
"Sah?" tanya Sarah pada Juan yg saat ini sedang menggenggam tangan Helen dengan begitu erat seolah Helen akan lari dari nya jika sedikit saja ia memberikan kelonggaran pada Helen.
"Sah dong, akhirnya..." ucap Juan sambil tersenyum lebar, sementara Helen malah tampak benar benar memberengut.
"Tapi mempelai wanita cemberut aja tuh..." ujar Naina.
"Gimana engga cemberut, Naina? Ini jauh dari pernikahan impian ku..." jawab Helen ketus.
Ya, mereka benar benar menikah. Dan Juan mengatakan sebelum ia memberanikan diri mendatangi Helen, ia lebih dulu memberanikan diri menghubungi ibunya. Juan hanya ingin tahu, apakah ia masih sayang pada ibunya dan apakah ia bisa memaafkan nya dengan berbicara baik baik. Dan ternyata bisa, ibu nya pun meminta maaf dengan berlinang air mata dan mengatakan bahwa apa yg terjadi pada nya saat itu bukanlah perselingkuhan. Tapi ia di jebak oleh mantan kekasih nya dulu.
Dan Juan juga bertanya pada ibunya apakah cinta sejati itu ada? Ibu nya menjawab pasti ada, bukankah teman teman Juan juga membuktikan hal itu?
Juan pun teringat dengan hubungan Naina dan Jacob.
"Aku tahu, padahal aku sudah merancang pernikahan impian mu..." sambung Ben yg langsung mendapatkan tatapan tajam dari Juan.
"Jangan berani nya ya... Dia sudah sah menjadi milik ku" geram Juan marah.
"Dan itu berkat diri ku yg baik hati ini, Juan!" balas Ben kemudian mantan kekasih Helen itu menatap Helen "Aku tahu sejak dulu Helen mencintai mu, aku tahu dia hanya menjadikan ku pelarian dan bagi ku itu engga masalah. Karena aku tulus mencintai nya" ujar Ben yg langsung membuat semua orang terharu terutama Helen.
"Maaf..." lirih Helen.
"Its okey..." seru Ben "Tapi jika dia menyakiti mu atau bahkan berani melirik wanita lain, kamu harus kembali pada ku, Helen!" lanjut nya yg sekali lagi langsung di tatap tajam oleh Juan, apa lagi ketika dengan santai nya Helen menjawab.
"Pasti, Ben..."
"Helen!!!" geram Juan dan ia langsung mencium bibir Helen di sana membuat suana menjadi ricuh, apa lagi kedua orang tua dari kedua mempelai "Jangan berani bicara seperti itu lagi..." seru Juan kemudian sementara Helen hanya bisa mematung, masih shock dengan apa yg di lakukan Juan.
"Aku mau ke toilet, Sayang..." ujar Sarah kemudian pada Devano.
"Aku antar..."
__ADS_1
"Engga usah, kamu di sini aja" ucap Sarah.
"Tapi bukan nya kamu suka sama Naina?" tanya Helen sambil cemberut.
Juan tak langsung menjawab, ia terdiam beberapa saat dan kemudian ia ber seru "Begini, kalau kamu lagi jalan jalan, terus kamu liat kucing yang lucu, imut, mata nya besar dan bulat, bulu nya tebal dan halus, kamu gemas engga?" tanya Juan yg membuat semua orang mengerutkan dahi, merasa tak nyambung.
"Pertanyaan macam apa itu?" tanya Devano sambil menyesap minuman nya.
"Tahu, engga nyambung. Masih shock kali karena menikah dadakan" sambung Jacob
"Ya jawab dulu..." seru Juan.
"Ya pasti gemas" Ben yg menjawab.
"Ya seperti itu juga yg aku rasakan sama Naian" ujar Juan sambil tertawa namun membuat yg lain nya semakin bingung, namun saat mengerti semua nya ikut tertawa. Kecuali Naina dan Jacob tentu nya.
"Kamu fikir aku kucing?" seru Naina kesal.
"Rilex, Bung..." seru Juan santai "Maksud ku, aku itu cuma gemas aja sama Naina yg bar bar. Suka sih, tapi dalam artian yg netral, engga sampai ke hati kok" jawab Juan.
"Tahu ah...eh, kamu belum ucapin makasih lho sama kami"
"Makasih paduka Jacob dan permaisuri Naina" ujar Juan yg kembali membuat mereka terkikik.
.........
Sarah mencuci tangan nya di wastafel sambil bersenandung. Hingga tiba tiba seseorang datang dan sengaja mengagetkan nya membuat Sarah hampir saja terjatuh, namun orang itu dengan cepat menahan tangan Sarah.
"Kamu..." geram Sarah sambil memegang perut nya yg terasa sedikit kram. Mungkin karena ia sangat shock hingga bayi nya pun bereaksi.
"Apa kabar, Nyonya Lake?" tanya orang itu dengan santai.
__ADS_1
"Kamu mau apa, Airin?" tanya Sarah menatap curiga pada Airin, apa lagi Sarah tahu dengan pasti tadi Airin sengaja mengagetkan nya. Tentu hal itu membuat Sarah berperasangka buruk.
"Bukan apa apa, aku hanya bekerja menjadi pelayan di sini..." ujar Airin yg memang memakai seragam pelayan.
"Jadi apa urusan nya dengan ku?" tanya Sarah sinis.
"Aku kehilangan masa depan ku dan di anggap sebagai napi karena kamu..." ujar Airin masih dengan sangat santai.
"Karena aku?" tanya Sarah sambil tertawa mengejek "Kita bahkan engga saling kenal sebelum menjadi penjahat dalam hidup kakak ku"
"Aku bukan penjahat, Sarah. Aku melakukan itu atas permintaan Devano, suami mu!"
"Aku tahu!" jawab Sarah dengan cepat "Dan dia membayar mu, kamu melakukan nya demi uang. Jadi kamu harus terima konsekuensi nya karena telah menghalalkan segala cara hanya demi uang" tutur Sarah yg membuat Airin menggeram kesal.
"Kamu salah, Sarah. Aku melakukan nya karena Devano yg meminta..." ucap Airin dan kemudian ia bergegas pergi dari sana.
Sarah terdiam, ia berusaha mencerna apa maksud Airin.
Hingga tiba tiba Devano datang dengan wajah yg tampak khawatir.
"Kamu lama banget sih, Sayang. Aku khawatir kamu kenapa napa..." ujar Devano dan ia langsung memeluk Sarah. Sementara Sarah masih terdiam dan memikirkan perkataan Airin.
"Sarah, kamu engga apa apa?" tanya Devano lembut sambil melerai pelukan nya.
Sarah mengangguk pelan, dan ia menggandeng tangan Devano.
"Ayo kita pulang, aku capek..."
"Okey, mau aku gendong?" goda Devano namun Sarah tidak menanggapi. Membuat Devano mengernyit kan kening nya, ia pun berfikir mungkin Sarah hanya lelah.
▫️▫️▫️
__ADS_1
Tbc....