Married By Challenge

Married By Challenge
Part 80


__ADS_3

"Bawain oleh oleh yg banyak banyak ya, Kak..." seru Sarah sembari memeluk William dengan erat.


Devano dan Sarah mengantar William dan Freya ke Bandara.


"Memang nya kamu mau di beliin apa? Wong suami billionaires, bisa minta apa aja kamu ke dia" jawab William sambil terkekeh.


"Ya kan pengen nya yg dari Paris" ujar Sarah sambil cekikikan.


"Ya tinggal pergi sendiri aja ke Paris, tiap bulan ke Paris juga engga akan habis duit Devano" sambung Freya yg membuat Devano ikut tertawa.


"Lagi musim ujian, Fe" sambung Devano. Karena memang kalau sudah kelas tiga itu ujian dan tugas sudah banyak.


"Ya sih" jawab Freya.


"Sayang, sudah waktunya check in..." seru William pada Freya. Kedua nya tak membawa barang banyak, karena nanti disana juga pasti belanja.


"Kita berangkat dulu..." Freya mencium pipi Sarah dengan sayang.


"Hati hati..." ujar Devano.


"Kalian juga, titip Papa Mama ya..." pinta William.


"Iya, kami akan sering sering pulang" jawab Sarah.


Dan saat William dan Freya pergi, Sarah dan Devano pun juga berniat pulang.


Di perjalanan pulang, Devano kembali memasang wajah yg sangat serius dan tampak tegang. Melihat itu, Sarah langsung bergelanyut manja di lengan Devano.


"Ada apa, Sayang?" tanya Devano lembut yg membuat Sarah mengulum senyum.


"I love you" ucap Sarah yg langsung membuat Devano mengerutkan dahinya. Ia pun menepikan mobil nya untuk bisa menatap Sarah.


"Kamu kenapa? Kamu selingkuh, hm?" tanya Devano antara serius dan bergurau. Karena jujur saja, Devano merasa aneh dengan Sarah yg tiba tiba mengucapkan ketiga kata terindah itu. Sarah pun hanya terkekeh geli dan semakin bergelanyut di lengan Devano.


"Sarah..." Devano mencengkram lembut pipi Sarah dan membuat Sarah mendongak menatap nya.


"Apa, Beb?" tanya Sarah centil membuat Devano tertawa geli "Nah gitu dong, senyum, ketawa. Jangan pasang tampang ganas terus" ujar Sarah. Sekarang Devano mengerti kenapa Sarah bertingkah begini.


Devano mendekatkan wajah nya dan langsung mencium bibir Sarah bahkan menyesap bibir bawahnya membuat Sarah tersentak dan langsung meremas lengan Devano untuk melampiaskan hasrat yg tiba tiba terpancing itu. Ia bahkan mengerang saat Devano semakin menyesap rakus bibir nya.


Walaupun merasa sangat tak puas, Devano sudah mengakhiri ciuman nya. Ia dan Sarah mencoba mengatur nafas nya yg tersengal dengan pandangan yg berkabut sarat akan gairah.


"I love you more" ucap Devano kemudian.


"Kalau di ingat ingat, kamu engga pernah bilang I love you too. Kamu selalu bilang I love you more" ujar Sarah sambil mengelap bibir nya yg basah dan terasa bengkak.


"Karena aku memang sangat sangat mencintai mu" jawab Devano dan ia mengusap mesra bibir Sarah kemudian memberikan kecupan singkat sebagai ciuman penutup nya.


"Jadi, cinta mu lebih besar dari cinta ku, gitu?" tanya Sarah sambil menggerling nakal.

__ADS_1


"Pasti" jawab Devano yakin yg membuat Sarah mendengus.


"Masak? Buktinya?"


"Kamu mau bukti apa?" tanya Devano menantang. Sarah mengetukan jari nya di dagu, ia berfikir sejenak sambil menatap keluar mobil dan tiba tiba ia melihat Margaret.


"Itu tante Margaret..." ujar Sarah sambil menunjuk ke depan dimana tadi ia melihat Margaret. Devano pun mengikuti arah Sarah menunujuk.


"Dimana, Sayang?" tanya Devano sambil mengedarkan pandangan nya mencari cari sosok yg ia cari selama ini.


"Tadi di sana..." ujar Sarah sambil menunjuk ke depan.


"Mungkin kamu salah lihat" ucap Devano. Ia pun mengambil ponsel nya dan mengirim pesan pada Dominic untuk mencari Margaret di area itu. Devano berharap ia segera menemukan Margaret agar Agus tak bisa mengancam nya lagi.


"Mungkin..." gumam Sarah dan seketika ia merasa iba mengingat Margaret yg sudah kehilangan Caitlin "Tapi apa dia masih di London? Sekarang dia engga punya siapa siapa lagi selain kamu, Dev" ucap Sarah dan ekspresi Devano menunjukkan tak suka dengan ucapan Sarah itu.


"Dia bukan siapa siapa ku, Sarah. Dan aku sangat membenci nya" ujar Devano tajam. Sarah melirik Devano sekilas dan ia terlihat marah.


"Aku tahu..." ucap Sarah lembut mencoba memahami perasaan Devano. Bahkan jika Sarah yg ada di posisi Devano, sudah pasti Sarah akan sangat membenci selingkuhan ayahnya sampai mati pun.


"Ya udah, kita pulang yuk..." ujar Sarah dan Devano pun kembali menjalankan mobil nya.


...... ...


Jacob datang kerumah Naina untuk berbicara dengan Naina dan kedua orang tuanya. Naina yg tak tahu apa yg akan di bicarakan Jacob menjadi sangat gugup.


Selama ini, kedua orang tua Naina sudah sangat mengenal Jacob dan Sarah. Mereka juga dekat dengan teman teman putri mereka itu.


"Jadi, kamu sudah positif mau ke Jerman, Jackie?" tanya mama Naina.


"Iya, Tante. Naina juga udah ngizinin" jawan Jacob yg membuat mama Naina tertawa kecil.


"Jadi kalau Naina engga ngizinin, kamu engga akan pergi?" goda nya dan Jacob mengangguk pasti "Ada ada aja..." gumam nya.


Dan saat terdengar deru mobil di luar, Naina segera berlari untuk menyambut ayah nya.


"Pa, ada Jacob. Katanya mau bicara sama Papa Mama" ujar Naina sambil membawakan tas kerja ayahnya.


"Iya, Papa tahu. Maka nya Papa cepat pulang" jawab sang ayah.


"Sudah lama, Jack?" tanya ayah Naina dan ia pun duduk di samping istri nya. Sementara Naina duduk di samping Jacob.


"Engga kok, Om" jawab Jacob.


"Jadi apa yg ingin kami bicarakan dengan kami?" tanya ayah Naina lagi.


Jacob menatap Naina sekilas, ia memandang Naina dengan begitu lembut, membuat Naina terpana.


"Jadi, sebenarnya aku..." Jacob menjadi sangat gugup, apa lagi melihat semua orang yg memandangi nya penuh pertanyaan. Jacob memberanikan diri menatap kedua orang tua Naina dengan gantle "Aku kesini, aku... Ingin melamar Naina" tegas nya.

__ADS_1


"Hah?" gumam Naina dengan mulut terbuka lebar dan mata yg melotot sempurna. Bahkan kedua orang tua Naina juga tercengang dengan penuturan Jacob itu.


Mereka tahu Naina dan Jacob sudah berpacaran cukup lama, tapi tak mereka sangka Jacob akan melamar Naina secepat ini.


"YEEY..." Seru Naina tiba tiba sambil menubruk tubuh Jacob membuat keduanya terjatuh ke sofa. Naina tertawa girang seperti anak anak yg di belikan mainan baru. Membuat kedua orang tua Naina semakin tercengang melihat tingkah putri nya itu.


"Naina..." geram Jacob yg merasa malu dengan kedua orang tua Naian. Ia pun berusaha duduk kembali dan Naian hanya cengengesan.


"Lamaran di terima..." ujar Naina sambil tersenyum lebar dan ia sudah mendekatkan wajah nya hendak menyosor Jacob dengan bibir nya namun Jacob segera menutup mulut Naian dengan tangannya.


"Kamu ini..." desis Jacob malu.


"Naina..." tegur sang ayah yg juga merasa malu dengan tingkah anak gadis nya. Mereka tahu Naina masih suci, masih gadis, Naina sering bercerita tentang Jacob pada kedua orang tua nya. Termasuk Jacob yg tak mau menyentuhnya sebelum menikah padahal Naina sering menggoda nya "Agresif banget sih, bikin malu aja" gumam sang ayah namun Naina sekali lagi hanya cengengesan. Ibu nya pun cuma bisa geleng geleng kepala.


"Kamu serius, Jack?" tanya ibu nya Naina.


"Sangat, Tante" jawab Jacob penuh percaya diri "Aku ingin menikahi Naina saat ia lulus nanti. Dan jika Naina mau, aku bisa membawa nya ke Jerman dan Naina bisa kuliah di sana"


"Tapi biaya kuliah disana mahal lho..." ujar ayahnya Naina.


"Aku akan bekerja keras, Om. Aku cuma engga mau berpisah dengan Naina..." ungkap Jacob sambil menatap intens Naina.


"Tapi apa ini engga kecepatan? Kamu engga merasa kalian terlalu muda untuk menikah?" tanya ibu Naina ingin memastikan.


"Kami sudah sangat cocok dan saling mencintai, Tante. Justru aku takut kalau kelamaan pacaran, nanti malah terjadi hal yg engga engga" tutur Jacob "Aku juga sengaja melamar Naina sekarang, supaya hubungan kami lebih kuat meskipun harus LDR an. Aku ingin memastikan kalau Naina milik ku atas izin Om dan Tante dan engga akan ada peluang bagi orang lain untuk mencoba mendekati nya" tutur Jacob lagi yg membuat kedua orang tua Naina merasa tersentuh dengan rasa cinta dan tanggung jawab Jacob. Naina pun juga terharu mendengar nya dan rasa cinta nya semakin besar.


"Baiklah kalau begitu, Jack. Lamaran mu kami terima" ucap ayah Naina yg membuat Naina dan Jacob merasa sangat bahagia.


"Maksih, Pa, Ma..." ujar Naina sambil berhambur kedalam pelukan ayahnya.


"Makasih banyak, Om.." ucap Jacob dengan mata yg berkaca kaca. Satu tingkat hubungan nya dan Naina lebih kuat.


Dan tiba tiba, Jacob berlutut di hadapan Naina yg saat ini duduk di antara kedua orang tua nya. Jacob mengeluarkan sebuah cincin emas yg sangat mungil.


"Bolehkah?" pinta Jacob meminta tangan Naina. Dan Naina tentu langsung memberikan tangannya. Mata nya pun berkaca kaca, ia merasa sangat bahagia. Jacob menyematkan cincin itu di jari manis tangan Naina.


"Beautiful..." bisik Naina dan ia langsung berhambur kedalam pelukan Jacob yg masih bertekuk lutut. Kali ini Jacob tak menolak nya, ia membalas pelukan Naina.


"I love you" ucap Naina.


"I love you more" balas Jacob. Dan tiba tiba tiba Mama Naina juga memeluk mereka, di susul ayah Naina yg memeluk mereka bertiga.


"Semoga cinta kalian abadi" ucap sang ayah.


"Kami merestui kalian selalu" sambung sang ibu.


"Makasih banyak, Om, Tante" ucap Jacob yg merasa terharu karena ia di terima dengan begitu baik di keluarga Naina.


▫️▫️▫️

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2