Married By Challenge

Married By Challenge
Part 159


__ADS_3

"Apa istri dan bayi ku baik baik saja, Dok?" tanya Devano khawatir, ia bahkan merasa sangat gugup. Bagaimana tidak? Untuk pertama kalinya pemeriksaan kandungan Sarah berlangsung cukup lama, Dokter memeriksa nya lagi dan lagi.


"Detak jantung nya sangat lemah" ucap sang Dokter yg membuat Sarah dan Devano semakin panik dan Khawatir.


"M... Maksudnya?" tanya Sarah sambil meremas tangan Devano yg sejak tadi menggenggam nya.


"Bu Sarah, apa kau mengkonsumsi sesuatu yg tidak sehat? Soda atau alkohol? Atau sesuatu yg lain?" tanya Dokter itu.


"Tidak pernah seumur hidup ku, apa lagi saat aku hamil" jawab Sarah dengan suara bergetar.


"Sepertinya kita memerlukan sampel darah mu, Bu Sarah. Aku rasa kau mengkonsumsi sesuatu yg salah sehingga bayi nya seperti berhenti berkembang dan bahkan detak jantung nya sangat lemah sedangkan terakhir kali kita memeriksa nya bayi kalian berkembang dengan sangat baik. Kita harus cepat melakukan nya dan mengambil tindakan" tutur Dokter itu, tampak di wajahnya bahwa ia juga mengkhawatirkan pasien nya ini.


Sementara Sarah semakin kencang meremas tangan Devano, ia bahkan sampai menangis. Ada ketakutan yg sangat besar dalam hati nya, bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Baby Neo nya?


Sementara Devano, pria itu juga terlihat takut, khawatir, cemas dan juga marah. Marah karena ia yakin semua ini ulah seseorang.


"Tapi beberapa hari ini aku merasa bayi ku menendang dengan sangat kuat" ucap Sarah sambil mengusap air mata iya "Seharusnya dia baik baik saja kan?"


"Semoga saja, Bu Sarah. Hanya saja saat dia menendang dengan sangat kuat, mungkin itu respon saat dia menerima atau merasakan sesuatu yg tidak seharusnya"


"Lakukan semua nya secepat mungkin dan sebaik mungkin, aku tidak mau terjadi sesuatu pada bayi ku" tegas Devano.


"Kami akan berusaha sebaik mungkin" jawab Dokter itu dan ia pun membawa Sarah untuk di ambil darah nya.


Setelah itu, Devano dan Sarah menunggu dengan sangat was was. Sarah bersender di dada sang suami yg saat ini sedang melingkarkan tangan nya di pundak Sarah.


"Sayang, jangan khawatir. Baby Neo pasti baik baik saja" ucap Devano sambil mengelus pundak istrinya dengan sayang "Dia putra Devano dan Sarah, dia pasti sangat kuat" ucap Devano lagi, ia berusaha menghibur dan menenangkan Sarah meskipun ia sendiri sangat ketakutan setengah mati. Sarah hanya bisa mengangguk kecil, ia terus mengusap perut nya.


Hingga tiba tiba ia mengerang saat merasakan cengkraman yg begitu kuat di perut nya.


"Agh, Dev..." teriak Sarah sambil meremas perut nya, yg tentu saja itu membuat Devano sangat ketakutan.

__ADS_1


"DOKTER!!!!" Devano berteriak memanggil Dokter sembari memangku istrinya yg mengerang kesakitan, Sarah menangis tiada henti.


"Sakit, Dev... Sakit sekali...." rengek Sarah di tengah isak tangis nya. Melihat Sarah yg sangat kesakitan seperti ini membuat Devano juga meneteskan air mata nya tanpa sadar.


"Sabar, Sayang... Dokter datang. Kalian akan baik baik saja" ucap Devano dengan suara yg sudah sangat bergetar.


Dokter dan suster pun segera datang menghampiri eraka.


"Kita harus membawa nya ke ruang operasi, siapakan ruang operasi sekarang!" perintah Dokter itu.


"Apa maksud nya ruang operasi?" tanya Devano bingung dan ia ikut mendorong brankar yg saat ini membawa istrinya, istrinya yg masih terus mengerang kesakitan.


Dokter itu pun berhenti tepat di depan ruang operasi, ia menatap Devano dengan sangat serius dan berkata "Dalam darah Bu Sarah terdeteksi racun, Pak Devano. Kita harus segera mengeluarkan bayi nya...."


Seperti di sambar petir kepada Devano mendengar penuturan Dokter itu, Devano bahkan merasakan seluruh tubuhnya sudah mati rasa. Sementara Sarah kini sudah jatuh pingsan, air mata masih mengalir di pipi istrinya itu. Sarah nya pasti sangat kesakitan, dan bayi nya?


"Oh Tuhan, bayi kami..."


"Ini laporan nya, Pak. Jadi sekarang kami harus mengeluarkan bayi nya sebelum terlambat, kami harus menyelamatkan ibu dan bayi nya secepatnya"


Devano mengambil berkas yg di serahkan Dokter pada nya "Jika Pak Devano setuju untuk mengoperasi Bu Sarah..."


"Lakukan sekarang!" titah Devano dengan tegas.


Para petugas medis pun dengan cepat menyiapkan ruang operasi.


Sementara Devano, ia melorot lemas ke lantai, istri dan anak nya di racuni?


Ketakutan dan kemarahan bercampur menjadi satu, kebengisan dalam diri nya yg selama ini tersembunyi karena adanya Sarah mulai muncul lagi karena bahaya yg di alami Sarah.


Devano segera merogoh ponsel nya, menghubungi Dominic dan berkata dengan penuh amarah "Dom, tangkap Lolly, Bi Eni, Nandini, Airin dan juga Karin. Aku akan membunuh mereka semua!"

__ADS_1


.........


"Ma, Mama sakit?" tanya William khawatir karena sejak tadi Mama nya itu hanya mengaduk ngaduk makanan di depan nya. Tatapan nya kosong, nafas nya terdengar begitu lesu.


"Entahlah, Will. Mama engga selera makan" ucap Venita sambil meletakkan sendok dan garpu nya.


"Jangan begitu, Ma. Nanti jatuh sakit" seru Jason kemudian "Nanti kalau Mama sakit, siapa yg bantuin Sarah merawat bayi nya kalau dia melahirkan? Gadis itu masih kecil dan pasti engga ngerti apa apa soal menjaga bayi" lanjut nya.


"Mama mimpi'in Sarah, Pa..." ucap Venita lagi dengan begitu lirih "Dia memakai baju pengantin dan seperti berada di ujung suatu tempat yg berseberangan dengan Mama kemudian dia menghilang" ucap nya lagi sambil tertunduk. Sementara William yg mendengar itu malah terkekeh.


"Mungkin Mama engga sabar kali pengen mengadakan resepsi buat pernikahan Sarah, pengen liat Sarah dalam balutan baju pengantin yg bagus"


"Tapi ada sebagian orang bilang, kalau mimpi pakek baju pengantin itu pertanda buruk" ujar Venita lagi.


"Sarah baik baik aja kok, Ma. Tadi aku sama William ketemu mereka di rumah sakit, mau memeriksa kandungan nya katanya" jawab Freya.


"Tapi hari ini bukan jadwal nya memeriksa kandungan" ucap Freya semakin khawatir, ia memang tahu dan hafal kapan Sarah harus memeriksa kandungan nya.


"Katanya perut nya sering kram" jawab William "Tapi aku yakin dia akan baik baik saja, Mama jangan khawatir"


"Mama mau kerumah Sarah, engga tenang perasaan Mama" ujar Venita dan ia bahkan sudah berdiri dari kursi nya.


"Besok saja, Ma" seru Jason.


"Engga mau, mau nya sekarang!" tegas Venita "Kalau engga mau di anterin ya sudah, aku mau nyetir sendiri" ucap nya yg membuat Jason menghela nafas berat.


"Ya udah, ayo..." ucap Jason kemudian setelah meneguk air dari gelas nya.


▫️▫️▫️


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2