
Venita yg turun untuk mengambil air minum sangat terkejut melihat Devano yg tidur di sofa, apa lagi Devano masih mengenakan pakaian kerja nya. Venita bisa menebak kalau anak nya itu pasti sangat marah pada Devano karena sudah berbohong, begitulah Sarah.
Setelah mengambil air, Venita pergi ke kamar Sarah dan mengetuk pintu nya. Tak lama kemudian pintu terbuka.
"Kamu belum tidur?" tanya Venita.
"Belum, Ma" jawab Sarah karena ia memang tak bisa tidur.
"Kamu kenapa? Marah sama Devano?" tanya Mama nya lagi dan Sarah tak menjawab nya, ia hanya berjalan masuk dan Venita segera mengikuti nya "Sarah, kan Devano sudah menjelaskan kenapa dia berbohong" ucap Venita lagi.
"Tapi kenapa dia harus berbohong, Ma? Dia selalu berbohong, selalu mempermainkan kita" ujar Sarah kesal.
"Sayang..." Venita mengusap kepala Sarah yg saat ini sudah duduk di tepi ranjang dengan wajah yg cemberut "Bicara sama Devano baik baik, jangan marah seperti ini. Dalam rumah tangga, kamu harus bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, apa lagi Devano kan engga ada niat jahat. Maklum aja lah dia berbohong karena William juga engga ingat Caitlin, ya kita juga engga kenal Caitlin. Ya kan?" Sarah menatap ibunya lekat lekat. Memang benar apa yg di katakan ibunya itu.
"Tapi Sarah benci pembohong" ujar Sarah.
"Orang akan berbohong di saat ia tak memiliki jalan lain, cobalah mengerti posisi Devano" pinta Venita lagi.
"Dan satu hal lagi, Devano engga pulang. Dia tidur di sofa, masih dengan pakaian kerja nya. Kasian kan dia, udah seharian kerja, pulang berantem. Dan sekarang harus tidur di sofa" ucap Venita lagi yg membuat Sarah terkejut.
"Dia di bawah?" tanya Sarah dan Venita mengangguk "Dasar bodoh" gumam Sarah yg langsung mendapatkan teguran dari ibunya.
"Jangan begitu, Sarah. Sebaiknya kamu bawakan bantal dan selimut buat Devano kalau kamu memang engga mau dia di kamar mu. Ini hanya sebagian kecil dari masalah rumah tangga mu, dalam rumah tangga badai akan selalu siap menerjang. Jika masalah sekecil ini saja kamu engga bisa menghadapi nya, lalu bagaimana dengan yg lain nanti" setelah mengucapkan itu, Venita segera keluar dari kamar Sarah dan kembali ke kamar nya.
__ADS_1
Sementara Sarah masih memikirkan Devano, selama ini hubungan mereka selalu baik baik saja. Ini pertama kalinya Sarah merasa marah hingga merasa tak mau bersamamu Devano dulu. Namun ia merasa kasihan jika Devano harus tidur di sofa.
Sarah pun mengambilkan bantal dan selimut untuk Devano kemudian ia turun.
Sarah melihat Devano yg tertidur dengan posisi menyamping dan berbantalkan tangan nya. Panjang Sofa ini bahkan tidak cukup untuk menampung tubuh tinggi Devano sehingga Devano harus menekuk lutut nya.
Sarah tersenyum tipis sembari mengelus pipi Devano dengan lembut, entah bagaimana cinta bisa tumbuh di hati nya dan begitu besar untuk Devano. Ini mungkin hanya sebagian kecil dari masalah rumah tangga yg harus Sarah hadapi, Sarah teringat Mama nya yg mengatakan akan ada banyak masalah yg akan mereka hadapi. Sarah tahu tak seharusnya ia mengalami masalah rumah tangga di usianya yg masih sangat muda ini. Tapi semua nya sudah terlanjur terjadi. Dan mungkin ini juga ujian untuk cinta nya pada suami nya.
Seharusnya Sarah sudah tahu bahwa Devano tak bisa di percaya, jika hanya karena sebuah permainan kecil saja Devano mengambil tindakan yg besar untuk membalas Sarah yaitu dengan sebuah pernikahan. Lalu bagaimana mungkin tak ada lagi kegilaan Devano yg pasti lebih besar dari itu, tapi setelah mengetahui semua itu Sarah tetap sangat mencintai Devano.
Sarah menutupi tubuh Devano dengan selimut, dan saat ia mengangkat pelan kepala Devano untuk meletakkan bantal di bawah kepalanya, Devano malah membuka mata dan langsung tersenyum pada Sarah. Sarah langsung memasang wajah dingin nya kembali dan hendak pergi namun Devano menarik tangan nya.
"Kamu engga bisa marah lama lama sama aku kan?" goda Devano yg membuat Sarah mendengus. Devano bangkit duduk, ia menarik lagi Sarah hingga jatuh ke pelukan nya.
"Maaf" ucap Devano sambil mengecup pipi Sarah, Sarah mencoba menghindar namun Devano tak membiarkan nya "Maaf ya, Sayang. My little girl" ucap Devano lagi di sela kegiatan nya menghujani Sarah dengan kecupan kecupan kecil di kedua pipi nya.
"Kamu itu big liar, tau engga" ujar Sarah kesal.
"Aku kan udah minta maaf, Sayang. Udah aku jelasin juga alasan ku berbohong" ucap Devano membela diri. Namun Sarah tak mau mendengar alasan Devano, ia berusaha lebih keras melepaskan diri dan saat berhasil Sarah langsung bergegas naik kembali ke kamar nya. Devano hanya bisa menghela nafas berat, namun ia segera menyusul dan Devano mendapati pintu kamar Sarah yg tetap terbuka lebar.
Devano tersenyum mengerti apa tanda nya itu, ia segera masuk dan kemudian menutup pintu kembali. Sementara Sarah sudah berada di atas ranjang dengan seluruh tubuhnya yg sudah di bungkus selimut. Dan saat Sarah merasakan desakan di ranjang nya, ia tahu itu Devano.
"Ganti baju..." ucap Sarah dingin dan itu berhasil membuat Devano terkekeh geli. Setidak nya Sarah masih memperhatikan nya dan itu sudah membuat Devano sangat senang.
__ADS_1
Ia pun segera merangkak turun, melepaskan semua pakaian nya menyisakan pakaian dalam saja dan ia segera bergabung masuk kedalam selimut Sarah.
Sarah melotot tak percaya saat merasakan bahwa Devano tak mengenakan apapun selain celana yg menutupi aset nya itu.
Sarah langsung duduk dan menatap tajam Devano.
"Aku bilang ganti baju, Dev. Bukan buka baju" tegas nya kesal.
Namun Devano tak bergeming, ia malah menarik guling, memeluk nya dan menutup mata.
"Devano..." Sarah mengguncang tubuh Devano namun suaminya itu tak memperdulikan nya "Devano, ayo bangun..." pinta Sarah lagi dan kali ini menarik tangan Devano hingga Devano duduk.
"Apa sih, Sayang?" tanya Devano malas.
"Pakai baju mu..." ujar Sarah masih dengan nada kesal nya.
"Biasanya juga engga pakai apa apa kok, kamu malah suka" jawab Devano yg membuat Sarah mendelik kesal.
Sarah pun kembali tidur memunggungi Devano, namun Devano langsung memeluk nya dari belakang. Devano mengecup pucuk kepala Sarah dengan sayang. Setelah itu, suasana menjadi hening. Tak ada yg tidur, namun tak ada yg bicara. Sarah juga membiarkan saja Devano memeluk nya, karena sekarang Sarah selalu merasa nyaman dalam pelukan Devano dan ia merasa ada yg kurang tanpa pelukan Devano.
Sementara Devano, ia bersumpah akan menghancurkan Margaret dan Agus yg sudah membuat ia hampir saja kehilangan Sarah nya, istri nya, belahan jiwa nya.
▫️▫️▫️
__ADS_1
Tbc...