Married By Challenge

Married By Challenge
Part 132


__ADS_3

Ben begitu terpesona melihat penampilan calon tunangan nya ini, Helen tampak sangat cantik dengan guan yg berwarna Rose gold.


Kini mereka sudah berdiri berhadapan, Ben tak mampu memalingkan pandangan nya dari Wajah Helen.


"Helen, kamu sangat cantik..." puji Ben tulus.


"SAYANG NYA WANITA CANTIK ITU MILIK KU..."


Semua orang menoleh pada asal suara itu, tak terkecuali Helen dan Ben.


Juan berdiri dengan angkuh nya di sana, ia pun berjalan dengan gagah dan terus menatap Helen. Helen sendiri tak bisa berpaling dari Juan, kedua terus melempar tatapan hingga Juan berada di antara Helen dan Ben.


"Maaf, kawan. Tapi dia milik ku" tegas Juan bahkan ia menarik pinggang Helen dan merapatkan tubuh Helen ke tubuhnya.


Suasana menjadi mencekam, para tamu tampak kebingungan. Helen terlihat marah dan ia berusaha melepaskan diri dari Juan, sementara Ben malah tersenyum miring.


"Kami akan bertunangan, jadi silakan kembali ke tempat mu bersama para tamu, Mr. Barnard" ujar Ben.


"Lepaskan aku, Juan. Jangan berani bikin malu keluarga ku" desis Helen masih memberontak, tapi entah bagaimana Juan seolah tak merasakan pemberontakan itu. Bahkan dengan lantang ia berseru...


"Maaf semuanya, pertunangan nya di batalkan. Tapi jangan kecewa, karena yg akan terjadi adalah pernikahan!" semua orang semakin terkejut mendengar pengumuman Juan itu.


Terutama Helen, Devano dan yg lainnya.


"Juan sudah gila..." gumam Naina.


"Cinta akan membuat orang gila" sambung Sarah sambil terkekeh.


" Akhir nya, teman ku itu menemukan cinta nya juga" ucap Devano.


"Hentikan omong kosong mu, Mr. Barnard!" seri Papa Helen, ia tampan sangat marah "Keluar baik baik dari sini atau harus di seret paksa?"


"Papa mertua..." ujar Juan yg membuat orang tua Helen semakin kesal "Aku dan Helen saling mencintai, jadi tolong restui cinta kami"


"Cinta dari Hong Kong?" seru Helen yg juga sudah mulai emosi.


"Bukan, Sayang. Tapi dari hati mu..." seru Juan sambil menyentuh dada Helen, membuat emosi Helen semakin memuncak.

__ADS_1


"Ku mohon, Juan. Jangan ganggu hidup ku lagi, dan pergi dari sini" desis Helen tapi Juan menggeleng. Kali ini ia memasang mimik wajah yg sangat serius, ia menatap sendu Helen. Penuh cinta dan kerinduan, Helen merasa tak ada ke pura puraan di sana. Tapi Helen menolak percaya semua itu.


Dulu, Juan tidak selingkuh dari nya atau berbohong pada nya. Justru Juan sangat jujur, ia mengaku tertarik pada Helen, mereka menjalin hubungan dan Helen percaya rasa tertarik Juan adalah suka, sayang, dan cinta. Tapi setelah tiga bulan bersama, Juan memutuskan nya dengan alasan ia tak mau terikat dengan Helen, ia tak mau di miliki Helen seutuh nya, ia tak mau bersama Helen dan ia tidak mencintai Helen. Juan hanya tertarik, seperti kata awal itu, hanya tertarik. Helen bahkan memberikan mahkota nya pada Juan, tapi Juan mencampakan nya dengan sangat mudah.


Helen sangat membenci Juan, tapi sebesar rasa benci itu, sebesar itulah rasa cinta Helen.


"Helen..." Juan menggenggam tangan Helen, membuat Helen kembali ke alam sadar nya setelah ia memutar memori lama itu. Kini Juan bertekuk lutut di depan Helen "AKU MENCINTAIMU..." Helen menegang mendengar kata itu, hati kecil nya merasa senang tapi Helen tahu, Juan tetaplah Juan.


"Aku engga butuh cinta kamu, aku cuma butuh kamu pergi dari sini" desis Helen, ia menatap dingin Juan dan untuk pertama kali nya Juan merasakan sesak di dada nya mendapatkan tatapan dingin seperti itu dari Helen, rasanya sakit dan perih.


"Aku mohon, Helen. Kasih aku kesempatan satu kali lagi..."


"Hey, bung...!"


"Diam!!!" desis Juan dan ia menatap tajam Ben, namun Ben tak gentar, ia menarik kerah kemeja Juan dan menarik Juan berdiri.


"Kita bisa bicara baik baik..."ujar Mama Helen karena ia takut kedua pria itu berkelahi dan mempermalukan mereka.


Ben melepaskan Jaun, bahkan setengah mendorong nya "Apa mau mu, huh? Kamu sudah pernah memiliki Helen, tapi kamu yg meninggalkan nya"


"Itu karena aku bodoh" seru Juan Frustrasi, ia menarik rambut nya sendiri dan sorot mata nya memperlihatkan bahwa ia benar benar frustasi "Aku baru sadar, cinta itu ada, dan aku mencintai Helen. Aku sangat mencintainya..."


"Aku mohon, Helen... Aku sangat mencintai kamu"


"Apa buktinya kalau kamu memang mencintai dia?" tanya Ben lantang.


"Apapun itu, akan aku lakukan apapun yg Helen mau"


Ben menatap Helen "Kamu ingin bukti apa, Helen?" tanya Ben namun Helen menggeleng pelan. Ia tak bisa menjawab dan tak tahu harus berkata apa.


"Helen..." lirih Juan, ia menatap begitu sendu "Menikahlah dengan ku..."


Helen mematung, ia bahkan menahan nafas. Kata ini yg dahulu ia impikam dari Juan, tapi sekarang? Helen sudah punya Ben.


"Helen, aku mohon, Sayang..."


"Kamu bohong" seru Helen akhir nya "Sekarang kamu melamar aku, besok kamu akan meninggalkan aku"

__ADS_1


"Engga, sampai mati pun aku engga ninggalin kamu..." jawab Juan "Aku bahkan ingin menikahi mu saat ini juga untuk membuktikan keseriusan ku. Dan aku tahu kamu juga sangat mencintai ku"


Hati Helen luluh, namun ia masih takut. Apa lagi saat menatap Ben, Helen merasa sangat bersalah pada Ben Karena memang benar ia sangat mencintai Juan.


"Aku akan memberikan Helen pada mu, Barnard. Hanya jika kamu menepati janji mu dan benar benar akan menikahi Helen saat ini juga..."


"Aku engga mau!" tegas Helen "Bagaiamana nanti kalau setelah menikah dia selingkuh?"


"Engga akan, Sayang" tegas Juan.


"Engga mungkin engga akan, engga ada hubungan tanpa perselingkuhan, itu kan yg ada dalam benak mu?"


"Ya, itu dulu..." jawab Juan "Tapi seorang teman membuktikan cinta sejati itu ada begitu juga dengan kesetiaan, dan cinta sejati ku itu kamu dan aku akan setia sama kamu"


"Aku... Aku engga percaya!"


"Okey, tunggu sebentar..." ucap Juan, kemudian ia mengambil ponsel nya, menulis pesan dengan cepat dan mengirimkan nya pada seseorang.


"Baiklah, sembari menunggu acara selanjutnya, silahkan para tamu menikmati hidangan" teriak Juan yg membuat semua orang semakin bingung.


"Kamu mau ngapain?" tanya Helen.


"Tunggu, 15 menit aja..."


Dan seta lah lima belas menit, kedua orang tau Juan datang membawa penghulu. Membuat semua orang menganga tak percaya.


"Pa, Ma..." seru Juan dan hal itu membuat Helen dan Devano tercengang, karena mereka tahu betapa Juan membenci Mama nya, bahkan tak pernah mau menyebut nya Mama, tapi sekarang?


"Tolong jelasin sama Helen dan yg lain nya, aku mencintai Helen dan aku mau menikah dengan nya" lirih Juan.


"Kamu..." Helen tak tahu harus berkata apa. Mama Juan menatap Helen penuh haru, karena Helen lah ia mendapatkan putra nya kembali.


"Dia memang milik mu, tapi jika kamu menyakiti nya, aku akan selalu siap merebut nya dari mu" ujar Ben dan Juan hanya menepuk pundak Ben sambil menggeleng.


Terdengar suara bisik bisik tamu, ada yg tertawa geli, ada yg merasa keheranan, namun Juan tak peduli dan mengumumkan itu adalah pernikahan nya.


"Dasar bodoh!" seru Sarah sambil terkekeh.

__ADS_1


▫️▫️▫️


Tbc...


__ADS_2