Married By Challenge

Married By Challenge
Part 75


__ADS_3

Devano masih sibuk mencari keberadaan Margaret, namun ia tak menemukan petunjuk apapun. Devano bahkan sudah mencari ke semua tempat yg mungkin Margaret datangi, ke setiap hotel, penginapan dan rumah kontrakan yg mungkin Margaret tinggali sekarang. Namun tak ada, Margaret tak ada dimana pun.


"Tuan, seperti nya memang seharusnya Tuan mengatakan saja apa yg sebenarnya terjadi dan siapa Tuan pada keluarga Tuan William" Saran Dominic yg sudah merasa tak tega melihat tuan nya ini nampak stres.


"Aku takut, Dom. Aku takut Sarah marah dan ninggalin aku..." lirih Devano. Ia tak pernah memperlihatkan sisi lemah nya, namun jika sudah tentang Sarah. Devano tak bisa menyembunyikan bahwa Sarah adalah kelemahan nya.


"Sebaik nya Tuan berbicara dengan Tuan William dan kedua orang tua nya terlebih dahulu, yakinkan mereka bahwa semua ini hanya salah faham. Setelah itu, akan lebih mudah untuk meyakinkan Nyonya Sarah"


"Itu ide yg bagus, tapi rasanya engga mungkin mengungkapkan kebenaran itu sekarang. Baru saja mereka merasa bahagia dengan pernikahan William"


"Kalau begitu, setelah Tuan William pulang dari bulan madu nya sebaiknya Tuan harus segera bicara"


"Aku pasti akan melakukan nya, tapi sebelum itu kita harus menemukan Margaret sebelum dia berulah" ujar Devano dan Dominic mengangguk setuju.


Interkom di meja Devano berbunyi, dan setelah di jawab ternyata sekretaris nya, Mia.


"Pak, ada Pak Jason yg ingin bertemu dengan Bapak sekarang" Devano cukup terkejut mendengar kabar kedatangan ayah mertua nya itu. Karena tak biasa nya Jason datang tanpa membuat janji.


"Langsung antarkan ke ruangan ku sekarang juga" perintah Devano.


"Siapa, Taun?" tanya Dominic.


"Om Jason, firasat ku engga enak karena dia datang tiba tiba begini" ujar Devano.


"Mungkin hanya urusan pekerjaan, Tuan Devano. Kalau begitu, saya permisi"


"Engga usah, Dom. Tunggu saja di sini" pinta Devano.


Dan setelah itu, pintu terbuka dan Devano semakin terkejut karena yg datang bukan hanya ayah mertua nya tapi juga ibu mertua nya.


"Om, Tante..." Devano segera menyambut mereka dan menggiring mereka untuk duduk di sofa.


"Kamu sibuk, Dev?" tanya Venita.


"Engga kok" jawab Devano cepat cepat "Tapi kok tumben..."


"Sebenarnya ada yg ingin kami bicarakan, lebih tepat nya kami ingin minta bantuan" ujar Jason.

__ADS_1


"Bantuan?" tanya Devano merasa heran.


"Iya, Dev. Ada orang yg iseng meneror kami, dan kami bingung harus mengatasi nya bagaimana karena ini seperti nya tentang William" tutur Venita yg membuat Devano tambah bingung.


"Maksud nya? William kenapa?" tanya Devano lagi.


"Tunggu sebentar..." Venita mengeluarkan ponsel dari dalam tas nya, dan ia menunujukan gambar dan pesan yg ia terima pada Devano.


Bukan main terkejut nya Devano melihat itu adalah foto Caitlin "Kami berdua dapat pesan yg sama tapi dari email yg berbeda. Itu sudah yg kedua kalinya dan juga semua email nya berbeda" tutur Venita.


Devano hanya bisa menelan ludah nya dengan susah payah, ia kemudian menunujukan pesan itu pada Dominic dan Dominic pun sangat terkejut.


"Mungkin...mungkin itu hanya orang iseng, Tante" jawab Devano mencoba tetap tenang.


"Aku rasa engga, Dev. Karena kami berdua dapat pesan yg sama dan sudah dua kali. Orang itu juga membawa nama William dan menyebutnya monster" ujar Jason.


"Apa ada orang yg Om curigai?"


"Airin, aku curiga pada wanita itu. Kamu tahu kan dulu dia fitnah William"


"Airin..."gumam Devano sambil melirik Dominic.


Sekali lagi Devano terkejut mendengar penuturan Venita, padahal William juga dapat teror itu namun seperti nya William tidak memberi tahu siapapun.


"Tante tenang aja, Dominic akan mencari tahu siapa yg sebenarnya mengirim pesan pesan ini dan memang sebaiknya jangan sampai William tahu" ujar Devano.


"Terima kasih, Dev" tutur Venita "Tapi sebenarnya tante masih mencurigai hal yg lain"


"Hal apa?" tanya Devano.


"Gadis yg William tolong di London lima tahun yg lalu..."


Deg


Devano merasa jantung nya berhenti berdetak beberapa saat, ia melirik Dominic dan Devano tak bisa menyembunyikan wajah tegang nya.


"Memang nya kenapa dengan gadis itu?" tanya Devano dengan suara rendah nya.

__ADS_1


"Entahlah, Dev. Hanya saja sampai saat ini kami masih sangat penasaran siapa gadis itu dan dimana dia sekarang? Kenapa dia ninggalin William saat William pergi untuk menyelamatkan nya. Atau jika mereka di serang bersama, lalu dimana tubuh gadis itu? Apakah dia masih hidup atau tidak? Polisi sudah mencari nya tapi engga ada petunjuk apapun tentang nya"


Devano hanya bisa diam seribu bahasa, perasaan nya berkecamuk. Bagaimana caranya Devano memberi tahu mereka bahwa gadis itu tidak bermaksud meninggalkan William. Dan bagaimana caranya Devano memberi tahu bahwa gadis itu adalah adik nya dan sekarang sudah meninggal setelah koma selama lima tahun.


"Mungkin tidak ada hubungan nya dengan hal itu, lagi pula itu sudah sangat lama" sambung Dominic karena ia melihat Devano tak mampu berkata kata.


"Ya semoga saja. Karena kasus William adalah kasus yg tak pernah bisa di pecahkan. Kenapa William di lukai, siapa yg melukai. Engga ada yg tahu, satu satu nya yg kami tahu adalah pernyataan dari Sarah. Yg mengatakan William pergi untuk mengejar gadis itu. Engga ada lagi saksi atau petunjuk" ujar Jason.


"Pernyataan Sarah..." gumam Devano. Ia teringat saat Sarah menceritakan hal yg serupa.


Dan ya, itulah petunjuk nya.


"Kami akan cari tahu semua ini, Om, Tante" Ujar Devano lagi.


"Terima kasih, Devano" ucap Jason.


"Sama sama, ini sudah kewajiban ku" jawab Devano.


"Kalau gitu kami pergi dulu" seru Venita.


"Iya.." jawab Devano dan ia pun mengantar mertua nya itu sampai ke lift.


Setelah itu, ia kembali ke ruangan nya dan mendapati Dominic yg seperti sedang memikirkan sesuatu yg sangat serius.


"Apa yg kamu fikirkan, Dom?" tanya Devano.


"Ini bukan hanya Margaret, Tuan..." ucap Dominic "Margaret tidak bisa bahasa inggris sedikitpun, lalu bagaimana bisa dia menulis pesan dalam bahasa Inggris"


"Benar juga" jawab Devano "Pasti ada yg membantu dia, tapi siapa?"


"Kemungkinan nya tiga orang tuan, Roy, Harris dan Agus. Sementara Airin itu sangat tidak mungkin, karena kedua adik nya masih ada di bawah pengawasan kita"


"Tapi Roy dan Harris masih di penjara, itu artinya... Agus?"


"Pasti. Saya akan mengurus nya"


"Engga usah, Dom. Biar aku aja, jika terbukti dia yg melakukan nya. Aku bisa dengan mudah menghancurkan dia, perusahaan nya ada di bawah naungan perusahaan ku. Dan aku tahu Agus sangat takut kehilangan perusahaan nya"

__ADS_1


▫️▫️▫️


Tbc...


__ADS_2