
Venita, Jason, William, Freya bahkan Jacob dan Naina sudah berada di rumah sakit untuk menunggu operasi Sarah selesai.
Karena kedatangan mereka lah yg membuat Devano ingin pergi dari rumah sakit dan menghajar orang yg ia curigai. Dan sampai saat ini, hanya William, Helen dan Freya yg tahu bahwa Sarah di racuni. Karena mereka harus merahasiakan hal itu dari Venita.
"Lama sekali operasi nya" ucap Venita sambih mondar mandir "Dan pergi kemana Devano? Seharusnya dia di sini"
"Dia cuman pulang sebentar, Ma" jawab William.
Tadi, Devano sempat memperhatikan rekaman cctv saat Dominic mengintrogasi ketiga pelayan di rumah nya. Devano memperhatikan mereka dengan seksama, dan dari respon dan reaksi mereka, Devano menaruh kecurigaan berat pada Lolly.
Apa lagi saat Dominic memberi tahu bahwa Sarah di racuni, hanya Lolly yg terlihat tidak terkejut. Karena itu lah Devano segera pergi kerumah nya setelah William dan Freya datang. Devano tidak sabar ingin membunuh mereka semua, yg telah dengan begitu lancang ingin menghabisi istri dan anak nya.
"Semoga Sarah baik baik saja..." gumam Naina, Jacob menggenggam tangan Naina yg terasa begitu dingin karena saat mendengar bahwa sahabat nya itu di operasi, Naina sangat terkejut dan sangat khawatir. Bahkan sampai sekarang ia masih merasa panas dingin menunggu operas Sarah.
" Aamiin, Tante Venita juga sangat khawatir" gumam Jacob yg merasa tak tega melihat Venita begitu.
.........
Perlahan Lolly membuka matanya yg terasa berat, seluruh tubuhnya terasa begitu perih dan sakit. Ia bahkan merasa tak sanggup bergerak sedikitpun.
Saat Lolly berhasil membuka mata, ia tak bisa melihat apapun. Semua nya begitu gelap, dan tubuhnya terikat.
"Tolong...." teriak Lolly dengan suara nya yg begitu serak.
__ADS_1
Dan seketika lampu menyala, Lolly langsung begitu ketakutan melihat Devano yg duduk di kursi di depan nya. Tatapan nya masih sama seperti saat memukuli Lolly, begitu garang, ganas, seperti singa liar yg siap membunuh musuh.
"Aku tahu kamu yg meracuni Sarah" desis Devano sambil memainkan pistol di tangan nya, Lolly menoleh ke sekitar, berharap ia bisa lari atau bisa meminta bantuan. Tapi Lolly tidak tahu ada dimana, tempat itu begitu sempit dan hanya ada satu lampu disana "Aku tidak akan membunuh mu sampai kamu mengaku 'kenapa'" tutur Devano.
"Tuan, saya tidak melakukan nya. Mungkin Nandini.... " ucap Lolly sambil menangis.
"Dia sudah mati..." ucap Devano yg membuat Lolly terkejut. Devano mengeluarkan ponsel nya, dan menunjukkan rekaman cctv sebelumnya saat Devano memerintahkan Nandini untuk meminum racun itu.
Lolly melotot terkejut saat melihat Nandini meminum nya, dan setelah itu Nandini langsung terkapar ke lantai.
"Nandini bahkan tidak tahu itu racun, atau mungkin dia tahu itu racun tapi untuk membuktikan dia tidak salah, dia meminum nya" ucap Devano. Lolly kembali menangis, ia menunduk dalam "Sarah sangat menyayangi mu, Lolly. Dia menganggap mu teman, dia bahkan mengkhawatirkan kesehatan mu dan takut kamu kelelahan dalam melayani nya karena itu lah dia meminta pekerja baru untuk meringankan beban kerja mu. Dan ini balasan nya, Sialan?" bentak Devano sambil bangkit berdiri dan menendang kursi yg ia duduki tadi. Ia benar benar tidak bisa mengontrol diri nya saat ini.
"Kamu melakukan nya atas keinginan mu sendiri atau ada yg memaksa mu? Katakan setidak nya sebelum aku patahkan tulang tulang mu itu!!!"
"Istri dan anak ku dalam bahaya karena ulah mu, bagaimana bisa kamu menjadi pembunuh? Bahkan bayi kami belum lahir, kamu sudah meracuni nya!!!"
"Saya terpaksa..." ucap Lolly kemudian, tangs nya semakin menjadi. Devano yg mendengar itu langsung kembali menarik kursi nya dan duduk di depan Lolly.
"Karin yg memaksa mu? Dimana wanita itu?" tanya Devano dan Lolly menggeleng.
"Saya tidak tahu, Tuan..."
Terdengar suara ceklekan dari pistol Devano, membuat Lolly langsung mendongak "Demi tuhan saya tidak tahu, Tuan Devano..." teriak Lolly histeris.
__ADS_1
Devano sudah hendak menari pelatuk nya namun dering ponsel nya menghentikan hal itu. Dengan cepat Devano menjawab panggilan yg ternyata dari William.
"Bagaiamana Sarah? Bagaimana bayi ku?" tanya Devano dengan sangat panik.
"Kerumah sakit sekarang!"
...... ...
Sementara itu, Karin dan Airin ada di sebuah rumah yang ada di belakang rumah sakit jiwa tempat Margaret di rawat dulu.
Karin terus memeriksa ponsel nya dan menunggu kabar dari seseorang, namun ia tak mendapatkan apapun.
"Belum ada kabar dari Lolly?" tanya Airin dan Karin menggeleng "Mungkin dia sibuk kerja kali" ujar nya kemudian.
"Ya semoga saja, aku harap dia segera menyelesaikan tugasnya"
"Bagaiamana kalau ketahuan?" tanya Airin takut.
"Sudah pasti akan ketahuan, baik Devano maupun keluarga Sarah adalah orang orang yg cerdas. Jika bayi Sarah tiba tiba mati, tentu mereka akan melakukan segala cara untuk mengetahui apa yg sebenarnya terjadi. Apa lagi selama ini mereka sudah mencurigai kita"
"Terus gimana dong? Aku engga mau masuk penjara lagi"
"Tenang aja, habis ini kita bisa kabur ke luar negeri"
__ADS_1
.