
Devano menemani Sarah untuk memeriksa kandungan nya, saat Dokter menunjukkan hasil USG bayi mereka, Devano tampak sangat terharu. Matanya berkaca kaca dan ia menatap layar monitor itu kemudian menatap Sarah.
"Bayi kita...." lirih Devano sambil mengecup tangan Sarah yg di genggam nya sejak tadi "Kita punya bayi, Sayang. Terima kasih, terimakasih banyak. Akhir nya aku punya keluarga yg sempurna" ucap nya yg membuat hati Sarah terenyuh, ia bisa membayangkan betapa Devano merindukan sebuah keluarga yg sesungguhnya.
"Kita akan jadi keluarga yg sempurna..." ucap Sarah kini ia yg mengecup tangan Devano.
"Bayi kalian tidak terlalu sehat sebenarnya, pertumbuhan nya pun tidak baik karena dia kekurangan vitamin dan ibu nya juga harus menjaga kesehatan dan pola makan nya ya. Harus banyak makan buah juga" seru Dokter.
"Apakah itu berbahaya, Dokter?" tanya Devano khawatir.
"Tidak, Tuan Lake. Asal istri anda memperbaiki pola hidupnya dan menjaga kesehatan nya, tetap rutin juga melakukan pemeriksaan"
"Oh syukurlah..." seru Devano bernafas lega, membuat tersenyum geli "Oh ya, apakah bayi kami akan baik baik saja jika aku bercinta dengan istri ku? Aku sangat merindukan nya setelah berpuasa selama berbulan bulan" senyum Sarah langsung lenyap seketika, mata nya melotot sempurna mendengar ocehan nge gas Devano yg tanpa di filter itu. Sementara Devano tampak santai, dan Dokter itu pun hanya mengulum senyum geli apa lagi saat melihat ekspresi terkejut Sarah dan ekspresi berharap Devano.
"Tidak apa apa, bayi kalian akan baik baik saja asal kalian harus mencari posisi yg aman dan nyaman terutama untuk Nyonya Lake" tutur sang
Dokter yg tentu saja membuat senyum lebar langsung mengembang di bibir Devano, pria itu langsung menatap nakal pada istrinya "Dan satu hal lagi, jangan membuat goncangan yg terlalu kuat. Takutnya bayi itu mengira dunia sedang gempa dan dia akan takut untuk keluar" lanjut sang Dokter yg membuat Sarah tertawa geli dan ia juga tampak merona. Devano tak pernah bermain kasar, ah pernah sekali di malam pernikahan William.
Tapi yg nama nya goncangan...
"Baiklah, saya mengerti Dokter. Saya akan pelan pelan kok" jawab Devano yg membuat Sarah geleng geleng kepala, Devano pun membantu Sarah turun dari ranjang kecil itu.
Setelah memberikan resep vitamin, Dokter itu mempersilahkan Sarah dan Devano menebus nya sementara ia akan memeriksa Freya.
Kini giliran William yg dan Freya menanyakan banyak hal pada Dokter sembari Freya menjalani USG nya.
"Ini adalah bayi kalian..." ujar sang Dokter menunujuk sebuah titik di layar monitor.
__ADS_1
"Sekecil ini?" tanya William seolah mengagumi titik kecil itu tapi itu adalah bayi nya.
"Ya, masih belum tumbuh. Baru memasuki minggu ke 9, kandungan yg masih di awal seperti ini sangat rentan. Saya sarankan agar Nyonya Fergueson lebih banyak istirahat dan hindari sesuatu yg membuat mu stres"
"Iya, Dok. Pasti..." jawab Freya.
"Sayang..." William mengelus kepala Freya "Jangan bekerja dulu ya, apa lagi pekerjaan mu itu menguras emosi dan tenaga" bujuk William dan Freya langsung mengangguk tanpa fikir panjang. Bagi nya yg terpenting saat ini adalah keluarga kecil nya.
Dokter itu juga meresepkan vitamin untuk Freya
"Emm, Dokter. Apakah boleh kalau aku dan Freya..."
"Sebaik nya jangan dulu..." jawab Dokter itu tanpa menunggu William menyelesaikan pertanyaan nya. William menatap heran pada Dokter yg langsung menjawab nya itu "Saya tahu, Tuan akan bertanya apakah boleh berhubungan suami istri, kan?" William mengangguk sambil cengengesan, Freya hanya bisa menahan tawa geli nya.
"Saat ini kandungan Nyonya Fergueson masih lemah, jika terjadi goncangan di khawatirkan akan berdampak pada janin nya. Jadi sebaik nya tunggu sampai janin kalian tumbuh sedikit lebih kuat lagi"
"Kami mengerti, Dok" jawab Freya saat ia melihat wajah William yg sedikit cemberut.
.........
Setelah memeriksakan kandungan mereka, mereka pun pergi ke pusat perbelanjaan. Apa lagi Sarah membutuhkan banyak hal, dari pakaian, make up, dan yg pasti kebutuhan calon anak mereka.
Devano sudah sangat tak sabar ingin membeli pakaian bayi, box bayi, kereta bayi, sabun bayi dan yg lainnya. Tapi Sarah membujuknya untuk membeli hal itu nanti saja, karena yg terpenting saat ini adalah barang barang Sarah.
"Beb..." Sarah menoleh pada suara cempreng itu, Naina berlari ke arah nya tak peduli teriakan Jacob yg melarang nya berlari di tempat yg ramai.
"Nina bobok..." seru Sarah yg tak kalah girang nya.
__ADS_1
Mereka langsung berpelukan dengan erat, kedua sahabat itu tampak sangat bahagia setelah sekian lama terpisah.
"Ish, Sarah. Kamu gendut tapi cantik, seksi lagi..." ujar Naina jujur, karena ia memang melihat aura Sarah yg lebih cantik dan seksi meskipun tubuh nya memang gemuk
"Iya dong, aura keibuan nya sudah keluar" jawab Devano.
"Bukan nya kalau gendut itu jelek ya?" tanya Sarah sambil memajukan bibirnya, sebenarnya ia sendiri merasa tidak percaya diri dengan tubuh nya yg bengkak itu.
"Engga lah, kamu itu keliatan seksi tahu. Aku yg perempuan merasa gitu lho, apa lagi yg laki laki..." seru Naina melirik Devano.
"Bukan hanya seksi, Naina. Sarah sangat panas dan menggairahkan dengan perut hamil nya ini..."
"Devano..."geram Sarah yg merasa malu mendengar kata kata mesum suami nya ini.
"Jacob Sayang..." seru Naina manja pada Jacob yg sudah berdiri di samping nya "Aku juga mau dong hamil kayak Sarah... " seru nya dengan enteng yg membuat Jacob langsung menabok pipi tunangannya ini.
"Mulut mu ini... Nanti, kalau sudah nikah" jawab Jacob tegas.
"Tapi mau nya sekarang, biar anak ku dan anak Sarah seumuran. Kayak aku dan Sarah" ucap Naina manja yg membuat Sarah dan Devano terkikik. Sementara Jacob hanya bisa menghela nafas panjang dengan kelakuan Naina yg tak juga berubah itu.
"Kenapa malah ngobrol bukan nya belanja?" tanya William pada mereka "Ingat kata Dokter, Sarah harus banyak istirahat. Jadi belanja seperlu nya supaya cepat pulang, okey? Freya juga harus banyak istirahat"
"Okey, Kak..." jawab Sarah.
Devano pun membawa Sarah mencari barang yg Sarah mau, sementara Naian bersama Jacob dan Freya bersama William.
"Keluarga yg bahagia, tapi bahagia di atas penderitaan orang lain. Munafik, keliatan nya orang baik baik, tapi nyata nya?"
__ADS_1
▫️▫️▫️
Tbc....