
Naina terus tertawa mendengar cerita Sarah, ia tak menyangka permainan mereka akan berakhir menjadi hal yg begitu serius. Sarah langsung memukuli Naina dengan tas nya karena menertawakan nya, padahal hidup Sarah berada di ambang kehancuran.
"Itu bukan di ambang kehancuran, Bebs. Tapi awal dari surga. Bayangkan aja, kamu akan jadi istri seorang Devano Lake. Wow, kamu bisa mewarisi setengah kekayaan nya"
"Iya kalau nikah nya resmi secara agama dan negara. Lah ini cuma secara agama doang, Nina bobo" gerutu Sarah. Ia melempar tas nya ke meja nya "Sebenarnya gimana bisa Devano tahu itu aku?"
"Aku juga punya pertanyaan yg sama, cuma kita berdua yg tahu hal itu.
.
.
.
Devano Lake, billionaires muda itu awal nya adalah investor di perusahaan William yg baru di bangun, pertemuan pertama mereka tiga tahun yg lalu, dan seiring berjalan nya waktu, kedua nya semakin dekat karena memiliki banyak sekali kesamaan terutama dalam urusan bisnis, dan sejak bekerja sama dengan Devano, perusahaan William berkembang sangat cepat.
Devano sendiri adalah seorang yatim piatu, kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan tepat di hari ulang tahun Devano yg ke lima.
Saat itu, mereka mengadakan pesta di sebuah hotel. Namun ibu Devano tak kunjung datang hingga acara sudah selesai. Devano kecil sangat sedih dan merasa kecewa, dan saat semua tamu sudah pergi, ibunya datang dengan penampilan yg tampak berantakan. Membawakan hadiah Devano yg bahkan tak ia bungkus dengan indah.
Ayahnya tiba tiba saja menampar ibu nya dan berteriak agar berhenti selingkuh dan memperhatikan anak nya. Namun ibunya juga berteriak bahwa suami nya juga berselingkuh dan tak pernah mengurus anaknya.
Itu bukan pertengkaran yg pertama, Devano sudah sering mendengar kata kata itu dan melihat adegan saling berteriak dan menyalahkan itu. Namun itu menjadi pertengkaran terakhir mereka.
Ayah Devano menyeret Devano untuk pulang, istri nya pun ikut pulang. Di mobil pertengkaran itu masih berlanjut, ayahnya yg emosi menyetir dengan ugal ugalan hingga ia menabrak pembatas jalan dan terjadilah kecelakaan yg merenggut nyawa kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Pak Devano..."
"Pak ..."
"Eh, ya? Kenapa?" Devano yg tenggelam dalam bayangan masa lalu nya di kejutkan dengan kedatangan Mia.
Mia, asisten Devano itu menyerahkan sebuah file untuk Devano tandatangani. Devano segera menandatangani file itu dan memerintahkan Mia untuk meng cancel semua meeting nya hari ini dan meminta agar siapapun tak menghubungi Devano.
Devano segera keluar dari kantornya, ia pergi ke sebuah danau yg tak jauh dari kantor nya.
Devano duduk di tepi danau dan menikmati hembusan angin yg begitu segar.
Devano memang tak pernah tertarik untuk sebuah hubungan karena baginya tak ada yg setia dalam sebuah hubungan, seperti kedua orang tua nya. Mereka semua berpura pura dan Devano tak peduli dengan gosip gay yg beredar, karena terkadang ia merasa memang dirinya seorang gay. Ia tak pernah memiliki hasrat pada perempuan dimana ia melihat semua perempuan adalah sama, murahan. Ketika seorang ibu dan seorang istri saja berkhianat, ketika sebuah pernikahan dengan ikatan yg suci saja bisa di cemari, lalu bagaimana dengan perempuan yg bebas di luar sana dan ikatan yg hanya sebatas pacaran. Itulah yg selalu Devano yakinkan.
Namun Devano tak mau tersihir dengan mata indah itu, ia harus kembali fokus pada tujuannya.
Namun, fokus nya kembali terganggu saat di pesta itu ia di pertemuan dengan wanita penyihir yg telah menbangkitkan gairahnya sebagai seorang pria.
Tatapan matanya yg indah di bawah cahaya rembulan, bibir nya yg penuh dan mungil terutama saat si penyihir itu menggigit bibir nya, itu membuat sebuah rasa menggeliat di hati Devano. Rasa yg asing namun indah, dan juga menyiksa. Dan Devano merasa sangat tidak asing dengan mata dan senyum nya itu namun ia coba abaikan hal itu.
Dan saat Devano mencium nya, dimana itu adalah ciuman pertama Devano. Siksaan itu semakin menjadi namun semakin indah, mungkin itulah yg namanya gairah. Namun Devano tak ingin larut dalam hal itu.
Tapi tak pernah Devano sangka, gadis itu malah menyerang nya duluan. Dan saat itulah Devano bisa merasakan bahwa mungkin itu juga ciuman pertama wanita itu. Dan Devano semakin menggila saat wanita itu dengan begitu lancang menyentuh aset nya dimana tak pernah ada satu orang pun yg menyentuh nya bahkan dirinya sendiri. Dan Devano lebih merasa gila lagi ketika wanita itu langsung berlari meninggalkan nya.
Kejadian itu tak bisa Devano lupakan, apa lagi Kejadian itu membuktikan pada diri Devano sendiri bahwa dia tidak gay. Dia sangat normal.
__ADS_1
Devano mengerahkan seluruh kekuatan nya untuk menemukan gadis itu. Ia juga memeriksa cctv hotel itu. Namun ia tak menemukan nya apa lagi seluruh tamu memakai topeng. Devano berfikir ia harus menyerah dan melupakan semua nya.
Seminggu berlalu, namun tak bisa ia lupakan wanita itu. Bahkan Devano seolah masih bisa merasakan manisnya wanita itu di bibir nya.
Gadis itu sangat kurang ajar, dan Devano merasa tertantang untuk menemukan nya dan apa maksud di balik rayuan itu, Devano juga harus menghukum gadis itu atas kelancangan nya pada seorang Devano Lake.
Sekali lagi Devano memutar cctv yg memang sudah ia ambil dari hotel itu, jangan tanya bagaiamana bisa ia memiliki cctv itu. Karena dengan uang, semua pasti bisa.
Dengan sangat teliti, Devano mencari wanita yg ia amggap penyihir itu. Gaun putuh, topeng hitam. Devano berhasil menemukan nya namun ia selalu memakai topeng. Hingga Devano melihat rekaman saat wanita itu masih mengenakan topeng putih. Devano kembali melihat nya lagi dengan begitu teliti.
Hingga ia menemukan seorang gadis yg memegang topeng hitam, berjalan menghampiri wanita bergaun putih itu. Mereka tampak berbicara, kemudian gadis itu melepaskan topeng putih wanita itu dan seketika... Sarah?
Devano sangat tidak percaya dengan hal itu, dan terlihat gadis itu yg mengganti topeng Sarah dengan topeng hitam. Devano mengulang rekaman itu lagi dan lagi. Memperbesar nya dan itu memang Sarah.
Benar, dia memang Sarah Fergueson.
Devano berdiri dan ia meregangkan otot otot nya yg terasa lelah. Fikiran nya pun begitu lelah. Ia memandang ke tengah danua. Air nya begitu tenang.
"Andai aku juga bisa hidup tenang" gumam nya, kemudian ia kembali menghirup udara dan tersenyum miring.
"Ada tambahan rencana, itu akan membuat kami lebih tenang"
▫️▫️▫️
Tbc...
__ADS_1