
Jacob dan Naina juga Juan dan Helen bermain ke rumah Sarah untuk menjenguk Sarah dan Baby Neo sebelum mereka memutuskan pindah ke Villa.
"Wow, ternyata bayi itu sangat mungil ya. Menggemaskan" seru Juan yg saat ini melihat Helen sedang menggendong Baby Neo "Sayang, nanti kita lebih rajin lagi bikin baby nya, aku iri sama Devano neh" ucap nya lagi yg membuat Helen tertawa.
"Memang nya kurang rajin apa lagi? Aku aja sama kewalahan" gerutu Helen setengah berbisik karena malu jika ada yg mendengar nya. Ia memang kewalahan melayani suami mesum nya itu yg bahkan tidak tahu waktu dan tempat.
"Habis nya kamu bikin nagih" ucap Juan sembari menghirup aroma rambut Helen.
"Aduh, jangan bicara yg engga engga ya di depan Baby Neo yg masih suci. Nanti otak nya tercemar" seru Naina kemudian sembari mencebikan bibir nya "Kak Helen, aku juga mau gendong Baby Neo" pinta nya.
"Ya udah sini, begini cara pegang nya" Helen menyerahkan Baby Neo dengan sangat hati hati pada Naina.
"Oh ya, kapan resepsi pernikahan kalian?" tanya Devano pada Juan maupun Jacob.
"15 Juni.." Juan dan Jacob menjawab bersamaan. Sontak itu mengagetkan semua orang.
"15 Juni tahun ini?" tanya Sarah dan kedua pria itu mengangguk "Kok barengan? Dimana?" tanya Sarah lagi.
"Galaxy Hotel" lagi lagi kedua nya menjawab bersamaan yg membuat semua orang menganga.
"Mana bisa di hari yg sama dan di hotel yg sama" seru Devano tak habis fikir.
"Belum reserves tapi itu memang rencana kami" jawab Juan.
"Tidak tidak, kamu harus mengalah" seru Naina sembari menunujuk nunjuk Juan.
"Oh tidak, sweetie. Kenapa harus mengalah? Big no..." jawab nya tegas.
"Aku mau 15 Juni. Titik engga ada koma, lagian kamu kan punya hotel sendiri. Buat aja acara disana" seru Naina kesal dan Sarah langsung mengambil Baby Neo dari gendongan Naina.
Ia tak mau anak nya itu mendengar perdebatan sahabat nya dan sahabat suami nya.
__ADS_1
"Ya karena Galaxy hotel lebih besar dari pada hotel ku. Acara di sana pasti akan lebih megah dan berkesan" jawab Juan lagi yg tak mau kalah.
"Sayang, engga apa apa. Kita bisa cari tanggal lain atau hotel lain" Jacob berkata dengan lembut sembari memegang pundak Naina.
"Tapi, Jack..."
"Udah engga apa apa" Jacob menyela cepat yg membuat Naina mendelik kesal.
"Engga apa apa, kami saja yg mengalah" seru Helen yg merasa kasihan melihat Naina yg tampak kecewa.
"Tapi, Helen..."
"Ayo lah, Juan. Memang apa salahnya kalau kita mengalah?" ucap Helen berusaha bijak "Begini saja, tanggal 15 acara kalian dan tanggal 16 acara kami. Bagaimana?"
"Itu ide bagus" Devano menengahi. Tapi Naina dan Juan tetap sama sama cemberut.
"Kalau gitu aku pulang dulu, aku harus kembali bertugas di rumah sakit" seru Helen.
"Hati hati" ujar Sarah kemudian.
"Udah dong, Nina bobok. Kan sudah selesai masalah nya" bujuk Sarah.
"Tapi aku kesal, Jacob mengalah terus sama mereka. Jacob bahkan mengalah juga tentang ibu mereka. Jacob kan juga berhak mendapatkan hak yg sama"
"Apa maksud nya?" tanya Devano penasaran.
"Bukan apa apa, Dev" jawab Jacob dengan cepat.
"Sebenarnya Jacob itu anak nya Tante Intan, Dev" seru Sarah yg membuat Devano melotot terkejut.
"Sarah..." geram Jacob tak suka namun Sarah tidak memperdulikan nya.
__ADS_1
"Serius? Bagaimana bisa?" tanya Devano.
"Aku juga engga tahu, tapi ya cuma tante Intan yg tahu seperti apa dan bagaimana" jawab Sarah lagi.
"Sudahlah, lupakan masalah ini" ucap Jacob yg enggan membahas masalah itu "Aku dan juga akan pulang"
"Tapi ini masalah serius, Jack" seru Devano serius "Kenapa kamu engga memberi tahu Tante intan kalau kamu itu anak nya? Dan berarti kamu saudara nya Juan dan Vino? Bagaimana bisa? Apa perselingkuhan itu...."
"Iya, aku hasil dari perselingkuhan nya, mungkin. Karena itulah dia membuang ku. Sudahlah, Dev. Apa yg sudah di buang itu artinya sudah tidak berarti lagi" ucap Jacob jengah "Ayo, Naina. Kita pulang, ini sudah sore..."
Saat Jacob dan Naina berdiri, kedua nya di kejutkan dengan Juan dan Helen yg berdiri mematung di sana. Raut wajah mereka tampak sangat terkejut dan seperti nya mendengar apa yg baru saja di bicarakan oleh Jacob.
Devano pun ikut berdiri dan juga terkejut ternyata Juan dan Helen belum pergi.
"Aku kembali karena tas ku ketinggalan" ucap Helen lirih.
"Apa yg baru saja kalian bicarakan?" tanya Juan kemudian.
"Bukan apa apa" jawab Jacob berusaha bersikap senatural mungkin.
"Apa maksud mu anak perselingkuhan Mama? Jadi anak itu kamu, huh?" ia bertanya dengan marah.
"Ini bukan salahnya, Juan" seru Devano dengan tegas "Pergi dan tanyakan itu pada Mama mu"
Juan pun langsung menarik Helen yg sudah mengambil tas nya, kedua nya pergi dengan Juan yg setengah menarik paksa Helen.
Jacob menghela nafas berat, ia kembali duduk di sofa.
"Tidak apa apa, tidak ada kebenaran yg tidak akan pernah terungkap" ucap Naina lembut sembari mengusap pundak suaminya.
"Dan memang seharusnya ini terungkap, Jack. Karena ibu tidak akan pernah melupakan anak nya begitu juga sebaliknya" sambung Sarah memberikan dukungan. Jacob kembali hanya bisa mendesah lesu.
__ADS_1
"Aku cuma takut menambah masalah, itu saja" jawab nya.
"Ini memang sudah menjadi masalah, Jack. Dan harus segera di selesaikan" tukas Devano.