
"Gila betul setan kecil itu, dia memasukkan obat pencahar dan obat tidur dalam sandwich. Bagaimana bisa..." geram Airin, ia terlihat sangat marah.
Sementara Karin hanya menertawai nya "Dia bukan tipe gadis yg mudah di intimidasi" jawab Karin "Aku pernah menghadapi nya di sekolah dulu"
"Jadi sekarang kita harus bagaimana? Bagaimana caranya supaya Devano bisa aku goda, gimana cara nya menghancurkan Sarah kalau Sarah nya aja tengil begitu" gerutu Airin.
"Aduh, kamu ini bisa nya cuma ngeluh saja. Ya usaha dong" seru Karin kesal.
"Kamu engga tahu aja sih Devano itu kayak apa, dia tipe orang yg dingin dan bodoh amat pada orang lain"
"Sedingin dingin nya pria, pasti akan panas sama godaan wanita" jawab Karin "Mulai besok, pakek baju seksian dikit ke kantor. Terus cari cara supaya bisa berdekatan sama Devano"
.........
Jacob dan Naina pergi ke sebuah restaurant untuk merayakan pernikahan kita. Ini pertama kali nya mereka dinner romantis Setelah menikah.
"Kamu jalan nya masih sedikit mengangkang ya..." cetus Jacob yg langsung membuat Naina melotot dengan pipi yg memerah.
"Bisa engga itu mulut di jaga?" tanya Naina kesal sambil duduk di kursi yg sudah di siapkan Jacob.
"Lah, sama istri sendiri apa salahnya bicara begitu" jawab Jacob sambil tertawa kecil "Dari pada kamu? Lebih parah, pas lagi masa masa pacaran lagi" lanjut nya sambil ia juga duduk di kursi nya, dan Naina hanya merespon nya dengan lirikan sinis, kembali membuat Jacob tertawa "Masih sakit ya? Tapi engga lecet kan? Malam ini masih bisa dapat jatah kan? Dua atau tiga ronde masih kuat kan?"
"Jacobbbbbbb...." Naina menggeram tertahan yg membuat Jacob lagi dan lagi tertawa puas, merasa bisa balas dendam atas semua godaan Naina selama ini "Gimana rasanya di goda? Ya itu juga yg aku rasakan selama ini" ujar Jacob, Naina mendengus namun kemudian ia tertawa.
"Ya aku fikir kamu itu terlalu kolot, zaman sekarang gituan pas lagi pacaran kayaknya bukan masalah. Tapi kamu sangat mempermasalahkan hal itu, jujur aku senang dan bangga. Hanya saja senang juga menggoda mu..." tutur Naina sambil menahan senyum nya. Mengingat kembali masa masa pacaran mereka dimana Naina benar benar sangat nakal dan sangat menguji kesabaran Jacob.
"Dan sekarang, saat nya action kan? Senang juga engga?" goda Jacob yg kembali membuat pipi Naina langsung merona.
Tak lama setelah itu pelayan datang dengan membawa pesanan yg sudah di pesan Jacob "Aku masih engga percaya sekarang aku sudah menjadi seorang istri..." ucap Naina kemudian "Aku masih terlalu muda, bukan?"
"Ya sih, tapi engga apa apa lah. Kita akan dewasa dan menua bersama" jawab Jacob.
__ADS_1
Dan saat mereka menikmati hidangan makan malam, perhatian keduanya teralihkan dengan kedatangan Juan, Helen, Vino dan kedua orang tua mereka ke restaurant itu.
Mereka duduk di kursi yg tidak jauh dari sana, Jacob terus memperhatikan keluarga yg tampak bahagia itu. Bahkan Juan terlihat berbicara dan tertawa bersama ibu nya.
Rasa iri hinggap di hati Jacob, namun ia segera mengusir rasa itu "Makanan nya enak ya, Sayang" ujar Jacob guna mengalihkan perasaan nya. Naina yg menyadari apa yg di rasakan suami nya itu menjadi sedih, mereka semua disana terlihat sangat bahagia dan itu berkat Naina dan Jacob. Dan kebahagiaan mereka berada di atas penderitaan Jacob.
"Enak banget, tapi lebih enak masakan kamu" jawab Naina sambil tersenyum lebar. Kemudian ia menyuapi Jacob begitu juga sebaliknya. Jacob berusaha keras mencoba tak melirik ibu nya yg ada disana, ia berusaha keras berpura pura tak mengenali nya.
Tapi bagaimana pun juga, dia seorang anak yg sangat merindukan ibu nya.
Naina merogoh ponsel nya, mengirim pesan pada Sarah dan meminta nya datang bersama Devano secepat mungkin. Naina juga sudah menceritakan pada Sarah bahwa Jacob adalah saudara Vino dan Juan. Naina juga meminta Sarah menjemput orang tua Naina dan kalau perlu bawa juga William dan Freya. Naina ingin membuat Jacob menyadari bahwa Jacob punya segalanya, termasuk keluarga.
Mereka makan dengan santai, sambil sesekali membicarakan masa masa pacaran mereka maupun masa depan yg sedang mereka rencanakan.
Hingga lima belas menit hampir berlaku, dan tiba tiba terdengar suara nyaring Sarah yg menarik perhatian para pengunjung.
"Bumil...." pekik Naina, ia segera menyambut Sarah yg datang bersama Devano dan juga Mama Papa Naina.
"Ya, kami lapar..." jawab Devano asal "Tadi Naina punya nama baru buat Sarah? Apa itu?" tanya Devano.
"Bumil..." jawab Naina sambil membantu Sarah duduk.
"Jelek amat nama nya" ujar Devano yg membuat mereka semua tertawa.
"Itu kepanjangan dari Ibu Hamil, Dev. Kamu ini engga gaul banget sih..." gerutu Sarah yg mengundang tawa.
"Ya, semoga Naina juga segera menjadi Bumil ya. Siapa tahu dengan begitu dia bisa menjadi lebih dewasa" ujar Mama nya Naina yg membuat Naina cengengesan.
Tak lama setelah itu, Freya dan William juga datang.
"Yee... Bumil lagi..." seru Naina yg membuat Freya terkekeh.
__ADS_1
Kehebohan mereka mengundang perhatian Juan dan keluarga nya. Apa lagi Sarah dan Naina yg terus mengoceh panjang lebar dengan volume yg tidak terkontrol.
"Beb, turunin dikit volume nya dong. Malu..." bisik Jacob.
"Tau, kalian ini bar bar sekali..." sambung Devano.
"Kami bar bar tapi kalian cinta mati kan sama kami?"goda Naina.
"Ya, apa lagi Devano... Dia hampir gila tanpa Sarah..." ujar William.
"Dan Jacob justru hampir gila menahan kesabaran selama bersama Naina" sela Freya.
"Mau bagaimana lagi, cinta itu buta" jawab Jacob.
"Itu teori yg tidak masuk akal" balas Devano.
"Itu teman teman mu?" tanya Mama nya Juan pada Juan karena sejak tadi Juan memperhatikan mereka begitu juga dengan Vino.
"Ya, berkat Jacob dan Naina aku menyadari kesalahan ku dan mendapatkan Helen" jawab Juan "Aku juga bisa menerima Mama lagi"
"Jacob?" tanya mama nya dan Juan mengangguk.
"Bagaiamana kalau kita gabung bersama mereka, Kak?" usul Vino. Karena ia merindukan Sarah dan ingin melihat nya dari dekat. Apa lagi sebentar lagi ia harus kembali ke Amerika.
"Engga usah..." jawab Papa nya Juan "Mereka sama keluarga nya, kita sama keluarga kita"
Naina memperhatikan Jacob yg kini sibuk mengobrol tentang perusahaan Devano dan William. Dan seperti nya rencana Naina berhasil, kini suami nya tak lagi melirik pada ibu yg telah meninggalkan nya.
Sementara itu, justru kini Mama nya Juan yg terus memperhatikan pria yg bernama Jacob.
"Nama nya sama seperti nama anak ku, seperti nya juga seumuran..."
__ADS_1
.