
Antara ingin tertawa, merasa terharu atau meringis sambil tepuk jidat. Itulah yg Sarah rasakan saat Devano menceritakan apa yg sudah mereka lakukan dengan wartawan itu.
"Ya aku senang karena ada solusi dari masalah kita, tapi gimana ya. Berasa konyol gitu, nenek aku aja bahkan engga pernah liat batang idung nenek mu" ujar Sarah yg memuat Devano langsung tertawa.
"Masalah nya, menurut Freya ini jalan satu satu nya yg paling baik, lagian kan nanti kita harus meresmikan pernikahan kita"
"Iya sih, jadi masuk akal ya? sekarang tunangan, entar kalau lulus nikahan. Hem betul betul"
Saat ini, Sarah dan Devano sedang ada di halaman belakang rumah mereka, Devano ingin merokok kata nya dan Sarah menemani nya.
"Dev, kenapa sih setiap kamu mau merokok kamu harus halaman belakang? Aku engga pernah liat kamu merokok diruang tengah, di kamar atau di halaman depan" ujar Sarah karena ia memang melihat Devano hanya merokok di halaman belakang.
"Bibi Eni marahin aku kalau merokok disana, kata nya dia engga mau cepat mati kalau harus menghirup asap rokok ku" jawab Devano yg membuat Sarah menganga tak percaya.
"Beneran?" tanya Sarah sambil tertawa.
"Benaran, Nyonya" jawab Bi Eni yg datang sembari membawakan cemilan untuk mereka "Sebabenarnya itu kalimat sindiran, tapi entah kenapa Tuan Devano engga bisa ngerti" ujaBi Eni lagi yg langsung membuat Sarah kembali tertawa geli.
"Bener sih, kalau asap rokok nya aja berbahaya bagi orang di sekitar, apa lagi bagi pengguna nya. Ya kan, Bi?"
"Betul" jawab Bi Eni. Devano sebenar nya bukan lah perokok berat namun tetap saja yg nama nya nikotin pasti buat orang kecanduan.
"Iya, nanti aku akan berhenti merokok kalau Sarah sudah hamil" jawab Devano enteng.
"Hah? nunggu aku hamil kapan, Dev? Mending mulai deh dari sekarang kurangi merokok mu itu"
"Kalau kamu hamil, janji deh bakal berhenti" ucap Devano meyakinkan dan Sarah pun hanya menjawab nya dengan gumaman sementara Bi Eni sudah pergi.
Sarah menikmati cemilan yg di buatkan Bi Eni, sementara Devano tampak fokus pada laptop nya sembari sesekali menyesap rokok nya.
....... ...
"Papa kenal dia kan?" tanya Karin sambil menunjukan foto Devano yg ia dapatkan di internet pada Agus.
"Kenapa?" tanya Agus.
__ADS_1
"Dia bertunangan sama Sarah" ujar Karin dan Agus sebenar nya sudah tahu berita itu. Agus sangat terkejut bagaimana bisa Devano bertunangan dengan Sarah sementara Devano ada di balik kehancuran keluarga Sarah.
"Ya itu bukan urusan kita, Karin. Mending kamu fokus sama sekolah mu, kamu kan sudah kelas tiga. Dan akan banyak ujian untuk kelulusan mu?"
"Aku tahu Devano bukan orang baik, dia yg membuat aku di keluarkan dari sekolah kan? Dia juga yg nyuruh Papa supaya memperingatkan aku supaya engga dekat dekat dengan Sarah. Jadi karena mereka punya hubungan"
"Itu bukan urusan mu" tegas Agus karena ia tak ingin membuat masalah dengan Devano.
Sementara Karin masih tampak sangat penasaran apa lagi usia mereka yg terpaut sangat jauh. Namun Karin juga merasa iri karena Sarah mendapatkan pria yg sangat mapan seperti Devano.
"Dengar, Karin. Kamu sekolah aja yg benar, jangan ganggu siapa pun terutama Sarah"
"Emang nya apa spesial nya Sarah sih, Pa? sampai sampai sering banget Papa memperingatkan aku untuk jangan macam macam Sama Sarah?"
"Karena Devano mengancam Papa, dia bisa mengeluarkan kamu dari sekolah lagi kalau kamu menyakiti Sarah" tegas Agus dan sekarang Karin mengerti siapa yg ada di belakang Sarah selama ini. Itu membuat amarah nya meluap.
....... ...
Beberapa hari setelah berita kedua itu, Sarah kembali masuk sekolah. Dan kali ini hal baru ia alami, dimana banyak sekali teman teman nya menyapa Sarah dengan ramah. Bahkan juga guru guru nya. Membuat Sarah hanya bisa mengerutkan kening nya dengan perlakuan itu.
Sarah sudah merasakan bagaiamana rasanya di bully, di jauhi, di cemooh. Dan sekarang ia merasa seperti bintang sekolah saja karena semua orang mendadak jadi ramah.
"Mungkin karena mereka tahu sekarang kamu adalah tunangan seorang Devano Lake yg kekayaan nya engga akan habis tujuh turunan"
"Ada ada aja" gumam Sarah da kini ia sudah memasuki kelas bersama Naina. Di sana ia melihat Vino yg duduk di kursi Sarah.
"Hai..." sapa Vino kaku namun Sarah menatap kesal pada Vino.
"Sarah, kamu salah faham sama aku" ucap Vino memelas namun Sarah tak peduli. Ia berjalan melewati Vino Dan hendak duduk di kursi belakang.
"Sarah, please..." seru Vino sambil menarik tangan Sarah dan secara reflek Sarah menghempaskan nya.
"Mau mu apa sih?" tanya Sarah kesal.
"Aku cuma mau kamu jangan benci sama aku dan..."
__ADS_1
"Dan apa?" tanya Naina yg juga jadi kesal.
"Dan aku minta maaf, ya awal nya aku memang penasaran sama kamu karena kamu engga pernah dekat dengan cowok"
"Dasar bocah" seru Sarah yg membuat Naina langsung tertawa terbahak bahak. Membuat Vino kesal namun ia menahan nya.
"Jadi kamu maafin aku kan?" tanya Vino tapi Sarah mengabaikan nya apa lagi sudah terdengar bel masuk.
Semua murid pun berhamburan masuk kedalam kelas. Dan terlihat Karin yg juga masuk dan menatap Sarah dengan kesal.
....... ...
Saat jam istirahat, Sarah pergi ke toilet sendirian karena Naina sudah pergi ke kantin duluan.
Dan tiba tiba Karin masuk juga dan mengunci pintu dari dalam yg membuat Sarah bingung dan jujur ia sedikit resah karena tak ada siapapun di sana. Perasaan nya menjadi tidak enak apa lagi melihat Karin yg menatap Sarah seperti ingin memakan nya saja.
"Ada apa?" tanya Sarah dingin dan tiba tiba Karin mendaratkan satu tamparan keras ddi pipi nya yg membuat Sarah sangat shock, ia meringis kesakitan dan bahkan meneteskan air mata nya.
"Apa apaan kamu, Rin?" teriak Sarah dan ingin sekali ia menampar balik Karin namun ia tahan. Seumur hidup Sarah tak pernah di tampar ataupun menampar. Ternyata di tampar rasanya sangat sakit.
"Kamu kan yg nyuruh tunangan mu itu mengeluarkan aku dari sekolah dan membuat aku engga bisa di terima di sekolah lain?" teriak Karin dan Sarah hanya bisa mengernyit bingung.
"Kamu ngomong apa sih? aku engga ngerti" jawab Sarah sambil memegang pipi nya yg terasa sangat perih.
"Engga usah pura pura engga ngerti deh. Mentang mentang punya tunangan yg punya uang dan kuasa" seru Karin sambil mendorong Sarah dengan kuat hingga Sarah terjeremabab ke lantai "Kamu tahu engga rasa nya di fitnah? di bilang menggoda guru padahal aku engga pernah melakukan semua itu"
Sarah yg tak mengerti apa yg Karin katakan pun menjadi sangat marah, apa lagi karena Karin mendorong nya dengan sangat kuat membuat punggung nya terasa sangat sakit.
Sarah bangkit dan ia pun membalas dengan menampar Karin lebih keras.
"Berani nya kamu nampar aku..." desis Karin dan ia hendak menampar Sarah lagi namun Sarah menangkis tangan Karin dan ia justru kembali menampar Karin membuat Karin merasa semakin marah. Dengan sekuat tenaga Karin mendorong Sarah hingga Sarah terkena pinggiran wastafel yg membuat dahi Sarah luka dan ia pun langsung jatuh pingsan.
Karin menjadi panik melihat hal itu, tubuhnya bahkan sampai gemetaran. Padahal niat Karin tadi hanya ingin melampiaskan kemarahan nya pada Sarah karena Karin masih tidak bisa melupakan bagaimana ia di keluarkan dari sekolah. Dan saat kembali ke sekolah pun semua nya sudah berubah, teman teman nya tak lagi mau dekat dengan Karin seperti dulu.
Karin sama sekali tak bermaksud mencelakai Sarah namun itulah yg terjadi sekarang. Karena panik dan takut, Karin pun segera pergi dari sana dan bahkan ia tak meminta bantuan untuk menolong Sarah.
__ADS_1
▫️▫️▫️
Tbc....