
Aku dan Farrell kembali duduk Di kursi kami, dan restoran sudah mulai sepi pengunjung. Farrell menatap ku dan tersenyum padaku.
" Foto berdua yuk ???? " Farrell memulai pembicaraan diantara kami.
" Ayo. "
" Pakai handphone kamu saja Riss. "
" Pakai handphone mu saja Rell, kamu kan tahu sendiri handphone ku jelek. "
" Oke kalau begitu, tapi nanti langsung aku bluetooth ke kamu ya Riss. ''
" Besok atau kapan-kapan saja Rell kirimnya, kayak gak ada waktu lain saja Rell. "
" Pokok harus bluetooth sekarang Riss. "
" Terserah kamu saja lah Rell. "
Kami pun segera berfoto berdua dan sesekali meminta tolong pada pelayan Restoran untuk memotret kami berdua. Tidak lupa Farrell memberi uang tip pada mereka sebagai bentuk rasa terima kasih dari kami.
Setelah itu Farrell langsung meminta handphone milikku dan mengirimkan beberapa foto kami berdua. Kami melihat-lihat foto kami berdua, kami tampak seperti pasangan yang serasi. Aku akan menyimpan foto-foto malam ini sebagai koleksi album ku.
Farrell mengajakku pulang dari restoran tersebut, dan membawa ku Ke alun-alun kota. Dia berkata merindukan tempat itu bersama ku. Dia ingin menikmati indahnya malam ini berdua dengan ku.
Setelah perjalanan kami sampai Di alun-alun kota, kita berjalan mengelilingi tempat tersebut sambil terus berbincang mengenai masa depan.
" Riss, kalau kamu nanti sudah berhasil menjadi seorang Psikolog, tujuan hidup mu yang berikutnya apa Riss ?? "
" Menikah, " Jawabku singkat.
" Menikah ??? "
" Iya lah Rell, setinggi-tingginya derajat atau pun pendidikan seorang wanita, dia tidak akan melupakan kodratnya untuk menikah dan menjadi seorang Ibu. "
" Lalu kamu mau menikah dengan siapa Riss ??? "
" Ya pastinya sama jodoh yang dikirim Allah untuk ku Rell. "
" Siapa Riss ???. Aku termasuk kriteria kamu bukan Riss ??? "
" Siapapun jodoh aku nanti, aku berharap dia adalah laki-laki pilihan terbaik yang Allah kirimkan pada ku. "
" Dalem banget kata-kata mu Riss. "
" Aku ingin selektif dalam mencari pendamping hidup Rell. Aku tidak mau mengulangi kesalahan seperti orang tua ku dulu Rell. Cukup aku saja yang merasakan sakitnya menjadi korban perceraian orang tua. Aku tidak mau anakku mengalami nasib seperti ku, takdir yang sama sekali tidak aku inginkan Rell. "
" Iya Riss, aku paham sekali dengan keadaan mu Riss."
" Iya Rell terima kasih. "
" Iya Riss, Oiya kamu mau minum kopi gak ???? "
" Gak Rell, kan kamu tahu aku gak suka ngopi. "
__ADS_1
" Aku pengen ngopi, tapi nanti malam saja aku mau ngopi dan nongkrong sama teman -teman. "
" Kamu mau mampir kemana lagi setelah ini Rell ???. Apa kamu tidak ingin langsung pulang saja Ke rumah Rell ?? "
" Aku ingin nongkrong sama temen-temen Riss. "
" Tapi ini sudah hampir larut malam Rell. "
" Tidak apa-apa Riss, untuk malam ini saja aku juga ingin ketemu dengan teman-teman mumpung sudah janjian semua Riss. "
" Tapi Rell, apa tidak bisa ditunda besok saja Rell, ini juga kayaknya mendung dan hujan Rell. Aku takut kamu kenapa-napa nanti di jalan pas mau pulang Rell."
" Tenang saja Riss, kan aku raja jalanan. Hehehe. Sudah ya kamu tenang saja. "
" Terserah kamu saja lah Rell, yang penting aku sudah nasehati kamu Rell. Aku kawatir dengan keadaan kamu, tapi kamunya kayak gitu Rell. "
" Jangan ngambek gitu dong, please untuk malam ini saja ya. Ijinkan aku bertemu dengan teman-teman ku. "
" Tapi kan masih ada besok Rell, hari ini sudah terlalu malam Rell !!! "
" Tolong kamu ngertiin aku Riss, untuk malam ini saja Riss. Ngertiin aku Riss.... "
" Terserah sudah Rell. "
" Masih ngambek ni, " Farrell menggoda ku.
" Tapi kamu harus hati-hati ya Rell. Aku begini karena aku kawatir Rell. Bukan karena apa Rell, karena aku takut terjadi apa-apa Di jalan. "
" Iya sudah Rell. Ya sudah ayo antarkan aku pulang Ke kosan. "
" Ayo Riss aku antarkan. "
Farrell segera mengantar ku pulang Ke kosan. Sepertinya dia terburu-buru karena teman-temannya sedang menunggunya. Setelah tiba Di kosan, jujur aku semakin berat akan kehilangan Farrell. Aku merasakan ini benar-benar detik-detik aku melihat Farrell ada Di depanku.
" Rell, kamu akan kembali lagi kesini kan untuk menemui ku setelah ini ???? " Bibirku bergetar karena perasaan takut dan cemas yang menghantui ku.
" Insya Allah Riss, " Jawab Farrell datar.
" Kalau kamu tidak menjumpai ku, aku akan marah dan tidak mau menjadi sahabat mu lagi Rell. "
" Aku pasti datang Riss, "
" Rell, aku akan memberi kamu kejutan di hari ulang tahun mu. Dan aku pastikan kamu pasti akan bahagia. Kita akan sama-sama bahagia selamanya Rell. "
" Aku tidak butuh apa-apa Riss, aku hanya butuh doa dari mu Riss. ''
" Doa ????? "
" Iya Riss, sebuah doa. "
" Maksud mu apa Rell. "
" Doakan saja agar aku selalu bahagia di manapun aku berada Riss. "
__ADS_1
" Rell, aku boleh jujur gak ??? "
" Apa Riss ??? "
" Kenapa aku merasa ini adalah detik-detik kita bisa bertemu Rell, firasat demi firasat yang aku rasakan beberapa hari ini seperti benar adanya akan perpisahan kita Rell. "
" Hanya takdir yang bisa menjawabnya Riss. "
" .......... "
" Riss, aku minta maaf ya sama kamu kalau aku punya salah sama kamu Riss. "
" Kamu tidak perlu meminta maaf Rell, kamu tidak pernah punya salah sama aku. "
" Terima kasih Riss.. "
" Iya Rell. "
" Riss.... "
Tiba-tiba saja Farrell memelukku, aku kaget dengan apa yang dilakukan Farrell. Tidak sampai disitu saja, aku mendengar Farrell menangis saat memelukku. Aku semakin yakin ada yang tidak beres dengan semua ini dan ini sebuah firasat.
" Rell, kenapa kamu menangis ??? "
" Aku menyesal Riss. "
" Menyesal karena apa Rell ??? "
" Belum bisa membahagiakan kamu Riss, maafkan aku Riss. "
" Rell, kamu selalu membahagiakan aku Rell. Kamu itu sangat berarti buat aku Rell. Kamu tahu dan harus selalu kamu ingat, kamu adalah Malaikat tak bersayap ku Rell, " Jawabku sambil menghapus air mata Farrell yang jatuh membasahi pipinya.
" Terima kasih Riss, " Jawab Farrell terisak. "
" Iya Rell. "
Sekali lagi kami saling berpelukan, kami sama-sama terbawa perasaan kami masing-masing.
" Riss, aku pamit pulang dulu ya. Aku gak enak sama teman-teman. "
" Iya Rell, hati-hati Di jalan ya Rell. "
" Iya Riss, jangan sedih lagi ya. Apapun yang terjadi kamu sudah berjanji sama aku untuk menjadi Kupu-kupu tak bersayap. Terus berjuang dan bermimpi Riss. Aku akan selalu mendoakan kebahagiaan mu Riss. "
" Iya Rell, aku janji. "
" Aku mencintai mu Riss, kamu adalah perempuan terhebat dan sangat istimewa yang pernah aku kenal. Jaga diri baik-baik ya Riss.. Jangan pernah menangis lagi... "
" Iya Rell. "
Kami saling menatap satu sama lain, dan aku melihat Farrell menahan air matanya yang hampir keluar lagi. Dan aku melihat wajah Farrell tampak pucat sekali, seketika saja bulu kudukku merinding. Namun aku kembali menatap Farrell, dan semoga ini bukan tatapan yang terakhir kalinya.
" Farrell...... " Batinku lirih...
__ADS_1