Married By Challenge

Married By Challenge
Part 137


__ADS_3

Sarah sedang melakukan senam hamil mengikuti video yg ia tonton saat ini. Bahkan Lolly yg masih seorang gadis harus ikut senam hamil karena Sarah tak mau senam sendirian. Sementara Bi Eni sedang sibuk menyiapkan minuman segar untuk Nyonya muda nya itu.


"Ayo, Lolly... Semangat gerak nya" seru Sarah pada Lolly yg sudah tampak lelah.


"Saya capek, Nyonya. Saya juga belum bersihkan semua rumah" ujar Lolly dengan nafas yg tersengal.


Sarah tertawa geli dan ia menghentikan aktifitas nya itu "Nanti aku cari pembantu baru ya, jadi kamu nemenin aku aja"


"Emm saya...."


"Engga apa apa, Lolly. Nanti aku bilangin Devano. Jadi kamu cuma ngurus aku, pembantu yg bersih bersihkan rumah dan Bi Eni masih tetap di bagian masak"


"Bagaimana baik nya bagi Nyonya saja" jawab Lolly sungkan.


Di tengah obrolan mereka, terdengar suara bel pintu. Lolly pun bergegas membuka kan nya.


"Maaf, Tuan siapa?" tanya Lolly melihat seseorang remaja tampan berdiri di depan nya.


"Aku Vino, teman nya Sarah. Bisa beri tahu dia kalau aku datang?" tanya Vino dan Lolly mengangguk.


"Baik lah, Tuan. Tolong tunggu sebentar..."


Lolly bergegas masuk ke dalam.


"Nyonya, di luar ada teman Nyonya. Katanya nama nya Vino"


"Oh, datang juga tuh bocah...." seru Sarah dan ia pun mengambil jaket untuk menutupi tubuhnya karena tadi ia mengenakan kaos tipis saja "Tolong buatkan minuman ya, Lolly" pinta Sarah.


"Baik, Nyonya..." jawab Lolly.


Sarah keluar dan ia mendapati Vino yg terlihat sedikit lebih dewasa dan tampan.


"Sarah, astaga.. Perut mu!" seru Vino antara kagum dan tak percaya karena Sarah benar benar hamil.


"Kamu dari mana aja, Vin? Kamu bahkan engga hadir di pernikahan Juan" tanya Sarah dan ia membawa Vino duduk di kursi yg ada di halaman depan.

__ADS_1


Angin sore hari begitu sejuk dan suasan nya tampak sangat tenang, matahari tak lagi terik namun sangat menghangatkan.


"Gimana aku mau hadir, bajingan satu itu menikah dadakan. Dan setelah wisuda, aku pergi ke Amerika. Aku kembali untuk mengambil ijazah ku di sekolah dan juga untuk bertemu kamu" jawab Vino. Ia menatap Sarah penuh kerinduan, namun ia tahu cinta nya bertepuk sebelah tangan. Rasanya sakit, tapi melihat Sarah yg tampak bahagia membuat rasa sakit itu memudar dan Vino merasa bahagia dengan kebahagiaan Sarah itu.


"Ya, aku sudah bertemu semua orang kecuali kamu. Naina juga sudah bercerita bagaimana sekolah setelah aku pergi dan juga acara wisuda, prom night. Sayang sekali langkah ku terhenti di ujung jalan..." ucap Sarah sedih, ia merasa iri dengan teman teman nya yg melewati masa remaja nya dengan begitu indah. Tapi Devano dan Baby Neo dalam kandungan nya itu membuat Sarah tetap merasa bahagia dan merasa hidup nya sangat sempurna.


"Langkah mu tidak terhenti, justru saat itu langkah mu di mulai di jalan yg jauh lebih baik..." ucap Vino sembari mengulum senyum manis.


Lolly datang dan menyajikan minuman nya, Vino merasa aneh karena Lolly berkeringat begitu juga dengan Sarah.


"Kalian habis olah raga?" tanya Vino.


"Iya, senam hamil..." jawab Sarah sambil terkikik.


"Oh, pembantu mu hamil juga?" tanya Vino sekena nya yg langsung membuat Lolly melotot kaget. Sarah semakin terkikik geli.


"Engga, aku cuma malas kalau senam sendirian. Jadi aku ajak Lolly senam, kasian juga sih dia capek. Malah masih harus bersihin rumah lagi"


Vino pun ikut terkikik geli "Oh ya, aku bawakan hadiah buat kamu. Aku harap kamu suka meskipun itu fake" ujar Vino sambil memberikan sebuah bingkisan yg di bungkus kertas kado.


"Bagaiamana bisa?" tanya Sarah sambil tertawa kecil, ia merasa lucu melihat hal itu.


"Bisa lah, di edit" jawab Vino "Ya aku cuma mau kamu punya kenang kenangan juga di sekolah. Setidak jika suatu hari nanti anak mu lahir, dia akan senang melihat itu"


"Ya ya... Kamu benar" jawab Sarah.


Kedua remaja itu pun membicarakan banyak hal, dan Sarah bisa merasakan tatapan penuh rindu Vino pada nya dan Sarah hanya bisa berusaha membuat Vino merasa nyaman cukup sebagai sahabat.


Hingga mobil Devano tiba, Sarah berdiri dan berlari menyambut suami nya itu yg baru keluar dari mobil.


Sementara Devano melirik tak suka pada Vino "Ngapain bocah itu di sini?" tanya Devano dan ia tampak cemburu.


"Bocah itu sahabat ku, sama seperti Naina..." jawab Sarah sambil terkekeh. Apa lagi melihat ekspresi Devano yg sangat menggemaskan.


"Ya udah, kamu masuk gih. Ganti baju, aku mau lanjut ngobrol sama Vino..." ucap Sarah yg langsung membuat Devano melotot tajam pada nya.

__ADS_1


"Tenang saja, Tuan Lake. Sarah sahabat ku, aku berkunjung sebagai sahabat" ujar Vino bijak.


"Okey, tapi aku juga akan di sini..." Devano duduk di kursi tempat Sarah duduk tadi karena memang hanya ada dua kursi, kemudian ia menarik Sarah hingga duduk di pangkuan nya.


"Devano..."


"Ssshtt, diam..." titah Devano "So, lanjutkan obrolan kalian..." seru Devano yg membuat Sarah geleng geleng kepala.


"Tuan Lake, seperti nya kau sangat membenci ku. Memang aku salah apa?" tanya Vino dingin, Devano merasakan ada perubahan pada diri Vino. Kini dia tampak dewasa dan tegas. Bukan lagi bocah yg dia pukuli saat itu.


"Tahu tuh..." sambung Sarah "Kan Vino engga salah apa apa..."


"Sarah. Bisa minta tolong minta minum lagi?" pinta Vino karena minuman nya memang sudah habis.


"Berani nya kamu memerintah istri ku..." geram Devano marah. Namun kedua remaja di depan nya ini malah tersenyum geli.


"Dia minta tolong, lagian Vino kan tamu..." ucap Sarah dan ia turun dari pangkuan Devano "Kalian ngobrol aja, sesama laki laki. Asal jangan baku hantam" seru Sarah sambil bergegas ke dalam.


"Kamu takut aku mengambil Sarah dari kamu?" tanya Vino sambil memicingkan mata nya.


"Engga sama sekali, karena engga akan ada yg bisa mengambil Sarah dari ku" jawab Devano tegas.


"Aku pun engga bermaksud mengambil yg sudah di miliki orang lain..." jawab Vino jujur "Karena itulah berhenti membenci ku, okey? Aku itu adik dari sahabat mu dan sahabat dari istri mu, dan siapa tahu nanti bisa jadi kekasih putri mu kalau kamu punya putri " tutur Vino sekena nya. Devano yg mendengar itu hanya mendengus kesal. Devano tahu Vino mencintai Sarah karena itulah ia tak menyukai Vino, dan sebenarnya ia tak pernah benar benar membenci nya.


Sarah kembali dengan dua gelas minuman, ia memberikan nya pada Devano dan Vino.


Vino langsung meneguk nya hingga habis dan setelah itu ia berpamitan akan pulang.


"Kamu kapan kembali ke America?" tanya Sarah.


"Masih lama, nanti kita bisa hang out bareng bareng kalau kamu masih kangen sama aku..." goda Vino sambil melirik Devano. Devano menatap tajam Vino seolah ingin melenyapkan nya.


"Okey, see you..."ujar Sarah.


▫️▫️▫️

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2