Married By Challenge

Married By Challenge
Part 67


__ADS_3

William dan Freya sedang dalam masa masa yg sangat berbahagia, dimana kini mereka sudah menentukan tanggal pernikahan mereka. Karena Freya tak ada keluarga, maka semua keputusan ia serahkan pada William dan keluarga nya tentang segala hal. Namun Venita dengan bijak mengatakan bahwa merekalah yg akan mengikuti apapun yg Freya inginkan. Membuat Freya merasa sangat terharu.


"Fe mau pernikahan kita sederhana aja, Tante"


"Mama dong, Sayang. Tiga bulan lagi udah resmi lho, harus latihan dari sekarang" ujar Venita yg membuat Freya tersenyum malu malu membayangkan hanya tiga bulan lagi ia akan resmi jadi istri William, Freya Vale Fergueson.


"Iya... Ma..." lirih Freya yg membuat Venita terkekeh geli.


"Kamu blushing deh, gemeshh" ujar Venita yg justru membuat Freya ikut tertawa dengan tingkah calon ibu mertua nya ini.


Saat ini keduanya sedang ada dirumah William dan mereka sedang memilih dekorasi seperti apa yg Freya mau. Setelah itu mereka harus memilih undangan, buat baju pengantin dan sebagainya.


Sedangkan masalah gedung, Devano yg mengurus itu. Hm, sungguh ipar yg berguna.


Sarah yg mendengar kabar pernikahan kakak nya pun sangat senang, karena itulah sepulang nya dari sekolah ia dan Naina langsung kerumah nya karena Mama nya bilang ada Frey disana.


"Ahhh, Kak Fe..." Teriak Sarah saat masuk rumah yg membuat Mama nya sangat terkejut.


"Mau bikin Mama jantungan lagi, Sarah?" ujar Mama nya marah dan Sarah cengengesan sambil berlari ke mama nya dan mengecup pipi nya dengan gemas.


"Engga, Ma. Tadi Sarah excited, hehe" ujar nya..


"Ini Kak Fe beneran mau nikah nya tiga bulan lagi?" tanya Naina tak percaya.


"Iya, Naina. William mau nya begitu, karena tiga bulan lagi bertepatan dengan ulang tahun ku" jawab Freya.


"Emm so sweet banget deh" ujar Sarah dan Naina dengan centil nya secara bersamaan.


"Oh ya, dekorasi nya mau seperti apa? baju pengantinnya sudah buat belum? cincin nya sudah pesan?" tanya Sarah dalam satu tarian nafas yg membuat Freya tertawa.


"Nanya nya satu satu kali, Sarah" sambung Venita "Lagian Freya yg mau menikah, malah kamu yg antusias begitu"


"Ya habis nya Kak Fe jauhh lebih beruntung dari pada Sarah, Sarah nikah engga ada apa apa nya. Cuma penghulu sama saksi"


"Ya salah mu, makanya jangan nakal to. Biar bisa istimewa" jawab Mama nya.


"Lagian kan nanti pernikahan mu mau di resmikan, Dek" ujar Freya "Pasti Devano akan membuat pesta yg sangat mewah untuk mu"


"Iya sih, hehe"


"Kalau Naina gimana?" tanya Freya pada Naina "Sudah setahun lebih kan pacaran sama Jacob"


"Jacob katanya mau nikahi Naina kalau Naina udah cukup umur" jawab Naina yg membuat Freya tersenyum.


"Jacob benar benar pria baik" ujar nya dan Naina mengangguk.

__ADS_1


Para wanita itu pun saling menanyakan pendapat tentang dekorasi pernikahan William dan Freya nanti. Bahkan suasana di rumah Freya menjadi begitu ramai tak kalah dengan acara arisan ibu ibu.


..........


Sementara itu, Devano membawa William ke hotel yg akan mereka sewa nanti. Devano menunjukan ballroom hotel yg sangat besar dan megah.


"Pelayanan di sini juga sangat banget, apa lagi yg punya teman ku" ujar Devano.


"Ya ini bagus. Sebenarnya Freya ingin pernikahan kami sederhana, tapi aku mau memberikan yg paling istimewa untuk nya" ujar William sambil tersenyum sumringah.


"Kamu sangat baik, Will" ujar Devano "Dan semua orang pasti ingin yg paling istimewa terutama untuk cinta pertama nya"


"Freya bukan cinta pertama ku" jawab William yg membuat Devano sedikit terkejut "Aku rasa dulu sebelum hilang ingatan aku punya pacar atau se engga nya mungkin aku pernah jatuh cinta sama seseorang" lanjut nya yg membuat Devano semakin terkejut. Bertanya tanya apakah yg di maksud William adalah Caitlin seperti yg Sarah ceritakan?


"Mungkin itu cuma perasaan mu aja" seru Devano.


"Engga lah. Seseorang bisa kehilangan ingatan nya tapi engga rasa di hati. Seperti ada yg membekas gitu"


"Apa Freya tahu itu?"


"Iya, aku dan Freya selalu saling jujur. Aku bahkan bertanya pada nya mungkin aku punya pacar sewaktu di SMA, tapi Freya bilang aku engga punya pacar. Jadi aku berasumsi mungkin pacar ku itu di London, mungkin dia mahasiswi di kampus ku"


Devano sedikit tegang mendengar penuturan William itu, terbersit dalam benak nya untuk memberi tahu William tentang Caitlin. Tapi bagaimana cara nya? Devano harus memulai dari mana cerita itu?


"Eh?" Devano gelagapan saat William menepuk pundak nya.


"Ayo balik, sudah sore ini" ujar William dan Devano pun mengangguk.


Mereka berada dalam satu mobil, Devano akan mengantarkan William pulang karena tadi ia mendapat pesan dari Sarah kalau Sarah kerumah Papa nya. Jadi Devano ingin sekalian menjemput Sarah.


Devano sampai dirumah William secara bersamaan dengan Jason yg juga baru pulang dari kantor nya.


"Halo, Om" sapa Devano.


"Dev, dari mana?"


"Dari hotel sama William. Liat hotel yg akan kita booking untuk resepsi pernikahan William dan Freya"


"Oh gitu..."


Mereka bertiga pun masuk dan melihat para wanita yg saat ini sedang asyik menonton tv.


"Hai, Sayang..." sapa Devano dan Sarah dengan manja nya langsung berlari dan berhambur ke dalam pelukan Devano, seolah ia tak bertemu Devano dalam waktu yg lama.


"Hm, mentang mentang sudah halal" goda Freya.

__ADS_1


"Halal aja engga cukup, Kak Fe. Dulu mereka seperti tikus dan kucing" sambung Naina.


"Jadi apa dong?" tanya Freya.


"Mentang mentang udah jatuh cinta" sambung William "Untung aja masih ada cinta di antara kalian, kalau engga. Sudah aku patahkanleher Devano karena menikahi Sarah dengan cara seperti itu" lanjut nya sambil tertawa.


"Ma, buatin kopi ya" ujar Jason.


"Iya, Pa. Mau cookies juga? Tadi Mama bikin cookies"


"Boleh deh"


"Sayang, kita pulang ya, sekalian anterin Naina. ini sudah petang, nanti Naina di cariin Mama nya" ujar Devano. Dimana hal kecil itu menyita perhatian Venita. Berfikir jika pada teman Sarah saja Devano sangat peduli, apa lagi pada Sarah.


"Hati hati ya" ucap Venita saat Sarah dan Naina pamit.


Di perjalanan, Sarah dan Naina terus mengoceh hal hal tak penting. Membuat Devano sesekali harus memijat kepala nya yg tak sakit.


"Kalian ini bisa engga kalau ngobrol tuh hal yg bermanfaat gitu?" tanya Devano yg membuat Sarah dan Naina hanya tertawa kecil.


"Ini juga bermanfaat kali, Dev. Seru kan jadi rame" jawab Sarah.


"Terserah kalian lah" gumam Devano yg membuat kedua remaja itu kembali terkiki.


Kini Devano sudah sampai di rumah Naina, seperti biasa Naina akan mengucapkan terimakasih dan masih memanggil Devano Tuan Lake.


Setelah mengantar Naina, Devano langsung bergegas pulang.


Sarah memperhatikan Devano yg tampak memikirkan sesuatu, apa lagi ekspresi wajahnya yang tampak sangat serius.


"Kamu kenapa sih?" tanya Sarah yg tak bisa menahan rasa penasaran nya.


"Engga apa apa" jawab Devano datar dan itu langsung membuat Sarah cemberut.


"Kok datar gitu ngomongnya? Kamu marah?" hormon wanita nya meningkat.


"Engga, Sayang. Cuma mikirin kerjaan aja" jawab Devano sambil menyunggingkan senyum tipis.


Devano memikirkan nasib diri nya jika sampai Sarah dan keluarga nya tahu apa yg sudah Devano lakukan. Dulu ia tak peduli akan hal itu, tapi sekarang ia sangat peduli karena sekarang Devano sangat mencintai Sarah. Apa lagi kenyataan yg sebenarnya sangat berbanding terbalik dengan apa yg Devano asumsikan selamanya ini.


Devano pun berfikir sebaik nya ia mengaku, sebelum Sarah dan keluarga nya tahu dari orang lain. Dan Devano akan menjelaskan segalanya. Tanpa ada kebohongan dan rahasia sedikitpun. Devano ingin memulai hubungan yg baik dan indah bukan hanya dengan Sarah, namun dengan keluarga Sarah juga.


▫️▫️▫️


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2