Married By Challenge

Married By Challenge
Part 102


__ADS_3

Vino merasa sangat khawatir dan ia terus memikirkan Sarah apa lagi ia juga membaca berita tentang keluarga Sarah yg beredar. Apa lagi nomor ponsel nya juga tak aktif.


Sepulang nya sekolah, ia mengajak Naina untuk menemui Sarah. Dan saat itu kebetulan sekali Vino dan Naina melihat Sarah yg baru keluar dari rumah nya dengan mangsa ransel. Naina dan Vino tampak sangat terkejut melihat kondisi Sarah yg sangat lemah dan pucat.


Sarah bercerita pada kedua temannya itu bahwa ia ingin pergi ke suatu tempat yg jauh dari sana, Sarah ingin menenangkan diri namun tentu ia tak memberi tahu bahwa dirinya sedang hamil. Vino juga belum tahu status Sarah yg adalah seorang istri dari Devano lake.


Akhirnya Vino menawarkan Sarah untuk pergi ke sebuah Villa tempat tinggal ibu Vino, Vino hanya ingin membantu gadis yg ia cintai. Sarah pun dengan senang hati mau menerima nya karena ia memang tak tahu harus pergi kemana saat ini. Sarah juga berpesan pada Naina agar tak memberi tahu siapapun tentang keberadaan nya.


Dan di sinilah Sarah sekarang, di sebuah Villa milik seorang wanita paruh baya dan ia sedang bersama nya sekarang.


Vino memperkenalkan Sarah pada ibunya sebagai teman nya yg butuh tempat tinggal sementara, Vino juga menceritakan masalah Sarah agar ibu nya itu mengerti dan syukurlah ibu dari Vino itu menerima Sarah dengan senang hati.


"Maaf ya Tante, Sarah jadi ngerepotin" ucap Sarah sungkan saat mama nya Vino itu mengantar Sarah ke kamar nya.


"Engga apa apa, justru Tante senang karena ada teman" jawab nya.


"Kamu jangan sungkan sama Mama, anggap aja Mama sendiri" ucap Vino sambil tersenyum lebar dan Sarah membalas nya dengan senyum juga.


"Ya udah, kalian pasti capek kan? Sebaiknya kalian istirahat. Oh ya, Sarah. Kamar Tante ada di sebelah kamar mu kalau nanti kamu butuh apa apa, kamar Vino ada di bawah" ucap Mama Vino.


"Iya, sekali lagi terima kasih banyak, Tante" ucap Sarah.


"Sama sama, udah dong bilang makasih nya, Tante capek bilang 'sama sama' terus" gurau Mama nya Vino yg membuat Sarah tersenyum geli.


Setelah itu Vino dan Mama nya pergi dari kamar Sarah agar Sarah berisitirahat.


Sarah merebahkan diri nya di ranjang, ia memejamkan mata dan kembali terbayang wajah Mama nya yg menangis saat Sarah berpamitan untuk pergi. Sarah juga tak tahu akankah mereka memberi tahu Mama nya bahwa Sarah sedang hamil? Dan bagaimana reaksi nya nanti? Apakah Mama nya akan menolak bayi Sarah seperti papa nya? Memikirkan hal itu membuat hati Sarah terasa sangat perih, karena bagaimana pun juga janin dalam rahim Sarah itu adalah keturunan mereka, darah daging mereka.


Air mata kembali mengalir dari sudut mata Sarah, namun ia mengabaikan nya hingga akhirnya ia jatuh tertidur.


Sementara di bawah, Mama nya Vino sedang menyiapkan kamar untuk anak nya. Sudah lama sekali ia tak bertemu Vino dan Juan, dan Mama nya Vino itu sangat senang karena akhir nya Vino mau menemui nya.

__ADS_1


"Vin..." seru mama nya pada Vino yg baru saja selesai membersihkan diri "Sarah itu beneran cuma teman kamu?"


"Iya, Ma. Sahabat ku..." jawab Vino dan ia melompat naik ke atas ranjang.


"Kamu engga bohong kan, Vin? Karena..." Mama nya itu terdiam sejenak karena masih ragu untuk melanjutkan ucapannya.


"Karena apa?" tanya Vino santai.


"Sarah seperti sedang hamil"


"Apa?" pekik Vino tak percaya "Mama jangan sembarangan deh, Sarah itu wanita baik baik, Ma. Engga mungkin dia hamil" tegas Vino. Mendengar ucapan mama nya membuat Vino hampir saja jantungan.


"Mama engga sembarangan, Vin. Wanita hamil itu bisa terlihat dari bentuk tubuhnya, cara jalan nya, pokoknya wanita hamil itu berbeda" ucap Mama nya yg masih yakin dengan dugaan nya. Ia memang memperhatikan Sarah tadi dan ia melihat tanda tanda kehamilan pada diri Sarah.


"Ngaco Mama neh..." gumam Vino yg masih menolak percaya "Besok pagi pagi aku harus pulang, karena harus sekolah. Tolong jagain Sarah ya, Ma. Dia lagi ada masalah besar dengan keluarga nya" ujar Vino.


"Iya, kamu tenang aja"


Semalaman William dan Devano tidak tidur karena mereka tak berhenti mencari Sarah. Mereka sudah menghubungi semua teman Sarah dan yg pasti juga Naina.


William dan Devano bahkan mengintrogasi Naina seperti polisi mengintrogasi tersangka kejahatan karena rasa tak mungkin Naina tak tahu dimana Sarah. Namun Naian memberikan jawaban yg sama.


"Aku engga tahu, Kak. Aku juga nyariin dia, sekolah sudah ujian kelulusan dan Sarah malah menghilang" ujar Naina yg menampilkan wajah khawatir nya.


Percaya atau tidak, William dan Devano tak bisa memaksa Naina lagi.


"Dia hamil, Naina..." lirih Devano yg membuat yg membuat Naina langsung menganga lebar.


"Ha... Hamil?" tanya Naina tak percaya.


"Iya, si bodoh ini menghamili nya" geram William.

__ADS_1


"Dia istriku, bayi adalah anugerah dalam rumah tangga. Kalau kamu iri, kamu hamili aja Freya" desis Devano dan ia segera pergi dari rumah Naina.


"Kak Will, Sarah beneran hamil?" tanya Naian lagi ingin memastikan.


"Iya" jawab William sedih, kepala Naian terasa pusing sekarang, ia seperti akan pingsan mendengar kabar gila ini. Sekarang ia bingung, harus kah memberi tahu keberadaan Sarah atau tidak, namun Naina sudah berjanji pada Sarah tidak akan memberi tahu siapapun. Dan mereka tak pernah mengingkari janji mereka sebagai sahabat.


"Ya udah, kakak pulang dulu. Nanti kalau misalnya Sarah menghubungi kami, tolong langsung kasih tahu ya, semua orang mengkhawatirkan dia" tutur William dan Naina hanya bisa mengangguk pelan.


"Oh Tuhan, Sarah akan punya bayi"


...... ...


"Bagaiamana, Dom?" tanya Devano pada Dominic yg saat ini sedang ia hubungi.


"Belum ketemu, Tuan" jawab Dominic yg membuat Devano menghela nafas berat. Mata nya sudah sangat lelah karena ia tak tidur sedikit pun. Tubuh nya pun sudah lemas karena ia juga tak makan "Tuan, sebaiknya kau pulang dan beristirahat. Kami akan mencari Nyonya Sarah" seru Dominic lagi.


"Bagaiamana bisa aku beristirahat saat istri ku yg sedang mengandung tentah berad dimana sekarang" lirih Devano dengan suara yg sangat lirih.


"Saya mengerti, Tuan. Tapi Tuan juga harus menjaga kesehatan supaya Tuan bisa mencari Nyonya Sarah. Kalau Tuan sakit, Tuan tidak akan bisa mencari Nyonya Sarah" bujuk Dominic "Setidak nya istirahat lah walaupun hanya sebentar, saya janji akan terus mencari Nyonya Sarah"


"Baiklah, Dom. Oh ya, cari juga ke setiap pengemudi taksi, siapa tahu Sarah naik taksi"


"Sudah, sejauh ini belum ada hasil" sekali lagi Devano hanya bisa menghela nafas berat nya.


Ia pun memutuskan sambungan telpon nya dan segera melajukan mobil nya menuju rumah.


"Kamu dimana, Sayang? Aku lebih baik mati dari pada kehilangan mu"


▫️▫️▫️


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2