Married By Challenge

Married By Challenge
Part 141


__ADS_3

Sepulangnya dari kantor, Devano hanya bisa menganga melihat ruang tengah sudah seperti kapal pecah. Seumur hidup, ini pertama kalinya Devano melihat rumah nya seperti ini. Sementara Sarah dan teman teman nya masih asyik mengobrol dan memutar film dengan volume yg tinggi.


"Pantas dia engga dengar pas aku klakson tadi..." gumam Devano, karena memang biasanya Sarah selalu menyambut nya saat ia pulang dari kantor.


"Sayang..." panggil Devano, dan Sarah langsung menoleh. Ia pun berusaha berdiri untuk menyambut suami nya itu.


"Kamu udah pulang..." seru Sarah dan ia langsung menyambut suaminya. Devano langsung mendaratkan kecupan singkat di bibir Sarah saat istri kecil nya itu sudah ada di hadapan nya.


"Hai, Dev..."


"Selamat sore, Tuan Lake..."


Naina dan Vino menyapa Devano, sementara Jacob masih terdiam.


"Jadi ini alasan mu engga ke kantor hari ini, Tuan hacker?" sindir Devano pada Jacob.


"Kan memang sudah waktunya aku libur" jawab Jacob dingin. Wajahnya masih tampak tak tenang.


"Kamu kenapa? Kayak emosi gitu?" tanya Devano kemudian.


"Besok malam mereka mau menikah..."


"Hah?" pekik Devano yg tak kalah terkejut nya "Kenapa? Naina hamil?" tanya nya.


Sarah berjinjit dan membisikan sesuatu ke telinga Devano yg membuat Devano ber oh ria sambil mengangguk.


"Okey, karena ini sudah sore sebaiknya kalian semua pulang. Tuan rumah harus beristirahat" seru nya yg membuat Sarah cemberut.


"Ya udah, kita pulang dulu..." ujar Naina kemudian "See you, Baby Neo..." lanjut nya sambil mengelus perut Sarah.


"See you, Baby Neo..." kali ini Vino hendak melakukan hal yg sama namun Devano segera mencegah nya


"Jangan menyentuh istri ku!" tegas nya. Bukan nya merasa bersalah, Vino malah memberikan kecupan singkat di pipi Sarah yg membuat Devano langsung meradang "Pulang, Bocah!!! Dan jangan kesini lagi..." teriak nya marah. Sementara Vino dan Naina malah terkikik geli. Mereka berdua langsung berlari keluar.


"Kami pulang dulu..." ucap Jacob lembut pada Sarah, Sarah hanya mengangguk.


Setelah semua pergi, Lolly segera membersihkan ruangan itu sementara Sarah dan Devano bergegas ke kamar mereka.


"Dev, kamu kenapa sih sensitif banget kalau sama Vino. Tapi sama Jacob biasa aja..."


"Karena Vino itu suka sama kamu, kalau Jacob engga" jawab Devano sambil melepaskan satu persatu pakaian nya dan melempar nya ke keranjang tempat baju kotor.


"Emmm, Sayang. Ada yg mau aku bicarain" ucap Devano kemudian setelah ia berganti pakaian dengan baju santai.

__ADS_1


"Apa?" kata Sarah sambil menutup jendela kamar nya karena hari sudah petang.


Devano menghampiri Sarah, ia merengkuh lembut istrinya itu dan membawa Sarah ke tepi ranjang.


"Ini tentang Airin..." ucap Devano dengan ragu.


"Kenapa lagi dengan wanita itu?" tanya Sarah dingin.


"Dia... Dia bekerja di kantor pusat dan menjadi resepsionis..." ucap Devano dan tampak sekali ke khawatiran di mata nya, ia begitu was was menunggu respon Sarah namun Sarah hanya menatap dingin pada nya "Kamu marah ya? Aku benar benar merasa kasihan aja, karena aku dia sulit mendapatkan pekerjaan" lanjut Devano "Dan aku sudah menempatkan dia di Kantor cabang, tapi Mia malah memberikan posisi resepsionis pada nya karena resepsionis sebelum nya berhenti tiba tiba dan menghilang"


"Menghilang?" tanya Sarah bingung dan Devano mengangguk "Sudah di hubungi belum?" tanya Sarah lagi yg malah membuat Devano yg bingung, ia merasa heran kenapa Sarah malah tertarik dengan hilang nya resepsionis sebelum nya?


"Sudah, Mia sudah mencoba menghubungi nya tapi engga bisa" jawab Devano kemudian "Sayang, kamu jangan marah ya, please! Aku sudah memberikan syarat pada Airin jika dia mau bekerja di kantor ku. Syarat nya dia engga boleh bicara sama aku, engga boleh dekat dekat sama aku dan engga boleh masuk ke ruangan mu" ucap Devano dan kini ia tampak seperti suami takut istri. Sarah menahan senyum geli mendengar syarat itu.


"Kenapa syarat nya begitu?" tanya Sarah.


"Karena kamu engga suka sama dia..." jawab Devano.


"Okey, engga apa apa..." jawab Sarah sambil tersenyum tipis.


"Maaf ya..." ucap Devano lagi.


"Engga apa apa, itu memang salah kamu kalau hidup Airin jadi berantakan" ucap Sarah.


"Kita mandi bareng?" goda Devano dan Sarah mengangguk.


Devano pun bergegas ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat. Sementara Sarah langsung mengambil ponsel nya dan mencari kontak Jacob, kemudian ia menuliskan sebuah pesan pada sahabat nya itu.


Me


"Resepsionis di kantor Devano kata nya tiba-tiba menghilang, terus Airin sekarang yg menempati posisi itu. Aku fikir ada yg salah dengan wanita itu. Jackie sahabat ku tersayang, tolong dong cari tahu kemana resepsionis itu..."


Sarah mengirim pesan itu, setelah beberapa saat menunggu Jacob membalas pesan nya.


^^^Jackie ^^^


^^^"Okey, Tuan putri..."^^^


Me


"Oh ya, kamu beneran mau menikahi Naina besok malam?"


^^^Jackie ^^^

__ADS_1


"Iya, biar dia cepat hamil. Jadi anak kalian engga jauh beda umur nya"


Sarah langsung tertawa geli membaca pesan Jacob itu, saat ia hendak membalas pesan nya, tiba tiba ada pesan lain dari Naina. Sarah pun membuka nya.


^^^Nina Bobo ^^^


^^^"Bebs... Aku takut..." ^^^


Sarah mengernyit membaca pesan itu. Pesan baru masuk.


^^^Nina Bobo^^^


^^^ ^^^


^^^"Tadi di mobil aku ngerjain Jackie, aku pegang aset nya, sedikit di remas sih. Terus dia marah dan mau nikahi aku. Katanya mau bikin aku engga bisa jalan selama seminggu, terus dia akan membuat aku berteriak sekencang mungkin. Aku jadi takut, penasaran juga tapi takut juga. Aduh, pokoknya kacau aku neh... " ^^^


"HAHAH ...." gelak tawa Sarah pecah tanpa bisa di tahan sedikit pun, ia bahkan sampai merasakan sakit perut, ia tertawa terpingkal pingkal dan itu menarik perhatian Devano.


"Sarah..." seru Devano yg mengagetkan Sarah "Kamu kenapa?" tanya Devano heran.


"Engga apa apa..." jawab Sarah sambil berusaha menghentikan tawa nya. Devano yg melihat Sarah menggenggam ponsel langsung mengambil ponsel Sarah, tak peduli Sarah yg menghentikan nya.


Kini Devano langsung menatap tajam Sarah "Kalian ini ya, kenapa sih bisa se liar itu, huh?" ucap Devano yg merasa tak habis fikir dengan kelakuan para remaja itu. Apa lagi saat membaca pesan Naina, Devano merasa merinding ngeri.


"Ya kan Jacob pacar nya Naina, Dev. Sah sah aja kali..." seru Sarah tak mau kalah.


"Tapi waktu itu aku bukan pacar mu..." ucap Devano dan ia menatap nakal pada Sarah.


"Itu Karena nantangin aku..." ucap Sarah dan ia segera mengambil handuk. Devano mengekori nya dari belakang.


"Aku balas pesan Naina ya, aku akan kasih tau dia awal nya memang sakit tapi nanti pasti ketagihan. Sama kayak istri kecil ku ini" goda Devano berbisik di telinga Sarah.


"Jangan mesum deh..." seru Sarah kesal.


Devano hanya terkekeh, kini ia segera melepaskan seluruh pakaian nya dan tanpa sengaja pandangan Sarah langsung tertuju ke pusat tubuhnya.


"Pegang aja, Sayang. Boleh kok..." goda Devano.


"Ogah!!!!" jawab Sarah yg membuat Devano terkikik geli.


▫️▫️▫️


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2