sebenarnya bukan maksud aku menolak ajakannya dan lebih memilih Kak Arsel. Namun aku melakukan ini bukan tanpa alasan. Aku ingin membantu Erika agar hubungannya dan Kak Arsel tetap baik-baik saja. Ini semua karena janjiku pada Erika.
" Kita mau kemana Kak Arsel ?? " Aku bertanya pada Kak Arsel.
__ADS_1
" Ke rumah sakit. "
" Ke rumah sakit ????? "
" Iya hari ini Erika sudah boleh pulang. "
" Lalu kenapa Kak Arsel mengajakku juga ??? "
" Karena kamu memang harus ikut. "
" Kenapa Kak ??? "
" Aku gak mau lama-lama berbohong pada Erika kalau aku berpura-pura mencintai dia. Erika harus tahu kebenarannya. Semakin kamu memaksa aku untuk tetap bersamanya, itu gak adil buat Erika Ris. Aku juga gak mau terus menerus hidup dalam kebohongan. Lalu apa yang ingin kamu bicarakan padaku ??? "
" Aku sudah berjanji pada Erika untuk membantunya agar Kak Arsel tetap mempertahankan hubungan kalian. "
" Tapi maaf Riss, kali ini aku tidak bisa menuruti kemauan kamu. Cinta itu suci, bukan permainan. Jadi kamu sekarang paham kan. "
Kami pun sudah sampai Di rumah sakit, ternyata Erika sudah siap dijemput pulang. Dan aku tahu Erika kurang nyaman saat aku ada diantara mereka.
" Kamu juga ikut Riss ??? " Erika menyapaku dengan suara agak keras.
" Aku yang mengajaknya ikut bersamaku untuk menjemputmu, " Jawab Kak Arsel spontan.
" Maaf kalau kehadiranku disini membuat kalian menjadi tidak nyaman, lebih baik aku pergi saja sekarang, " Aku melangkah pergi.
" Jangan, " Kak Arsel meraih tanganku dan menahan ku pergi.
" Apa maksudnya semua ini, kenapa kamu menahan dia pergi Arsel ?? " Teriak Erika.
__ADS_1
" Sudah, jangan banyak tanya. Ayo aku antar kamu pulang sekarang. Dan kamu Rissa, kamu ikut kami. "
Mau tidak mau aku mengikuti mereka, saat di dalam mobil pun aku duduk di belakang mereka. Aku mengalah dan membiarkan Erika dan Kak Arsel duduk di depan.
Akhirnya kita pun sampai dirumahnya Erika, dan Kak Arsel meminta kami untuk duduk bersama menyelesaikan masalah kami.
" Erika, sebelumnya aku meminta maaf yang sebesar-besarnya sama kamu. Disini aku gak ada maksud buat menyakiti hati kamu. Kamu adalah cinta pertamaku dan dulu aku memang sangat mencintai kamu. Namun semuanya berubah semenjak kejadian waktu itu saat kita terpisahkan karena aku hampir saja jatuh miskin. Perlahan perasaan itu kian memudar dan menghilang. Aku sudah mencoba untuk berusaha mencintai kamu lagi, tapi nyatanya aku tidak bisa Rik. "
" Lalu kenapa kamu mau bertunangan denganku ??? "
" Semua itu karena...... " Tiba-tiba Kak Arsel menghentikan kata-katanya.
" Semuanya karena aku Rik, " Jawabku.
" Apa maksudmu Riss ?? "
" Sekali lagi maafkan aku Rik, aku yang sudah meminta Kak Arsel untuk bersamamu lagi. Aku tidak tega melihat kamu hancur karena kehilangan kehormatan kamu saat itu. Aku tahu kebahagiaan kamu ada pada Kak Arsel, makanya aku melakukan semua ini. Kamu jangan salah paham, aku tidak memiliki maksud apa-apa. Aku hanya ingin kamu bahagia Rik, itu saja. "
" Jadi kamu yang sudah melakukan semua ini Riss, tega ya kamu mempermainkan hidup dan cintaku seperti ini. Belum puas ya kamu melihatku hancur gara-gara diperkosa, bahkan sampai hamil juga!!! Terus keguguran!!!. Apa dengan kamu melakukan semua itu aku bakal bahagia dengan Arsel ???. Lihat sekarang, yang ada Arsel makin ilfeell padaku karena aku sudah tidak suci lagi !!!!! Aku tahu tidak akan ada laki-laki yang mau pada wanita yang sudah ternoda seperti aku ini. "
" Jangan menyalahkan Rissa Rik, semua ini bukan sepenuhnya kesalahannya. Disini aku juga yang salah. Harusnya dari awal aku menolaknya, tapi aku tidak bisa. Tapi satu hal yang harus kamu tahu Rik, awalnya aku menerima kamu apa adanya. Aku tulus ingin membuka hatiku lagi untukmu, tapi maaf ternyata hatiku bukan buat kamu lagi. Aku sudah mencintai orang lain Rik, " Kak Arsel akhirnya membuka Kebenarannya semuanya.
" Siapa orang yang kamu cintai itu ???? Apa wanita itu ????? " Erika menunjuk kearah ku.
" Iya, " Jawab Kak Arsel perlahan.
" Hebat banget ya kamu Riss, sungguh kamu benar-benar beruntung. Kamu rampas semua yang aku miliki. Salah aku apa sama kamu Riss, tega kamu Riss !!!!! " Erika meneteskan air matanya sambil duduk bersimpuh.
Aku bingung harus menjelaskan dari mana, karena kebenarannya aku tidak bermaksud untuk mempermainkan hidupnya. Aku hanya ingin Erika bahagia, bahkan dengan mengesampingkan kebahagiaanku sendiri.
__ADS_1
" Aku menolak cinta yang ditawarkan Kak Arsel, hanya demi kebahagiaanmu Rik. Seandainya kamu tahu kebenarannya, " Batinku dalam hati.
Aku meneteskan air mata, sedih sekali karena aku tidak pernah menyangka akan menjadi seperti ini......