Married By Challenge

Married By Challenge
Part 99


__ADS_3

Sarah sudah di pindahkan ke ruang rawat, William masih bersikeras tak mengizinkan Devano memasuki ruangan Sarah. Sementara Devano tak kalah keras kepala nya ingin masuk dan menemui istrinya yg masih tak sadarkan diri juga walaupun Dokter mengatakan Sarah baik baik saja.


Jika sebelumnya Devano membiarkan diri nya di hajar oleh William karena ia merasa bersalah, sekarang Devano mati matian membela diri demi kembali memiliki Sarah. Alhasil keributan pun tak bisa lagi di hindari, baku hantam pun terjadi hingga membuat security datang dan melerai mereka.


"Bisa engga bersikap sedikit lebih dewasa?" desis Freya pada dua pria yg sudah sama sama bonyok di depan nya ini "Ini rumah sakit, Mama sakit, Sarah sakit, dan kalian cuma mentingin ego kalian masing masing" ucap Freya emosi.


"Mentingin ego kamu bilang, Sayang?" tanya William pada istrinya "Kamu tahu engga apa yg dia lakukan itu kesalahan yg sangat fatal, ini seperti pembantaian satu keluarga lho"


"Engga usah berlebihan ya, pembantaian apa nya? Apa kalian ada terluka walaupun hanya seujung kuku?" sanggah Devano yg tak terima dengan ucapan William.


"Luka fisik masih bisa kami terima, bodoh. Tapi kamu melukai hati dan harga diri kami" ujar William mencoba menahan emosi nya.


"Berhenti memanggil ku bodoh, sialan" seru Devano yg sudah mulai kembali emosi.


"Karena kamu memang bodoh, percuma sekolah tinggi tinggal kalau mengambil kesimpulan tanpa bukti dan saksi. Liat hasil nya sekarang!" tegas William dan seketika Devano terduduk lemas.


"Aku tahu aku salah..." lirih nya.


"SANGAT SALAH!" teriak William dan Devano hanya bisa menghela nafas berat "Sarah aja lebih cerdas dari pada kamu, dia bisa mencari bukti sekecil apapun. Bukan langsung menyimpulkan suatu hal dengan mudah seperti orang yg pendek akal" lirih William merendahkan suara nya.


"Aku sudah berusaha memperbaiki semua nya, William. Aku sudah mencabut tuduhan mu, aku mengembalikan perusahaan ayah mu"


"Ya, bahkan Airin harus mendekam di penjara gara gara kamu"


Devano tak menanggapi nya, William tertawa sinis melihat kebungkaman Devano "Pengecut, menusuk dari belakang" desis William yg kembali menyulut emosi Devano namun Devano mencoba menahan nya, ia mengerti jika saat ini William sangat marah pada nya. Devano membiarkan William mengeluarkan cacian serta umpatan nya, biarkan saja sampai dia puas, fikir Devano.


"Kalian ngapain di sini?" tanya Jason yg entah bagaimana tiba tiba datang kesana.


"Kenapa Papa disini?" tanya Freya.

__ADS_1


"Papa cariin kamu, Fe. Papa harus ke kantor, ada meeting yg engga bisa Papa tunda" jawab Jason sembari berjalan ke arah mereka "Kamu juga ngapain di sini, Will? Bukannya kamu sudah pulang..."


"Iya, Pa. Sebenarnya..."


"Sarah kecelakaan, Om" ucap Devano yg langsung mendapatkan pelototan dan geraman dari William. Padahal William berniat menyembunyikan hal ini dari ayahnya karena ia khawatir dengan keadaan ayahnya.


"Apa? Bagaimana bisa?" pekik Jason. Jantung nya langsung berdebar memikirkan putri tercinta nya kecelakaan.


"Sarah baik baik aja, Om. Cuma luka ringan" ujar Devano lagi namun Jason malah menatap penuh amarah pada Devano. Jason sedikit heran melihat wajah putra dan menantu nya yg sama sama babak belur, ia menduga mereka pasti berkelahi.


"Pasti gara gara kamu kan? Menjauh dari putri ku!" tegas Joson marah.


"Engga bisa, Om. Sarah hamil anakku, dan aku engga mungkin ninggalin dia..."


"Apa?" bisik Jason tak percaya. Ia langsung terduduk lemas, Sarah hamil?


Seharusnya ini kabar yg membahagiakan, namun fakta nya ini kabar yg tak mereka harapkan apa lagi dalam kondisi seperti ini.


Devano menghampiri ayah mertua nya, ia bertekuk lutut di depan ayahnya. Devano menyentuh lutut Jason dengan pelan dan berkata "Om akan segera punya cucu, apa Om engga senang?" tanya Devano dengan tatapan memelas pada Jason. Namun Jason membalas tatapan Devano dengan kebencian dan berkata dengan sangat dingin.


"Engga, aku engga mau punya cucu dari orang yg menghancurkan keluarga ku"


Deg...


Hati Devano seperti di tusuk bumbu runcing, sakit dan perih mendengar kata kata pria yg selama ini sangat mempercayai nya. Kepala nya terasa berat dan seperti akan pecah seolah di hantam batu yg sangat besar. Bahkan tanpa terasa air mata nya menetes begitu saja dari sudut mata nya.


Sebenci itukah Jason pada nya sampai tak mau menerima cucu nya karena ayah dari cucu nya adalah Devano? Bahkan kabar kehamilan Sarah tak menyurutkan amarah dan kebencian di hati Jason. Apakah Devano sungguh takkan memiliki kesempatan kedua? Apakah semua nya benar benar berakhir?


Freya dan William yg mendengar ucapan Jason pun tak kalah terkejut nya, dan hati Freya tersentuh saat melihat ekspresi dan air mata Devano. Freya bisa mengerti rasa sakit yg Devano alami, sementara William tampak enggan peduli.

__ADS_1


Dengan lutut yg terasa lemas, Devano berdiri dan bergerak mundur menjauhi Jason. Ia menatap nanar Jason yg masih menatap nya dengan amarah.


"Aku mengerti, Om..." ucap Devano setengah berbisik "Tapi Sarah adalah istri ku, aku lebih berhak atas diri nya dari pada siapapun bahkan Om dan Tante sekalipun" ucap Devano berusaha tegas "Sarah hamil anakku, dan mereka akan selalu bersama ku" desis nya.


Devano pun segera masuk ke ruangan Sarah dan ia mengernyit bingung karena tak ada siapapun disana.


"Sarah..." teriak Devano.


Jason, William dan Freya yg mendengar Devano berteriak pun segera masuk.


"Dimana Sarah?" seru William pada Devano.


Devano tak menggubris William dan ia mencari ke setiap sudut ruangan itu, namun tak ada tanda tanda istrinya disana.


Jason pun tampak sangat khawatir begitu juga dengan Freya.


Tak ada yg masuk keruangan Sarah sejak tadi, mereka juga tak melihat Sarah keluar. William memeriksa jendela namun jendela itu masih tertutup rapat.


"Dimana Sarah, Devano?" teriak Jason, marah, khawatir, takut, semuanya menjadi satu sekarang.


"Bagaiamana aku tahu? Sejak tadi aku bersama kalian..." seru Devano yg juga merasa sangat takut terjadi sesuatu dengan Sarah.


Mereka pun berpencar mencari Sarah ke setiap sudut rumah sakit itu.


Devano bahkan memaksa masuk ke ruang keamanan untuk mencari Sarah lewat cctv. Namun Devano tak menemukan petunjuk apapun.


Devano segera merogoh ponsel nya dan menghubungi Dominic.


"Ke rumah sakit sekarang, Dom. Sarah menghilang dari rumah sakit. Periksa semua cctv di sekitar rumah sakit! "

__ADS_1


▫️▫️▫️


Tbc...


__ADS_2