
Saat makan malam bersama, William memberi tahu orang tua nya kalau dia sudah melamar Freya dan Freya menerima nya. Tentu mereka sangat senang mendengar hal itu, terutama Venita.
"Ya ini berkat Devano yg menyadarkan aku kalau mungkin menang sudah saat nya aku menikah" ujar William dan Devano pun hanya mengulum senyum.
"Jadi rencana selanjutnya apa, Will?" tanya Jason.
"Engga usah pakek acara tunangan segala ya, langsung nikah aja" sambung Venita "Mama engga sabar pengen punya cucu, teman teman Mama sudah punya cucu semua" ujar nya yg membuat Jason geleng geleng kepala.
"Itu lah perempuan, kalau teman nya punya menantu, dia juga pengen menantu. Kalau teman nya punya cucu, pasti pengen cucu juga. Bisa engga, pengen nya itu dari hati, bukan karena liat teman" tutur Jason panjang lebar yg membuat Venita mendengus.
"Kalau teman nya punya berlian, pasti dia pengen berlian juga" sambung Sarah yg membuat semua orang tertawa.
Setelah makan malam selesai, mereka berkumpul di ruang keluarga. Venita menonton sinetron kesukaan nya, Sarah pun menemani meskipun dia tak suka sinetron. Sementara para pria membicarakan harga saham yg kata nya melonjak.
Karena bosan, Sarah pun berpamitan mau ke kamar duluan namun sebelum ke kamarnya, ia ke kamar William untuk mengambil laptop William. Tak lama kemudian Devano menyusul nya.
Sarah meminjam laptop kakak nya untuk menonton film di Netflix karena laptop nya sendiri masih ada di rumah Devano.
"Seru amat" ujar Devano sembari menutup pintu. Ia pun bergabung dengan Sarah yg sedang rebahan di ranjang.
"Kamu nonton apa sih?" tanya Devano lagi.
"Engga tahu nih film apa, tapi kayaknya thriller. Mungkin tadi Kak Will nonton ini" jawab Sarah karena ia memang tak tahu itu film apa. Saat membuka Netflix di laptop kakaknya, ya film itu yg muncul.
"Oh no..." seru Sarah kemudian ia menutup laptop nya dengan panik membuat Devano bingung.
"Kenapa?" tanya Devano.
"Itu film ada adegan 21+ nya. Hehe" jawab Sarah.
"Kok kamu tahu?" tanya Devano lagi karena film nya belum menampilkan adegan itu.
"Basic instinct" jawab Sarah sambil cengengesan. Ia pun membawa kembali laptop kakaknya itu ke kemar nya.
Setelah itu ia kembali dan melihat Devano yg melepaskan kaos nya.
"Basic Instinct itu film apa?" tanya Devano sembari ia mengambil kaos yg baru, yg tadi sempat ia minta Aldo mengantarkan nya.
"Masak kamu engga tahu?" tanya Sarah heran karena film 90 an itu sangat terkenal bahkan sampai sekarang.
"Aku engga tahu film, engga ada waktu nonton film"
"Dev, punggung mu kenapa?" tanya Sarah yg perhatian nya teralihkan pada bekas cakaran di punggung Devano.
"What?" tanya Devano sambil mengerutkan kening nya. Apa Sarah tak ingat dia yg mencakar Devano?
"Punggung mu, kok ada bekas kayak cakaran gitu?" tanya Sarah dengan polos nya. Devano tak tahu harus kah dia tertawa atau meringis sedih karena Sarah tak ingat dia yg mencakar nya.
Devano pun tak jadi memakai kaos nya, dia lebih memilih bertelanjang dada dan itu membuat Sarah merona apa lagi melihat dada bidang Devano yg pasti sangat keras dan hangat. Uff, membuat bulu kuduk nya merinding.
Devano pun membawa Sarah ke ranjang kemudian Devano duduk memunggungi Sarah dan memperlihatkan punggung nya.
__ADS_1
"Coba sentuh..." pinta Devano dan Sarah pun menyentuh bekas cakaran itu.
"Sakit ya?" tanya Sarah sambil meringis.
"Engga, cuma sedikit perih. Karena itulah..." Devano berbalik dan kini duduk berhadapan dengan Sarah, Devano mengangkat tangan Sarah dan memperhatikan kuku kuku jari nya "Kamu harus potong kuku, Sayang" lanjut nya yg membuat Sarah menganga. Fikiran nya pun sudah liar kemana mana "Lagian kamu itu siswi, apa guru mu engga periksa kuku mu? Dulu waktu aku SMA, tiap hari senin kuku setiap murid di periksa, kalau ada yg panjang akan di hukum"
"Hehe..." hanya itu tanggapan Sarah, wajahnya pun memerah karena malu. Meskipun ia tak tahu pasti bagaimana bisa ia mencakar punggung Devano "Maaf ya" ucap nya kemudian.
Devano mengangkat tangan Sarah dan mengecup buku jari nya satu persatu dengan mesra. Membuat Sarah terdiam dengan dada yg berdebar.
"Apa kamu engga ingat sama sekali saat kamu mencakar punggung ku?" bisik Devano dengan suara berat nya. Sarah mencoba mengingat hal itu namun kemudian ia menggeleng "Engga ingat?" tanya Devano dan Sarah mengangguk "" Seperti nya perlu ku ingatkan" bisik Devano si telinga Sarah dan ia mencium bahkan menjilat daun telinga Sarah yg malah membuat Sarah mendesah tanpa sengaja. Dengan cepat Sarah membekap mulut nya sendiri.
Devano pun terkekeh geli, semudah itu merangsang istrinya dan Devano suka. Saat Devano hendak melanjutkan aksi nya, Sarah mencegah nya.
"Kan semalam udah" ucap Sarah dengan suara rendah dan wajah memerah yg sudah seperti kepiting rebus.
"Mau lagi malam ini, Sayang" bisik Devano menggoda.
"Ih, emang boleh tiap malam?"
"Ya pasti boleh lah, kan suami istri juga"
Sarah terdiam dan berfikir sejenak "Masih sakit ya?" tanya Devano.
"Engga sesakit tadi pagi sih, cuma..."
"Dev..."
"Kalian sudah tidur?" tanya William lagi.
"Belum, Kak" tanya Sarah sambil tersenyum geli melihat ekspresi kesal Devano. Kemudian Sarah turun dari ranjang dan membuka pintu "Kenapa, Kak?" tanya nya.
"Mama pesan martabak telur tadi, kalian mau engga? Mama pesan nya banyak kata nya karena ada kalian"
"Mau" jawab Sarah yg membuat Devano semakin mendengus kesal. Tanpa beban sedikitpun, Sarah pun ikut turun bersama William yg membuat Devano mau tak mau juga harus ikut turun setelah ia memakai kembali kaos nya.
Mereka pun menikmati martabak telur itu sambil mengobrol.
"Lain kali kita engga akan nginep di sini lagi" bisik Devano pada Sarah yg membuat Sarah mengerutkan kening nya.
"Kenapa?" tanya Sarah yg juga berbisik.
"Banyak yg ganggu" jawab Devano yg membuat Sarah hampir tertawa namun ia menahan nya. Ia pun pura pura tak peduli dengan Devano dan kembali menikmati martabak itu. Membuat Devano hanya bisa menghela nafas berat.
..........
"Jadi pria bernama Juan itu menambahkan obat perangsang ke minuman mu?"
"Ke minuman Angeline lebih tepatnya tapi malah aku yg minum" Sarah meralat dengan cepat, saat ini keduanya sedang menunggu jemputan setelah sekolah nya usai sambil menikmati es krim dan bergosip tentang malam pertama Sarah yg terjadi karena pria bernama Juan.
"Ckckck, dan mereka baru kenal satu minggu?"
__ADS_1
"Yupz"
"Benar benar buaya darat cap kucing" ujar Naina sambil geleng geleng kepala "Kalau aku ketemu orang seperti itu, akan aku hajar muka nya"
"Tapi mukanya tampan lho, ya meskipun di mata aku engga ada yg lebih tampan dari Devano"
"Dan pasti Jacob yg paling tampan di dunia" ujar Naina yg membuat keduanya terkikik geli.
"Hey girls..." sapa Jacob yg sudah datang untuk menjemput Naina, sementara Sarah menunggu Devano karena mereka ada janji dengan Dokter seperti yg Devano katakan.
"Hai, Jackie...." sapa Sarah girang.
"Mana Om Aldo mu?" tanya Jacob karena biasanya Aldo senantiasa menunggu Sarah.
"Sekarang Yayang Devano yg jemput..." goda Naina yg membuat Sarah tersenyum malu bahkan pipi nya merona.
"Ya ampun, apa Sarah tersipu? Pipi nya merah lho" goda Jacob.
"Panas, Jackie..." seru Sarah.
"Panas di atas ranjang...."
"Hush, kalian ini masih kecil ya" tegur Jacob yg belum tahu kalau Sarah sudah melepas kegadisan nya. Naina pun hanya mengulum senyum misterius sementara Sarah terdiam malu.
Selama ini mereka bertiga memang tak memiliki rahasia apapun, semua nya saling terbuka. Tapi untuk urusan yg ini seperti nya girls secrets dimana Jacob tak harus tahu.
Tak lama kemudian Devano pun datang dan Sarah langsung masuk ke dalam mobil nya, sementara Naina masuk ke mobil Jacob.
Devano langsung mencium pipi Sarah sebagai salam sapa "Maaf, Sayang. Tadi ada sedikit pekerjaan yg engga bisa di tinggal" ucap Devano.
"Engga apa apa" jawab Sarah "Oh ya, kita pulang dulu ya, aku mau ganti baju. Malu kalau ke sana pakek seragam SMA. Nanti orang orang pasti mikir yg aneh aneh"
"Kamu kenapa sih peduli banget sama omongan orang? Aku aja cuek di gosipin gay" Sarah terkikik dan ia bersandar manja di lengan Devano.
"Justru sekarang aku senang dengan gosip itu, ya jadi engga akan ada yg coba coba deketin kamu" ucap nya sambil terkekeh.
"Sekalipun ada, engga akan membuat aku terpengaruh. Karena hati dan tubuh ku cuma merespon kamu aja"
"Oh ya?"
"He'em"
"Itu bagus, berarti aku engga perlu takut suami ku selingkuh saat dia bilang mau lembur"
"Hem, kebanyakan nonton film neh"
"Di dunia nyata juga banyak yg gitu"
"Tapi aku engga akan, Little girl. Cause I am yours. I promise"
▫️▫️▫️
__ADS_1
Tbc...