Married By Challenge

Married By Challenge
Part 68


__ADS_3

Devano memperhatikan Sarah yg saat ini sedang terlelap dalam pelukan nya. Jam sudah menunjukan pukul 2 pagi, namun Devano tak bisa tidur dan alhasil ia terus emandangi istri nya.


Sarah menggeliat dan perlahan membuka matanya, seolah bisa merasa kalau Devano memandangi nya.


"Aku cantik pas tidur ya?" goda Sarah sambil menggeliat malas.


"Selalu cantik, terutama saat memejamkan mata dengan mulut yg terbuka ketika aku memasuki mu" jawab Devano yg seketika membuat pipi Sarah terasa panas. Sarah pun langsung menyembunyikan wajah nya di dada telanjang Devano.


"Sayang..." seru Devano sambil mengelus punggung Sarah yg tertutup piyama sutra nya. Sarah hanya menggumam "Aku ingin mengatakan sesuatu..." lirih Devano yg membuat Sarah langsung mendongak dan menatap penasaran pada Devano.


"Apa?" tanya Sarah


"Aku sebenar nya...." Devano tak mampu mengatakan nya. Ia tak mampu mengungkapkan kebenaran diri nya.


"Apa yg ingin kamu katakan, Dev?" desak Sarah .


"Aku cuma mau tanya..." lirih Devano "Kalau misal nya ada orang yg dengan sengaja mencoba menghancurkan keluarga mu karena kesalah fahaman, terus dia minta maaf dan memperbaiki segala nya. Apakah kamu akan memaafkan nya?"


Sarah memandangi Devano lekat lekat, ia bisa merasakan ketegangan dan keseriusan dalam suara dan tatapan Devano. Membuat Sarah bertanya tanya kenapa dia menanyakan hal itu.


"Tergantung apa yg dia lakukan sih" jawab Sarah yg masih mengunci tatapannya pada Devano "Aku orang nya realistis kok dan engga berlebihan. Kalau dia memang menyesal dan memperbaiki segalanya, ya aku pasti maafin" jawab Sarah sambil menyunggingkan senyum lebar nya, membuat hati Devano merasa sedikit tenang "Kecuali untuk kesalahan seperti yang di lakukan Airing dan juga pegawai Papa yg korupsi dan malah mengkambing hitam kan Papa. Aku engga akan pernah memaafkan orang orang seperti itu" lanjut Sarah yg membuat ketenangan dalam hati Devano hancur seketika.


Bahkan kini wajah Devano berubah menjadi tegang, pandangan nya mulai tak fokus dan rasa takut nya semakin besar. Rasa takut untuk mengakui kesalahan nya.


"Dev..." Sarah menepuk pipi Devano yg terlihat melamun "Kamu kenapa sih? Kamu lagi ada masalah ya?" tanya Sarah khawatir. Devano menggeleng pelan, dan Devano mengejutkan Sarah saat tiba tiba tiba ia langsung menyerang Sarah dengan ciuman yg menuntut dan dalam. Seolah itu ciuman perpisahan.


Sarah tak membalas, ia masih terkejut dan heran apa yg terjadi dengan suaminya. Ciuman nya terasa sangat berbeda. Hingga Devano melepaskan ciuman nya dan ia menatap Sarah lekat lekat.


"Aku mencintaimu, Sarah. Sangat mencintai mu, lebih dari apapun" lirih Devano yg membuat Sarah tersenyum.


"Kamu kalau ada masalah...." Sarah berkata sambil mengelus pipi Devano "Bilang sama aku, Sayang. Biar engga jadi beban kamu sendirian, sekalipun itu masalah kantor engga apa apa kok kasih tahu aku" ujar nya lembut.

__ADS_1


Devano mengecup kening Sarah, kedua kelopak mata nya, hidung nya, kedua pipi nya dan berakhirnya di bibirnya. Kali ini Sarah membalas kecupan yg berubah menjadi ciuman itu. Menikmati sisa malam mereka dengan saling menyentuh dan menyalurkan kehangatan.


.........


Karena hari minggu, Naina dan Jacob jalan berdua. Ya biasanya bertiga dengan Sarah, tapi Sarah mengatakan ia bersama Devano.


Jacob membawa Naina ke sebuah taman, menikmati udara segar di sana dan melihat anak anak yg bermain dengan riang gembira.


"Kamu mau beli sesuatu?" tanya Jacob dan Naina mengangguk.


"Ayo beli es krim. Biar romantis" jawab Naina dan Jacob pun sudah pasti mengiyakan nya.


Mereka membeli es krim dan menikmati nya sembari berjalan bergandengan tangan. Sambil membicarkan berbagai hal yg manis dan romantis, membuat Naina selalu merasa senang.


Dan tiba tiba, sebuah mobil menghentikan mereka. Membuat Jacob dan Naina sedikit terkejut.


Dan Naina lebih terkejut lagi saat Juan lah yg keluar dari mobil itu.


"Calon suami nya..." tegas Jacob kemudian ia mengulurkan tangan nya "Jacob..."


"Juan..." jawab Juan sembari menyambut uluran tangan Jacob. Jacob sudah tahu tentang Juan karena Naina pernah membicarakan nya. Tapi yg membuat Jacob terkejut bagaimana Juan memanggil Naina dengan begitu manis, itu sangat menyebalkan. Jacob melingkarkan tangan nya di pinggang Naina dengan posesif.


"Kamu engga mau tanya siapa aku? Bagaimana aku kenal Naina atau semacamnya?" tanya Juan menggoda sepasang kekasih itu.


"Naina udah pernah cerita tentang kamu" jawab Jacob dingin.


"Oh ya, jadi apakah aku jadi tema pembicaraan sepasang kekasih?" kali ini Juan bertanya pada Naina bahkan terang terangan ia menatap Naina dengan tatapan menggoda.


"Engga juga sih, cuma aku baru tahu kalau kamu Kakak nya Vino dan Boss nya Papa. Hanya itu" seru Naina "Jadi, Tuan Barnard. Terimakasih karena sudah meluangkan waktu untuk menyapa kami. Kami permisi..." lanjut nya dan Naina pun membawa Jacob pergi dari sana.


Ada desiran aneh di hati Juan dengan tingkah Naina itu, apa lagi melihat bagaimana Jacob merengkuhnya dengan begitu posesif dan Naina pun tampak sangat nyaman di pelukan Jacob.

__ADS_1


Juan memperhatikan sepasang kekasih itu yg terus berjalan menjauh.


"Sial, JB... Kenapa hati mu nyes nyes begini liat mereka..." gumam Juan pada diri nya sendiri. Ia pun kembali ke mobil nya dan melanjutkan perjalanan nya.


Sementara Naina dan Jacob memutuskan untuk duduk di sebuah kursi yang ada di pinggir jalan.


"Beb..."Naina bersandar di bahu Jacob, Naina bisa merasakan perubahan sikap Jacob sejak bertemu Juan tadi.


"Kayaknya Juan itu suka deh sama kamu" ujar Jacob tak suka. Namun Naina malah menanggapi nya dengan tawa geli.


"Masak?" goda Naina "Kayak cenayang aja kamu, sok tahu"


"Aku itu laki laki, Sayang. Aku tahu arti tatapan laki laki lain itu apa. Aku engga suka cara dia menatap mu"


"Hem cemburu nih ceritanya?"


"Banget"


"My Baby Jackie... I don't care meskipun ada seribu Juan yg suka sama aku, aku suka nya sama kamu. Udah harga pas engga bisa di tawar" jawab Naina yg membuat Jacob tertawa. Naina senang akhirnya Jacob bisa sedikit rileks.


Naina pun memeluk Jacob dan ia mengecup pipi


Jacob dengan kecupan kecil berlalu kali. Membuat Jacob semakin tertawa.


Dan tanpa mereka sadari, Juan memperhatikan mereka dari seberang jalan. Juan tersenyum tipis melihat keromantisan sepasang kekasih itu.


"Itu hanya karena kalian masih pacaran, nanti kalau sudah nikah semua keromantisan itu pasti sirna" ujar Juan mengingat pernikahan kedua orang tuanya yg hancur. Apa lagi dengan perselingkuhan ibunya. Ayah nya pun sama saja. Padahal dulu nenek Juan sering bercerita bahwa putra dan menantu nya itu saling mencintai bahkan sangat romantis. Namun itu hanya sampai di beberapa tahun awal pernikahan. Setelah itu semua nya datar, hambar.


Karena itulah Juan sangat tak percaya pada yg namanya hubungan karena cinta.


▫️▫️▫️

__ADS_1


Tbc....


__ADS_2