
"Naina...."
"Naina, sudah belum???" Jacob menggedor pintu kamar mandi untuk yg ke sekian kali nya dan ia juga berteriak seperti orang gila. Sementara Naina yg ada di kamar mandi cuma bisa meringis, ia benar benar sudah membangunkan macan yg tidur.
"Naina, kalau kamu engga keluar juga aku akan dobrak pintu nya dan aku akan bercinta dengan mu di dalam kamar mandi..." Naina semakin meringis mendengar ancaman suami nya itu.
Dengan ragu ia pun membuka pintu, pertama yg ia lihat adalah seringai nakal Jacob.
"Jackie Sayang... Aku capek banget, besok malam aja ya..." pinta Naina dengan menampilkan wajah manis nya. Bukan nya menjawab, Jacob langsung menarik tengkuk Naina dan mencecap bibir istri nya itu. Tangan nya pun tak tinggal diam, ia mencari berusaha membuka satu persatu kancing kebaya Naina dan ia kesulitan.
"Sialan, kenapa harus pakai kancing sih" gerutu nya setelah ia melepaskan ciuman nya dan tanpa aba aba, Jacob langsung menarik paksa kebaya Naina hingga kancing nya terlepas dan berserakan di lantai.
Melihat hal itu, tentu Naina semakin bergidik ngeri. Kini Naina hanya memakai dalaman dan pemandangan itu membuat pandangan Jacob berkabut.
Melihat ekspresi Naina yg masih tampak takut membuat Jacob tersenyum senang, ia ingin memberikan pelajaran pada gadis nakal ini.
Jacob langsung melepaskan semua pakaian nya hingga ia full naked di depan Naina, Naina hanya bisa melotot terkejut dan ia langsung menutup mata nya rapat rapat.
"Jacob.... Kok gitu sih, ish" gerutu nya yg membuat Jacob terkekeh.
"Buka matamu, Sayang..." ucap Jacob lembut namun Naina menggeleng "Ayolah, bukannya kamu benar benar penasaran dengan ini..." Jacob mengambil tangan Naina namun Naina segera menepis nya.
"Buka atau aku perkosa kamu, Naina...!!!" tegas Jacob yg tentu secara reflek membuat Naina langsung membuka matanya lebar lebar. Dan yg ia lihat adalah senyum jahil Jacob, Pandangan Naian turun menusuri dada bidang Jacob, turun menuju perut rata nya dan itu terlihat keras, Naina hanya bisa mengepalkan tangan nya kuat kuat karena ia sangat ingin menyentuh setiap inci tubuh suaminya itu. Kulit Jacob yg sedikit berwarna kecokelatan membuat Naina bergairah.
__ADS_1
Jacob maju dan Naian mundur, sekali lagi Jacob terkekek "Dimana Naina yg dulu? Yg selalu membicarakan perkawinan?" goda Jacob yg langsung membuat pipi Naina terasa panas, Naina hanya bisa menunduk dan tanpa sengaja ia malah melihat akar dari masalah ini. Pusaka itu...
"Jacob, Sayang... Aku..."
"Kenapa?" tanya Jacob dan kali ini ia berbicara dengan lembut. Bersamaan dengan langkah Naina yg terhenti karena ia sudah menabrak tembok di belakang nya. Jarak Jacob begitu dekat, Naina bahkan bisa mencium aroma maskulin suami nya itu dan juga terpaan nafas nya yg begitu hangat.
Jacob menangkup pipi Naina, membelai nya, dan kemudian ia mendaratkan kecupan hangat di kening Naina. Kecupan yg membuat Naina merasa rileks dan ia memejamkan mata, menikmati sentuhan hangat suami nya itu, kecupan Jacob turun ke kedua kelopak mata Naina turun menuju hidung mancung nya dan kedua pipi nya. Jacob membelai bibir Naina dengan jempol nya, dan sedikit menarik nya hingga bibir Naina sedikit terbuka. Jacob mengecup nya dengan lembut, dan kecupan itu beralih menjadi sebuah ciuman yg perlahan menuntut. Naina merasakan kedua kaki nya lemas dan perut nya bergejolak, secara reflek tangan Naina melingkar di leher Jacob. Saat Jacob menggigit gemas bibir penuh Naina, gadis itu meremas rambut Jacob pelan, guna melampiaskan kenikmatan itu, Naina melenguh Nikmat saat ciuman Jacob turun ke rahang nya, turun ke pundak nya dan kini menyesap leher nya. Meninggalkan beberapa bekas kemerahan di sana, Jacob tersenyum senang melihat karya nya itu. Walaupun ia dan Naina sering berciuman, tapi itu hanya sampai bibir saja. Karena Jacob tahu, jika lebih dari itu, maka ia takkan bisa menahan diri seperti saat ini.
Naina membuka matanya yg berkabut, nafas nya memburu, pandangan nya begitu sendu, bibir nya bengkak dan basah. Begitu juga area pundak, leher dan dada nya.
"Aku udah engga tahan..." geram Jacob dan ua langsung menggendong Naina, membawa Naina ke ranjang dan menidurkan nya dengan perlahan. Jacob melepaskan sisa pakaian Naina dan itu membuat Naina merasa malu, ia menutupi bagian private tubuh nya itu dengan tangan nya "Jangan di tutup..." ucap Jacob dengan suara yg begitu serak, ia menjauhkan tangan Naina dari tubuh nya "You're so beautiful, sweetheart. Perfect" puji nya yg membuat Naina langsung merona.
"Jack..." lirih Naina setengah berbisik, ia menatap lembut suami nya itu "Pelan pelan ya, soalnya kata Sarah sakit awal nya. Waktu itu dia jalan nya sampai terpingkal begitu"
"Mau aku pelan atau kasar, awalnya pasti sakit. Tapi sakit nya cuma sebentar kok"
"Kok tahu? Emang pernah mengalami?" Jacob mencubit gemas pinggang Naina yg membuat Naina meringis. Kemudian Jacob mengecup bekas cubitan itu dan menghisap nya, yg justru membuat Naina mendesah. Mendengar ******* istri nya itu membuat Jacob semakin bergairah, kini ia melanjutkan aksi nya. Naina pun mulai rileks dan ia mengimbangi permainan Jacob. Membuat Jacob juga tak bisa menahan erangan erotis nya. Membuat Naina merasa senang dan bangga karena telah menyenangkan suami nya itu.
"Saat nya menu utama, Sayang..." ucap Jacob dan ia pun menyatukan diri nya dengan istrinya, Naina memekik, ia mencengkram bahu Jacob saat merasakan rasa perih yg teramat sangat itu, air mata tak bisa ia tahan. Sementara Jacob berusaha sekeras mungkin untuk bisa memasuki benteng istrinya yg selama ini begitu terjaga, Jacob mengerang berat saat ia berhasil melakukan nya.
"I'm sorry, sweetheart. Aku engga bermaksud menyakiti mu..." ucap Jacob dan ia menghapus air mata Naina dengan ciuman nya.
"Its really hurt..." lirih Naina masih meringis. Jacob mengecup bibir Naina, menggoda nya dan berusaha mengalihkan rasa sakit itu.
__ADS_1
"Hanya beberapa saat, setelah ini aku janji akan mengganti nya dengan kenikmatan yang tiada tara" ucap Jacob meyakinkan.
Setelah beberapa saat, Naina mulai bergerak gelisah merasakan sesuatu yg mengganjal dalam diri nya dan ia merasa tak nyaman karena itu hanya diam saja. Jacob mengerti, dan ia perlahan menggerakkan dirinya, Naina berusaha mengimbangi. Dan hasilnya, suara erotis terdengar begitu merdu dari kedua nya. Pergerakan yg teratur dan menggoda terus memacu adrenalin kedua nya, tak peduli suara decitan ranjang atau pun seprei yg sudah tak berbentuk, kedua nya terus saling memacu, mencari kenikmatan bersama dan berusaha mencapai nya.
Hingga kedua menegang sempurna dengan nafas yg terasa berat, tubuh yg bermandikan keringat, kedua memacu lebih cepat, puncak kenikmatan sudah terlihat. Hingga teriakan dan erangan kenikmatan kedua nya beradu bersamaan.
"Indah bukan jika di lakukan di saat yg tepat?" Jacob bertanya sambil mencium seluruh inci wajah istrinya, nafas kedua nya masih memburu, tubuh nya masih bergetar, namun seperti nya tak ada jeda. Jacob tak akan memberikan jeda untuk sang istri.
"Ya.." jawab Naina lemas dan ia berusaha mengatur nafasnya, ia sudah lelah setelah setelah mendapatkan beberapa kali pelepasan indah yg jauh lebih indah dari yg dia bayangkan.
"Lanjut lagi, Sayang. Pagi masih lama..."
"Apa???"
"Hehe, maka nya, jangan pernah mempermainkan pria dengan dua hal. Yg pertama perasaan, yg kedua hasrat"
"Tapi, Jack..."
"Ronde kedua, women on top"
▫️▫️▫️
Tbc...
__ADS_1