
Karena kedua orang tuanya sudah sedikit tenang, William memberi tahu apa yg di katakan Helen. Kemungkinan besar Sarah di dorong oleh seseorang, Venita shock mendengar itu karena ia yakin putri nya bukanlah gadis yg bermasalah dengan teman nya. Sementara Jason menjadi sangat marah.
"Akan aku tuntut sekolah itu" desis Jason tajam.
"Ya bukan salah sekolah nya kali, Pa. Kita cari tahu dulu siapa yg dorong Sarah" ujar William.
"Menurut mu siapa yg melakukan ini, Naina?" tanya Venita pada Naina yg masih setia menunggu Sarah sadar.
"Engga tahu, Tante. Aku dan Sarah engga pernah punya masalah dengan siapapun di sekolah" jawab Naina sembari mencoba mengingat sesuatu.
"Apa Sarah sudah di visum? Dengan begitu kita punya bukti kalau ini kasus bullying yg sudah main fisik, untung aja dia cuma cidera sedikit. Kalau sampai geger otak gimana?"ujar Jason yg tampak nya benar-benar marah.
Namun kemarahan Jason seperti nya tak ada apa apa nya di bandingkan kemarahan Devano setelah mendengar hal itu. Awalnya Devano mengira Sarah memang jatuh, dan itu membuat nya sedih. Tapi jika memang dia di jatuhkan dengan sengaja oleh seseorang, maka itu membuat nya sangat marah.
"Pasien sudah sadar..." seru seorang suster yg baru saja keluar dari ruangan Sarah. Devano pun bergegas masuk di ikuti yg lain.
Terlihat Sarah yg sedang berusaha duduk sembari memegang kepala nya, dengan sigap Devano membantu nya.
"Syukurlah kamu sadar juga, Sayang. Kamu engga apa apa? Ada yg masih sakit, hm?" tanya Devano cemas dan tiba tiba Sarah memegang pipi kiri nya "Kenapa? Pipi mu sakit, Sayang?" tanya Devano lagi dan Sarah mengangguk.
"Di tampar rasanya sakit lho, perih" jawab Sarah dan raut wajah nya berubah menjadi kesal "Aku di tampar, Dev. Di tampar sama Karin. Papa Mama aku aja engga pernah nampar aku seumur hidup" ujar Sarah yg membuat Devano marah apalagi mendengar nama Karin.
"Jadi Karin yg melakukan ini?" tanya Naina dan Sarah mengangguk berkali kali.
"Sakit lho, pipi ku perih, panas, ternyata seperti itu rasanya di tampar" gumam Sarah dengan wajah yg cemberut dan mata nya pun memerah.
__ADS_1
"Kamu juga luka, neh kepala mu bocor dan berdarah. Yg kamu masalahin tamparan nya aja?" tanya William tak percaya.
"Ya ini juga sakit, Kak" jawab Sarah sambil mengucek mata nya "Tapi tamparan dia itu bikin aku sakit hati tau engga. Tiba tiba dia datang dan nampar aku"
"Ug, Sayang. Sudah engga apa apa, nanti kita laporkan Karin ke polisi karena sudah bully kamu bahkan sampai main fisik" ujar Venita sembari merengkuh Sarah namun Sarah malah menolak sentuhan Mama nya.
"Its not bullying, Mama. Its revenge" seru Sarah yg membuat semua orang terkejut.
"Revenge?" tanya Devano dan Sarah mengangguk sembari menatap Devano.
"Sarah mau bicara sama Devano berdua" pinta Sarah.
"Apa ini ada hubungannya denganmu, Devano?" tanya William yg juga tampak marah apa lagi ia tak mengerti pokok masalah nya dan Sarah malah mengatakan itu revenge.
"Kak, Please..." pinta Sarah dengan tatapan memohon.
"Kenapa?" tanya Devano lembut setelah di ruangan itu hanya tinggal mereka berdua.
"Kamu yg membuat Karin di keluarkan dari sekolah waktu itu?" tanya Sarah sembari menatap tajam Devano. Devano cukup terkejut mendengar pertanyaan Sarah namun ia tak bermaksud mengelak dan Devano pun mengangguk.
"Iya, anggap saja hukuman karena dia sudah bully kamu dulu" jawab Devano tenang yg membuat Sarah merasa geram.
"Kamu gila, huh? Gimana bisa kamu melakukan hal seperti itu, Dev. Aku benar benar engga nyangka kamu bisa sejahat itu" seru Sarah antara marah, sedih dan kecewa.
"Aku cuma bermaksud ngasih dia hukuman, Sarah" seru Devano yg tak mau di salahkan dan ia yakin sudah melakukan hal benar.
__ADS_1
"Tapi bukan seperti itu caranya, Devano. Its not fair" seru Sarah dengan amarah yg sudah meluap "Dan sekarang apa? Aku yg kena konsekuensi nya" lanjut nya dengan suara rendah dan ia pun terisak, mengingat bagaimana Karin menampar dan mendorong nya "Dia fikir aku yg nyuruh kamu" lirih nya.
"Ssshhtt, maaf, Sayang" lirih Devano dan ia memeluk Sarah namun Sarah mendorong tubuh Devano. Membuat Devano merasa sedih dan juga takut.
Jika Sarah sudah marah seperti ini saat tahu apa yg dia lakukan pada Karin, lalu bagaimana reaksi Sarah nanti jika Devano pernah melakukan hal yg lebih buruk dari itu dan itu pada keluarga Sarah sendiri? memikirkan itu membuat Devano menjadi sangat takut.
"Aku tahu Karin memang jahat, tapi bukan berarti kita juga bisa jahatin dia begitu. Ada hukuman yg lebih pantas tapi buka dengan cara curang" ucap Sarah kemudian ia menarik kemeja Devano dan memeluk nya "sakit tahu engga rasa nya di tampar dan di dorong sampai kepala ku luka. Kamu yg salah aku yg di hukum. Engga adil banget" ungkap nya sambil sesegukan. Sekarang Devano tak tau bagaimana perasaan nya, antara merasa lucu dengan tingkah Sarah, takut kebenaran nya terungkap dan marah pada Karin yg sudah melukai istri nya.
Devano pun hanya bisa mengelus kepala Sarah dengan lembut. "Maaf ya, Sayang" ucap nya.
"Lain kali jangan gitu lagi. Kan ada cara yg lebih baik dan adil, jangan main hakim sendiri" gumam Sarah dengan suara yg teredam kemeja Devano.
"Iya, Sayang" jawab Devano yg merasa di ceramahi "Tapi sekarang kamu engga apa apa, kan? atau masih ada yg sakit? mau aku panggil Dokter?" Sarah menggeleng dan melepaskan pelukan nya.
Devano pun menghapus sisa air mata Sarah dengan jari nya dan ia mengecup sudut mata Sarah "Aku benar benar takut kehilangan kamu, Sarah. Aku takut kamu engga bangun lagi" lirih Devano sedih.
"Ya kalau aku pergi berarti itu salah mu, siapa suruh main hakim sendiri sama orang. Aku kan yg kena pembalasannya" seru Sarah yg sebenarnya hanya ingin bercanda, Sarah faham Devano pasti takut kehilangan satu satu nya yg ia miliki. Namun Devano menanggapi serius apa yg Sarah katakan. Karena jika sampai Sarah tahu apa yg menimpa keluarga nya adalah karena ulah Devano, sudah di pastikan Sarah akan sangat membenci nya dan mungkin akan meninggalkan nya.
Devano langsung memeluk Sarah dengan sangat erat, Sarah pun membalas pelukan Devano "Aku engga apa apa, Dev. Aku baik baik saja" bisik Sarah kemudian.
"Jangan pernah meninggalkan ku, aku mencintai mu"
"Aku juga mencintai mu"
▫️▫️▫️
__ADS_1
Tbc...