
"Mau ikut ke kantor?" tanya Devano sambil mengecup pipi istrinya yg saat ini sedang menikmati sandwich buatan Bi Eni. Sudah ada satu gelas susu hangat juga di depan nya.
"Nanti siang deh, belum pilih baju" jawab Sarah yg membuat Devano tertawa geli.
"Kamu mau pakai baju apa saja tetap cantik, Sayang. Apa lagi kalau engga pakek baju, ugh, jauh lebih cantik" ucap nya yg membuat Sarah langsung memelototi nya karena ada Lolly di sana.
"Mesum tuh di kamar aja" gumam Sarah kesal.
"Engga mau, mau nya dimana aja" jawab Devano dan Sarah hanya bisa mendelik "Ya udah, aku pergi dulu. Love you, Little girl" Devano mendaratian kecupan singkat di bibir Sarah.
"Love you more" jawab Sarah saat Devano beralih mengecup perut nya.
.........
"Selamat pagi, Pak Devano...." sapa Airin ramah namun Devano tak menanggapi nya sedikitpun.
"Selamat pagi, Pak Dev. Jadwal hari ini tidak terlalu padat, Pak. Tapi jam satu siang nanti Pak Subroto ingin bertemu"
"Di kantor atau di luar kantor?"
"Katanya beliau akan mendatangi Bapak ke sini"
"Okey" jawab Devano dan ia pun bergegas ke ruangan nya "Eh, Mia..." panggil Devano lagi.
"Ya,Pak..."
"Kalau nanti istri ku datang, langsung antar ke ruangan ku"
"Baik, Pak" jawab Mia.
Sementara Airin yg mendengar hal itu memberengut kesal "Setan kecil itu datang lagi?" gumam nya tak suka.
..........
Setelah Sarah menyelesaikan sarapan nya, ia mulai memilih baju untuk ia kenakan ke kantor Devano hari ini. Dan Sarah harus memastikan apa yg Airin inginkan sebenarnya, Devano atau harta Devano? Atau mungkin balas dendam pada Sarah?
"Yg ini cantik, Nyonya..." seru Lolly yg membuyarkan lamunan Sarah. Lolly menunjukkan dress berwarna putih dengan panjang selutut dan tanpa lengan.
"Boleh lah" jawab Sarah karena dress hamil itu memang cantik dan Devano yg membelikan nya.
Setelah berpakaian dan memoleskan make up tipis, Sarah menyanggul rambut nya "Aku engga kelihatan seperti anak anak kan?" tanya Sarah sambil memutar tubuh nya di depan cermin.
"Tidak, Nyonya. Kan sekarang lagi hamil, jadi Nyonya terlihat lebih dewasa dan sudah tampak seperti seorang ibu" jawab Lolly.
__ADS_1
"Jadi maksud kamu aku tahu seperti ibu ibu gitu?" tanya Sarah menggoda Lolly, dan dengan cepat Lolly menggeleng.
"Bukan, Nyonya. Bukan itu maksud saya, Nyonya masih muda kok, masih cantik" Sarah tertawa geli melihat respon Lolly itu, apa lagi tampak ketakutan di wajah Lolly.
"Aku cuma bercanda..." jawab Sarah.
Setelah itu ia dan Lolly bergegas turun "Nyonya Sarah, Aldo sudah di depan" ujar Bi Eni.
"Oke, Sarah pergi dulu ya..." ujar gadis itu.
.........
Sesampainya di kantor, Sarah langsung di sambut Mia yg memang sengaja menunggu nya "Kata Pak Devano, saya harus langsung mengantar Bu Sarah ke ruangan nya" ujar Mia dan Sarah mengangguk.
Saat melewati Airin, Sarah melirik nya sekilas. Sementara Airin tampak menyunggingkan senyum miring nya, entah apa yg ada dalam otak wanita itu.
"Hey, sudah datang..." seru Devano saat Sarah membuka pintu ruangan nya "You're so cute, Little girl" ucap Devano saat memperhatikan penampilan Sarah.
"Tapi aku gendut banget, Dev"
"Nama nya juga hamil, Sayang" jawab Devano dan ia membawa Sarah duduk di sofa "Aku masih ada beberapa pekerjaan, kamu kalau butuh apa apa, panggil saja Mia"
"Iya..." jawab Sarah. Devano kembali ke meja nya dan kembali terlihat sibuk dengan laptop nya. Sementara Sarah merogoh ponsel dari dalam tas nya. Ia merasa bosan dan berniat menghubungi Naina, kali saja mereka bisa bergosip.
"Ck, kok di reject..." gerutu Sarah kesal.
"Naina, masak aku telpon dia reject"
"Sayang, mereka pasti masih tidur atau mungkin masih beraktivitas di atas ranjang" jawab Devano sambil terkekeh.
"Ya juga ya, tapi kan sudah siang"
"Namanya juga pengantin baru, pasti lupa waktu"
"Ya juga sih" gumam Sarah. Kemudian Devano beranjak dari kursi nya dan ia menghampiri Sarah di sofa dengan membawa laptop dan beberapa berkas.
"Mau bantuin aku kerja? Biar engga bosan dan juga kamu harus belajar mengelola bisnis"
"Boleh..." jawab Sarah antusias.
"Oh ya, Sayang. Kamu masih ada niatan lanjut sekolah engga?" tanya Devano sambil menatap istrinya yg semakin hari terlihat semakin cantik itu.
"Em kayak nya engga deh, mending aku belajar bisnis langsung dari kamu atau Papa atau Kak William aja"
__ADS_1
"Good girl, itu yg aku harapkan" jawab Devano.
.........
"Sayang, Naina..." Jacob menepuk pelan pipi istrinya yg masih terlelap itu. Sementara sang istri hanya mengerang lirih dan masih enggan membuka mata "Sayang, bangun. Ini sudah siang..." ucap Jacob lagi.
"Masih ngantuk, Jack..." geram Naina kesal.
"Iya, tapi ini sudah jam 12 lewat. Bangun dulu makan, habis itu tidur lagi..." bujuk Jacob.
Naina pun membuka matanya yg masih terasa berat, ia berusaha duduk dan seketika seluruh tubuhnya terasa kaku dan pegal. Astaga, kedua bertempur semalaman.
"Capek..." ucap Naian manja yg membuat Jacob terkekeh.
"Mau aku pijetin?" goda Jacob dan ia menggerling nakal.
"Engga, nanti kamu malah lanjut lagi" ucap Naina yg tak menyangka ternyata Jacob sangat kuat di atas ranjang, bahkan sekarang pria itu tetap terlihat segar dan tidak tampak kelelahan seperti Naina.
"Tapi kamu suka, kan? Enak kan?" goda Jacob lagi yg langsung membuat Naina tersipu. Jacob menempati janji nya dengan memberikan kenikmatan yang tiada tara. Naina merasa lelah, namun saat Jacob memuja seluruh inci tubuhnya dengan sentuhan nya, Naina selalu kembali melayang dan tergoda untuk melakukan nya lagi dan lagi.
Jacob memasangkan kaos ke tubuh Naina yg masih polos, sementara Naina merona mendapatkan perlakuan seperti itu. Setelah itu Naina mulai menyantap roti yg sudah di sediakan Jacob.
"Sayang, aku mau mengatakan sesuatu" ucap Jacob sambil memperhatikan Naina yg makan dengan sangat lahap.
"Apa?" tanya Naina.
"Sesuatu yg selama ini aku sembunyikan dari kamu, dan karena kamu sekarang istri ku, aku fikir kamu berhak tahu" ucap Jacob lagi yg membuat Naina langsung berhenti mengunyah dan menatap Jacob dengan penasaran.
"Apa? Kamu punya pacar? Pernah tidur sama cewek lain? Udan engga perjaka, atau.... Hmmmppp" Jacob dengan cepat membungkam mulut istrinya itu dengan bibir nya.
"Tuduhan mu mengerikan sekali, Sayang" ujar Jacob sambil mengelap bibir Naina yg basah "Ini tentang ibu ku..." ucap Jacob dan Naina langsung menatap serius suami nya itu.
"Kenapa dengan ibu mu?" tanya Naina.
"Sebenarnya, ibu ku itu... Dia, dia Bu Intan"
"Bu Intan?" pekik Naina "Intan Mama nya Juan dan Vino?" tanya Naina lagi dan Jacob mengangguk pelan.
"Jangan bercanda deh, Jack... Bagaimana bisa?" tanya Naina tak pernah percaya. Kemudian Jacob mengambil dompet iya dan mengambil sebuah foto wanita dari sana, dan memang benar itu adalah foto Mama nya Juan yg bernama Intan bersama seorang anak laki laki yg Naina tahu dengan pasti itu adalah Jacob.
" Jack, ini... Sejak kapan kamu tahu?" tanya Naina.
"Sejak pernikahan Helen, saat aku melihat Mama nya Juan datang, aku langsung mengenali nya, dia ibu ku"
__ADS_1
▫️▫️▫️
Tbc...