
"I think I love him"
"I love him?"
"Do I love him?"
"How and why?"
"Memang nya aku sudah cukup untuk jatuh cinta?"
"Huffff...." hanya itu respon Sarah dan Jacob saat sahabat mereka yg masih tak cukup umur ini merasa jatuh cinta.
"Cinta itu engga kenal 'how and why' Cinta itu ya cinta aja, mau kamu mikir sampek kiamat kurang dua hari juga engga akan dapat tuh jawaban" tutur Naina panjang lebar yg membuat Jacob tertawa geli.
Seperti biasa, jika ada waktu luang mereka akan berkumpul bersama. Dan Sarah menceritakan perasaan nya pada Devano dan betapa manis nya Devano.
"Sabar, Beb. Maklum lah dia baru jatuh cinta" ujar Jacob. Sementara Sarah masih tampak sangat memikirkan Devano sambil senyum senyum seperti orang gila.
"Terus kalau mereka udah sama sama cinta, nanti mereka pasti ehem ehem dong" goda Naina yg langsung mendapatkan cubitan di pinggang nya yg membuat Naina meringis.
"Beb, aku jadi pengen...." rengek Naina pada Jacob yg membuat Jacob langsung menjewernya.
"Nanti, setelah kita menikah. Aku engga mau merusak masa depan kamu" jawab Jacob romantis.
"Em so sweet..." ucap Sarah.
"Ya dong, always" jawab Jacob dan mengecup bibir Naina tanpa malu membuat Sarah langsung menutup mata.
"Pakek tutup mata, kayak engga pernah aja" gumam Naina yg membuat Sarah tersenyum malu malu.
"Oh ya, bagaimana dengan double date ajakan Vino?" tanya Jacob kemudian karena Naina sudah memberi tahu itu.
"Yg pasti Devano engga akan ngizinin. Aku juga engga mau, Vino aneh orang nya. Dulu dia cuek, masak sekarang tiba tiba deketin aku terus"
"Ya udah, abaikan aja kalau gitu atau bilang kamu engga di izinin Papa mu" saran Jacob.
"Your the best, Jackie" ucap Sarah senang.
Setelah membuang waktu dengan hal hal tak berguna, kini mereka memutuskan untuk pulang.
Dan sesampainya di rumah, Devano rupanya sudah pulang dari kantor.
"Dari mana?" tanya Devano dingin karena Sarah pergi di jemput Jacob dan tak mau di antar Aldo dan yg membuat nya marah karena Sarah tidak meminta izin nya.
__ADS_1
"Abis ketemu Jacob sama Naina" jawab Sarah sambil mengulum senyum. Menyadari kini ia mencintai Devano.
"Aku engga suka kamu pergi tanpa izin suami mu, Little girl" ujar Devano sembari mendekati Sarah, mengapit dagu Sarah dan membuat Sarah mendongak menatap nya, Devano menunduk dan mendaratkan ciuman singkat di bibir Sarah membuat hati Sarah semakin tak karuan.
"Ingat itu" lanjut nya dan seperti di hipnotis saja, Sarah mengangguk patuh "Dan satu lagi, sabtu nanti salah satu teman ku mengadakan pesta. Kita akan datang"
"Kita?" tanya Sarah "Tapi emangnya kamu engga takut kalau pernikahan kita ter ekspos?" cicit nya.
"Engga" jawab Devano "Aku juga engga bermaksud menyembunyikan pernikahan kita" tuturnya dengan santai membuat Sarah terdiam dan dalam hati ia merasa senang karena itu artinya Devano memang serius sekarang dengan pernikahan mereka.
..........
Untuk persiapan pesta nya, Devano membawa Sarah ke sebuah butik yg ada di mall untuk mencari gaun.
Sarah mencoba sebuah gaun malam dengan belahan yg cukup rendah di dada nya, gaun itu berwarna hitam dan berbahan sutera. Sarah tahu Devano takkan mengizinkannya tapi entah kenapa ia masih ingin menanyakan pendapat Devano tentang gaun itu, ingin menggoda nya mungkin.
Dengan perasaan yg gugup, Sarah keluar dari ruang ganti dan ia mendapati Devano yg sedang fokus pada ponsel nya.
"Dev..." panggil Sarah yg seketika membuat Devano mendongak dan menatap nya, Devano terpana melihat Sarah dalam balutan gaun seksi itu dan bahkan itu membuat jantung nya berdebar.
"Gimana? Bagus engga? Aku suka gaun ini, kita beli yg ini aja ya" tutur Sarah yg membuat tatapan terpana Devano berubah menjadikannya kilat amarah.
"Berani kamu pakai baju seperti ini, akan ku bakar kulit dada mu itu" ujar Devano yg membuat Sarah langsung bergidik ngeri, apa lagi tak terlihat sama sekali bahwa Devano sedang bercanda. Tentu saja, memang kapan Devano pernah bercanda?
"Cuma suka, Dev" cicit Sarah "Ya udah aku cari yg lain" ujar nya kemudian.
"Gaun putih mengingatkan ku pada gadis kecil yg berani mencium ku dan menyentuh ku disana" bisik Devano sambil melirik ke arah bawah dan seketika Sarah langsung salah tingkah.
"Engga cocok juga ya" gumam nya kemudian ia kembali ke ruang ganti dan kali ini ia mengambil gaun berwarna biru muda dan gaun itu cukup tertutup. Sarah yakin kali ini Devano akan menyukai nya.
"Tunggu, sejak kapan aku peduli apa yg dia suka atau engga?" tanya Sarah pada dirinya sendiri.
"Hem, sejak aku mencintainya kali ya, hehe" ia pun menjawab nya sendiri.
Sarah keluar dari ruang ganti dan Devano pun tampak menyukai gaun itu.
"Habis ini kita kemana lagi?" tanya Sarah setelah Devano membayar belanjaan nya.
"Ke salon, biar kamu tampil cantik malam ini. Kamu kan engga bisa dandan, malu dong kalau Nyonya Lake tampil kayak anak SMA" jawab Devano panjang lebar yg membuat Sarah mencebikan bibir nya. Fakta nya memang dia masih SMA.
Mereka pun berjalan di pusat perbelanjaan itu sambil memperhatikan beberapa toko, dan tiba tiba Devano menarik Sarah ke dalam sebuah toko pakaian olah raga.
"Kenapa kita ke sini?" tanya Sarah.
__ADS_1
"Belanja, mumpung di sini" jawab Devano sembari tatapan nya fokus memperhatikan sebuah poster model yg memakai sport bra yg menampilkan perut seksi nya dan juga celana jeans yg panjangnya hanya sejengkal.
Sebagai seorang istri tentu saja Sarah cemburu kalau suaminya memperhatikan tubuh wanita lain. Tanpa berbicara, Sarah mengambil sport bra dan jeans yg sama kemudian ia pergi ke ruang ganti.
Tak lama kemudian Sarah keluar, ia berdiri di samping gambar wanita itu dan ia berpose yg sama.
Devano yg melihat itu melotot tak percaya apa lagi ketika Sarah menggerling nakal, menggoda nya dan itu membuat Devano tertawa namun dengan cepat ia menarik Sarah kembali ke ruang ganti dan menutup pintu nya.
"Apa apaan itu, Sarah?" jawab Devano pura pura marah, padahal ia suka melihat Sarah seperti ini.
"Ya kamu liatin poster tuh cewek sampai bola mata mu kayak mau keluar" jawab Sarah dan ia kembali ber pose seksi.
"Lebih seksi mana? Istri mu atau model itu, hm?" tanya Sarah sembari menaikan sebelah alis nya membuat Devano terkekeh.
Tanpa aba aba, Devano menyelipkan tangan nya di pinggang Sarah dan langsung menarik tubuh Sarah hingga menyentuh tubuh Devano.
"Istri ku, tentu saja" lirih Devano dan ia mulai meraba pinggang Sarah membuat Sarah menahan nafas dengan jantung yg berdegup. Tangan Devano berjalan menuju perut Sarah dan ia membuat gerakan abstrak disana, membuat Sarah meremang dan menggelinjang merasakan tangan panas Devano di kulit nya secara langsung.
"Halus" bisik Devano tepat di telinga Sarah dan bahkan ia mencium daun telinga nya membuat Sarah merasa geli dan hasrat nya pun bangkit.
"Tentu saja, aku merawatnya. Engga akan kalah halus sama model itu" jawab Sarah yg membuat Devano kembali terkekeh.
Kemudian kedua nya saling menatap dengan begitu intens, Devano sangat suka mata biru Sarah yg seperti lautan dan siap menenggelamkan Devano.
Sementara tangan Devano masih tetap beraksi di kulit Sarah dan Sarah diam saja, bahkan ia menikmati nya dan Devano menyadari hal itu.
"Kau mencintaiku" itu bukan pertanyaan melainkan pernyataan.
Eskspresi wajah Devano berubah menjadi begitu serius dan tatapan nya pun begitu dalam, ia menyadari Sarah juga mencintai nya. Devano bisa melihat nya dari tatapan Sarah dan bahkan Sarah membiarkan dan menikmati sentuhan Devano.
Sementara Sarah hanya diam, ia tak tahu harus menjawab apa namun tatapan nya telah memberi tahu isi hati nya.
Devano menunduk dan ia mengecup kening Sarah cukup lama, Sarah hanya bisa memejamkan mata menikmati ciuman mesra Devano.
Kemudian Devano menyudahi ciuman nya dan ia mendapati Sarah yg masih menutup mata. Devano kembali mengecup kedua kelopak mata Sarah dengan kecupan lembut yg membuat Sarah ingin menangis saking lembut nya ciuman itu.
Ciuman Devano turun pada ujung hidung Sarah, kedua pipi nya dan terkahir bibir nya yg seperti morfin, membuat Devano candu.
"Aku rasa kita harus segera ke salon" bisik Sarah saat Devano menyadahi ciuman nya.
Devano tersenyum dan mengangguk, ia pun keluar dari ruang ganti itu lebih dulu. Sementara Sarah langsung menarik nafas dan menghembuskan nya.
Sarah tersenyum senang dan ya, dia mencintai Devano.
__ADS_1
▫️▫️▫️
Tbc...