Married By Challenge

Married By Challenge
Part 135


__ADS_3

Helen mengerang lirih saat merasakan sentuhan di pundak nya yg tak terututupi selimut, kini sentuhan itu semakin menjadi, bahkan Helen merasakan sesuatu yg hangat dan basah.


"Juan..." erang Helen sedikit kesal "Tidur gih, besok aku ada jadwal pagi di rumah sakit lho" gerutu Helen kesal.


"Sayang, ini tuh malam pernikahan kita. Seharusnya besok kamu cuti, sebulan ke depan kalau perlu" ujar Juan masih melanjutkan aksi nya. Kini ia menarik turun selimut Helen hingga memamerkan tubuh atas Helen yg begitu polos dan lembur, Juan mengerang. Hanya dengan melihat tubuh Helen saja sudah membuat ia sulit mengontrol diri.


"No..." seru Helen saat Juan menunduk, hendak mengecup sesuatu yg begitu menggairahkan tergantung di sana "Kita baru tidur satu jam" gerutu Helen sambil menarik kembali selimut nya.


"Nama nya juga pengantin baru, engga tidur semalaman itu biasa, Sayang"


"Uff...." Helen langsung duduk, ia menyalakan lampu di samping ranjang nya "Salah sendiri, nikah dadakan. Cincin pernikahan engga ada, gaun pengantin juga engga ada. Engga ada sesi foto preweddin. Terus malam nya nagih malam pertama semalaman, kamu tuh egois banget sih" gelak tawa Juan pecah mendengar segala gerutuan istri dadakan nya itu.


"Ya maaf, siapa suruh kamu tunangan..."


"Siapa suruh kamu ninggalin aku..."


Juan meringis mendengar itu "Ya udah, nanti aku akan bikin pesta pernikahan yg paling mewah, kita undang presiden sekalian" Helen terkekeh. Ia mengecup gemas ujung hidung Juan.


"Kamu...benaran engga akan selingkuh kan?" tanya Helen kemudian dengan suara lirih. Karena jujur saja ia tak sepenuhnya percaya pada Juan.


Juan tersenyum, ia menggenggam tangan Helen dan mengecup nya dengan mesra "Aku melihat bagaimana hancur nya Papa saat Mama selingkuh, dan aku engga akan biarin kamu hancur seperti itu. Dan aku tahu rasanya hidup sebagai anak broken home, dan aku engga akan biarin anak anak kita seperti aku..." tutur Juan sambil menatap Helen lekat lekat, hal itu membuat Helen terenyuh "Dan mungkin sebelum nya aku memang brengsek, tapi itu dulu saat aku belum menemukan tujuan hidup ku. Saat aku belum memiliki rumah yg sesungguhnya, tapi sekarang aku sudah memiliki tujuan dalam hidup ku, yaitu kamu. Dan aku sudah pulang kerumah sejati ku, yaitu pernikahan kita dan keluarga kecil kita. Jadi aku engga akan berkeliaran nakal di luar sana"


Helen meneteskan air mata nya tanpa sengaja, ia terharu mendengar ungkapan hati Juan. Juan menghapus air mata Helen dengan ciuman lembut nya "Kamu mudah sekali menangis, Sayang" lirih Juan karena memang itu sebuah fakta. Helen begitu sensitif, ia mudah menangis karena sedih atau pun karena bahagia. Helen adalah wanita yg sangat lembut.

__ADS_1


"Emm... Kamu sama Naina pernah...." lirih Helen kemudian, Juan tahu kemana arah pembicaraan itu dan ia dengan cepat menggeleng.


"Dia milik Jacob, dan akan selalu milik Jacob. Mereka pasangan yg luar biasa, apa lagi Jacob adalah pria yang sangat baik, dia cerdas, teliti dalam segala hal, tidak mudah emosi, berfikir positif, pokoknya dia benar benar pria yg sangat baik. Orang tua nya pasti sangat bangga memiliki putra seperti dia... "


"Dia engga punya orang tua..." sela Helen dan ia terlihat sedih "Dia tumbuh di jalanan, tapi seperti yg kamu bilang, dia cerdas, karena itulah dia bisa mengubah hidupnya menjadi seperti sekarang"


.........


"Hai..." William tersenyum kikuk melihat gadis mungil di depannya ini, sementara gadis itu tersenyum lebar, menampakan sederetan gigi nya yg sedikit tidak rapi "Kita belum berkenalan secara resmi, nama ku Caitlin Lake, biasa di panggil Catty..." gadis yg mengaku Catty itu mengulurkan tangan nya dan dengan malu malu William menyambut nya. Catty terkekeh melihat respon William.


Kemudian tiba tiba seorang gadis kecil berlari kr arah William dan langsung memeluk kaki William "Putri mu benar benar mungil dan manis, siapa nama nya?" tanya Catty, kemudian ia membungkuk dan mengulurkan tangan nya pada gadis kecil itu "Siapa nama mu, Manis?" tanya Catty.


"Caitlin Fergueson..." jawab gadis itu dengan suara cempreng nya. Ia juga menerima uluran tangan Catty, Catty tersenyum saat merasakan tangan kecil itu berada di genggam nya.


"Wah, nama kita sama..." ujar Catty sambil terkekeh, sementara gadis kecil itu terkikik geli, mata nya besar nya berbinar dengan sangat indah.


"Sayang..." Devano mengelus pipi Sarah yg masih tertidur dengan begitu pulas.


"Hmmm" Sarah menggeliat malas, perlahan ia membuka mata nya dan ia mendapati Devano yg sudah sangat rapi dengan setelan jas nya.


"Aku mau ke kantor, Sayang. Kamu tidur aja kalau masih ngantuk..." ucap Devano dan ia duduk di tepi ranjang, merapikan rambut Sarah yg berantakan di wajahnya.


"Se pagi ini?" tanya Sarah sambil melirik jam dinding yg menunjukkan baru setengah 9.

__ADS_1


"Iya, ada meeting nanti dan aku belum mempelajari berkas nya..." jawab Devano. Sarah mengangguk mengerti.


Devano mengecup kening Sarah, turun ke hidung dan kemudian Kedua pipi tembem nya. Dan kecupan itu berhenti di bibir Sarah.


"Daddy kerja dulu ya, Sayang. Jangan ngerepotin Mommy ya, Nak. Nanti sore Daddy pulang..." bisik Devano di depan Sarah dan seketika Sarah memekik saat merasakan ada pergerakan di dalam perut nya.


"Baby Neo nendang, Devano..." seru Sarah senang.


"Oh ya?" tanya Devano tak kalah senang nya, Sarah membawa tangan Devano ke sisi perut nya "Mana?" tanya Devano karena ia tak merasakan apapun.


"Tunggu dulu, pegang sini, dia gerak di sini..." dan seketika Devano tersenyum lebar, ia merasakan pergerakan di perut istrinya itu.


"Mungkin dia menggeliat karena baru bangun tidur" ujar Devano yg membuat Sarah tertawa "Anak Daddy baru bangun ya? Sekarang bobo lagi aja ya, Sayang. Mommy juga harus bobo kalau masih mengantuk. Tapi jangan lupa sarapan, ya..."


Sarah mengangguk, Devano mengecup perut Sarah sambil pamit untuk berangkat kerja. Walaupun wajahnya tampak enggan meninggalkan Sarah, Devano ingin selalu bersama Sarah dan merasakan setiap pergerakan bayi nya itu.


" Aku akan cepat pulang hari ini..." ucap Devano dan Sarah mengangguk.


"Hati hati ya..."


"Iya, Sayang. I Love you..." Devano sekali lagi mengecup pelipis istrinya itu.


"We love you..."

__ADS_1


▫️▫️▫️


Tbc...


__ADS_2