
Sarah terbangun dari tidurnya Karena ia merasa haus, dan saat menoleh ia tak mendapati Devano di sisi nya. Sarah pun hendak keluar untuk mencari Devano, dan samar samar Sarah mendengar suara Devano. Sarah membuka pintu kamar nya dan rupanya itu mengagetkan Devano yg sedang berbicara di telpon dengan seseorang.
"Sayang, kenapa bangun? kamu lapar?" tanya Devano sambil memasukan ponsel nya kedalam saku boxer nya. Sarah menggeleng dan ia kembali, masuk tanpa sepatah kata pun.
"Siapa yg Devano telfon tengah malam begini? Sembunyi sembunyi lagi..."
"Sayang..." Devano melangkah cepat mendahului Sarah, Devano bisa merasakan ada yg tidak beres dengan istri nya itu sejak siang tadi "Kamu kenapa? Kamu sakit, hm? Mau kerumah sakit?" tanya Devano sambil menyelipkan rambut Sarah ke belakang telinga nya.
"Devano, tadi kenapa telpon nya... Engga, engga apa apa..." ucap Sarah dan ia langsung merangkak naik ke atas ranjang.
Sementara Devano, awalnya ia tampak bingung namun kemudian ia tersenyum.
"Tadi yg telpon itu Dominic..." seru Devano dan ia pun juga naik ke atas ranjang, Devano meletakkan kepala nya di pangkuan Sarah yg saat ini sedang duduk bersender di kepala ranjang.
"Kenapa telpon tengah malah dan harus harus sembunyi?" cicit Sarah, karena ia tak bisa membohongi perasaan nya yg merasa curiga.
__ADS_1
"Bukan sembunyi, Little girl. Tadi kamu tidur, aku engga mau sampai kamu terganggu jadi aku keluar. Dan kenapa Dominic telpon tengah malam karena Margaret kabur dari rumah sakit jiwa...."
"Rumah sakit jiwa?" pekik Sarah terkejut. Terkahir kali ia bertemu Margaret adalah di hotel itu, saat ia mengetahui fakta yg menyakitkan.
"Iya..." lirih Devano dan ia tampak sedih, Devano menggenggam tangan Sarah dan mengecup jari jemari nya dengan begitu lembut "Saat itu, saat dia lari dari hotel, dia mengalami kecelakaan. Tapi saat sadar, dia bukan hanya kehilangan ingatan nya tapi dia kehilangan kewarasan nya. Setiap gadis remaja dia anggap Caitlin, dan setiap pria dia anggap pemerkosa Caitlin" tutur Devano dengan suara rendah "Aku menyesal tidak berlaku baik pada nya, aku baru menyadari kesalahan ku pada Margaret saat aku melihat Mama Venita begitu terpukul dengan kepergian mu, Sayang. Aku jadi mengerti perasaan Margaret, apa lagi selama Caitlin hidup, aku memperlakukan Margaret seperti pelayan yg harus melayani Caitlin, bukan ibu yg menyayangi dan menjaga Caitlin. Kebencian ku pada nya benar benar sudah membuat ku buta, padahal dia memang tulus menyayangi ku... "
Sarah mengelus kepala Devano dengan sayang sambil terus mendengarkan cerita suami nya itu itu.
"Aku benar benar jahat ya, Sayang..." pernyataan Devano itu membuat Sarah mengulum senyum.
"Aku minta maaf, Sarah... Aku..."
Ucapan Devano terhenti saat Sarah mengecup singkat bibir suami itu "Permintaan maaf yg sesungguhnya adalah dengan memperbaiki apa yg sudah kamu rusak, Sayang. Dan aku tahu kamu melakukan itu..." tutur Sarah yg membuat hati Devano menghangat.
"Sebaiknya sekarang kita tidur ya... Aku yakin Tante Margaret akan segera di temukan"
__ADS_1
Devano mengangguk, kini ia berbaring di sisi Sarah. menarik Sarah agar meletakkan kepalanya di dada Devano "Engga bisa, Dev. Kasian Baby Neo sesak..." ujar Sarah dan ia tidur terlentang, kemudian miring ke kanan dan ke kiri.
Melihat Sarah yg bahkan tak bisa tidur dengan posisi nyaman hanya karena perut buncit nya itu membuat Devano kembali teringat Margaret, pantas saja Margaret sangat mencintai Caitlin dan sampai gila karena kehilangan Caitlin. Ternyata menjadi seorang ibu itu sangat tidak mudah.
"Kemarilah, Sayang..." Devano meletakkan bantal di sisi Sarah, tepat di bawah perut nya, kemudian ia sendiri langsung memeluk Sarah dan mengecup pucuk kepala nya "Sesulit ini kah menjadi ibu?" tanya Devano lirih.
"Iya, dan ini engga seberapa. Masih ada fase melahirkan dan menyusui, menjaga mereka hingga mereka tumbuh dewasa. Ini tidak mudah, Devano..."
"Kita akan menjaga anak kita sama sama, aku akan selalu mendampingi mu, Little girl" ucap Devano dan tiba tiba Sarah terkikik.
"I'm not little girl anymore, kamu engga liat aku sudah seperti bayi gajah begini?" tanya Sarah.
"No, you are so beautiful, like an angel" kaaba Devano yg membuat Sarah merona "Sekarang tidur lah, mimpi indah, Sayang. Mimpi indah Baby Neo..."
▫️▫️▫️
__ADS_1
Tbc...