Married By Challenge

Married By Challenge
Part 179


__ADS_3

Tuan Barnard memutuskan untuk mengadakan resepsi pernikahan Juan dan Jacob bersamaan mengingat mereka berdua adalah saudara. Dan di resepsi itu Vino juga hadir, jangan tanya betapa terkejut nya ia mendapati kenyataan bahwa kini ia dan Naina adalah saudara ipar. Namun Vino tidak marah ataupun kecewa, ia hanya merasa ini begitu aneh dan sangat tidak masuk akal.


Devano dan Sarah ke kota untuk menghadiri resepsi pernikahan mereka. Di sana Sarah dan Devano bertemu dengan semua orang dan bisa melepas rasa rindu, begitu juga dengan Freya yg kini sudah mendekati waktu lahirkan.


Acara resepsi pernikahan Juan dan Jacob dan gelar di hotel sendiri dan mesikupan hotel nya memang tidak terlalu megah, tapi acara nya berlangsung dengan sangat mewah bahkan ribuan tamu yg datang.


"Tau engga sih, Pa. Dulu aku deketin Papa nya Naina itu supaya aku bisa miliki Naina, eh sekarang malah Papa sama Papa nya Naina malah besan an. Sudah gitu Naina jadi adik ipar aku lagi" tukas Juan yg membuat semua orang tertawa kecuali Naina dan Helen yg mendelik kesal dan juga Jacob yg memberikan tatapan tajam nya.


"Kak Juan tobat dong, karma masih berlaku lho" seru Vino yg saat ini sedang asyik menggendong Baby Neo.


"Ini sudah tobat, iya kan, Sayang?" Juan berkata pada Helen.


"Engga ada jaminan sih" gerutu Helen "Tau engga, teman kerja aku itu di selingkuhi sama suami nya, terus kalian tahu apa yg dia lakukan?" tanya Helen pada semua orang dan semua orang pun menggeleng.


"Dia mengoperasi jantung suami nya di rumah nya, dalam keadaan sadar"


"Ih... Menyeramkan sekali" pekik Sarah yg sibuk menikmati hidangan di sana. Sementara Juan yg mendengar itu hanya bisa menelan ludah nya dengan susah payah.


"Sarah, kamu engga punya Baby sitter?" tanya Naina kemudian.


"Engga, aku bisa urus Baby Neo. Ada Nandini dan Bi Eni juga. Soalnya kami belum bisa menerima orang baru" lirih Sarah dan Naina mengangguk mengerti.


"Dia tampan ya, kalau kalian punya anak gadis, pasti cantik kayak Sarah" seru Vino sembari melirik Sarah.

__ADS_1


"Mata mata.... Mau aku suruh Helen operasi mata mu itu, hm?" tegas Devano dingin namun Vino malah menanggapi nya dengan santai.


Sementara itu, William dan Freya juga sibuk menikmati hidangan apa lagi Freya yg porsi makan nya selalu nambah seiring semakin membesar nya kehamilan nya.


Keluarga mereka pun menikmati acara resepsi itu dengan penuh suka cita.


Sarah dan Devano juga menginap di rumah William sebelum mereka kembali ke Villa.


.........


Sebelum mereka kembali ke Villa, Sarah mencabut laporan nya pada Lolly. Dan Sarah melakukan itu juga atas persetujuan Devano. Entah mengapa Sarah merasa kasihan pada Lolly yg ia kenal adalah orang baik, apa yg di lakukan nya hanya karena tekanan dari rasa takut nya.


"Ya Tuhan, Nyonya Sarah..." gumam Lolly tak percaya. Bagaimana bisa Sarah mengeluarkan nya dari penjara dengan begitu mudah nya.


"Saya ingin bertemu dengan Nyonya Sarah, Om Aldo" pinta Lolly memohon.


"Nyonya Sarah tidak ingin di temui" tegas Aldo yg mengurus kebebasan Lolly atas perintah Sarah.


"Sekali saja, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih" rengek Lolly namun Aldo menggeleng tegas.


"Ini perintah, Lolly. Silahkan pergi dan mulai hidup baru" tegas Aldo dan ia pun meninggalkan Lolly disana.


Tak terasa air mata Lolly menetes, merasa terharu dan bersalah.

__ADS_1


.........


Dua tahun kemudian...


Sarah dan Devano kembali tinggal di kota, Neo tumbuh dengan sangat baik dan menjadi anak yg sangat tampan dan lucu. Perpaduan wajah asia dan Eropa membuat nya menjadi seperti boneka hidup yg sangat tampan.


Rambut yg sedikit ikal seperti rambut ayah nya, alis yg tebal, mata yg lebar, hidung yg mancung dan bibir nya yg merah merona. Ia begitu sempurna walaupun memiliki satu kekurangan yg bisa saja berakibat fatal untuk hidup nya.


"Dev... Devano...." seru Sarah sembari memasuki ruang kerja Devano bersama dengan Neo yg kini di asuh Nandini.


"Apa, Sayang?" tanya Devano lembut. Ia segera bangkit berdiri dari kursi nya dan menyambut istri nya yg sedang mengandung anak kedua mereka itu.


"Bosan di rumah" rengek Sarah.


Sementara Neo yg kini sudah bisa berlari dan berbicara pun langsung berlari menghampiri ayahnya.


"Dad... Dad..." seru nya sembari tertawa lebar.


"Iya, Sayang... Putra Daddy mau apa, hm?" tanya Devano sembari berjongkok.


"Mau dedek... Dekek..." jawab Neo sembari menunjuk ke arah Sarah yg berjalan mendekat.


"Iya, sabar ya, nanti juga dedek nya keluar" jawab Devano.

__ADS_1


Ia pun menghubungi Mia dan meminta jadwal nya hari ini di batalkan saja karena ia ingin menghabiskan waktu nya bersama Sarah dan Neo


__ADS_2