Married By Challenge

Married By Challenge
Part 168


__ADS_3

Devano membuka pintu yg ada di depan nya dan seketika ia melihat tiga wanita tak berdaya di depan nya menatap takut pada nya. Devano berjalan dengan langkah tegas, tatapan tajam seperti singa yg siap menerkam mangsa nya, sementara pistol kini sudah siap digunakan untuk meledakan kepala ketiga wanita itu.


Devano melepas lakban yg menutupi mulut Karin dengan sangat kasar, membuat Karin meringis kesakitan.


Dan kemudian Devano mendarat kan tamparan yg sangat keras dipipi Karin, bahkan membuat sudut bibir nya berdarah. Karin hanya bisa meringis kesakitan dengan mata yg mulai berkaca kaca.


"Aku tidak ada waktu untuk permainan ini..." desis Devano tajam dan ia langsung menodongkan pistol tepat di mata kiri Karin, membuat Karin ketekautan bahn hingga menahan nafas. Airin dan Lolly yg melihat itu hanya bisa menangis dan mereka tahu mereka tidak punya sedikitpun kekuatan untuk melawan "aku kesini hanya untuk mengakhiri hidup kalian, dan setelah itu aku bisa melanjutkan hidup ku dan Sarah juga putra kami"


Dari tatapan Devano, terlihat jelas hasrat nya unyuk membunuh mereka saat ini. Namun Saat Devano hendak menarik pelatuk nya, tiba tiba sebuah tangan memegag lengan Devano, dan saat Devano menoleh....


"Papa?" lirih Devano yg melihat Jason sudah berisi di samping nya. Jason langsung menarik pistol dari tangan Devano.


"Jangan bodoh, Dev!" seru jason dengan tegas.

__ADS_1


"Tapi, Pa... Mereka meracun Sarah dan ingin membunuh Sarah dan baby Neo" tukas Devano marah.


"Papa tahu, Nak. William sudah menceritakan semua nya" ucap Jason berusaha berbicara dengan lembut kepada Devano "Tapi bukan begini cara menghukum mereka, jika kamu membunuh mereka saat ini, maka yg keluarga mereka dan dunia tahu bahwa seorang Devano telah membunuh tiga wanita tak berdaya"


"Mereka pantas mati" desis Devano dengan tatapan berapi.


"Mereka pantas di hukum, dengan segala bukti dan saksi" tukas Jason dengan cepat "Dan biarkan keluarga mereka dan dunia tahu, kejahatan apa yg sudah mereka lakukan dan hukuman apa yg pantas mereka terima"


"Dev..." Jason menyela dengan cepat, ia memegang pundak Devano dengan kuat "Engga semua masalah harus di selesaikan dengan cara kekerasan apa lagi sampai membunuh, Dev. Jangan mengikuti amarah mu karena amarah hanya akan menimbulkan masalah baru. Bukankah masalah ini muncul karena kamu sendiri yg memulai nya? bukankah masalah ini muncul karena kamu mengikuti amarah mu pada keluarga kami? amarah itu membuat mu bodoh dan buta, Dev. Dan lihat hasil dari amarah mu dulu? Nyawa istri dan anak mu hampir saja melayang"


Mendengarkan perkataan ayah mertua nya dengan seksama, Devano hanya bisa menunduk dan hati kecil nya membenarkan apa yg di katakan sang ayah mertua.


"Dan mereka juga punya keluarga, Dev. Jika kamu membunuh mereka dengan keji, tidak menutup kemungkinan keluarga mereka juga akan balas dendam. Lalu kapan rantai bas dendam ini akan selesai?" lanjut Jason.

__ADS_1


"Aku bukan nya tidak marah, Devano...." Jason menatap ketiga wanita itu juga dengan amarah "Aku sangat marah, aku seorang ayah yg membesarkan anak nya dengan susah payah, istri ku melahirkan Sarah dengan taruhan nyawa, memberi nya minum dengan darah nya, merawat nya penuh kasih sayang siang dan malam tanpa henti. Tapi mereka ini malah berencana ingin merenggut nyawa putri ku dengan begitu kejam. Aku sangat marah, aku ingin membakar mereka hidup hidup, aku ingin mencabik mencabik tubuh mereka dan melemparkan tubuh mereka ke anjing liar biar menjadi santapan anjing liar itu" tukas Jason sambil menggertakan gigi nya, ia mengepalkan tangan nya kuat kuat, mencoba menahan amarah yg membakar jiwa nya saat ini. Sementara ketiga wanita itu yg mendengar ucapan Jason langsung bergidik ngeri bahkan ingin muntah.


"Tapi kita hidup dengan hukum, kita tidak bisa main hakim sendiri, jika tidak, maka tidak ada beda nya antara kita dan para penjahat ini. Jdi, kumpulkan semua bukti dan saksi untuk menyeret mereka ke pengadilan dan tuntut mereka dengan hukuman yg seberat mungkin. Karena bukan hanya satu nyawa, melainkan dua nyawa yg mereka ancam"


Devano masih setia membisu, antara setuju dan tidak setuju dengan ucapan Jason.


"Percayalah, Devano. Sarah pasti menginginkan hal yg sama" bujuk Jason lagi karena ia masih bisa melihat amarah yg membuncah di mata Devano. Jason setengah menarik paksa Devano keluar dari sana, karena Jason takut Devano masih tak bisa mengendalikan amarah nya dan benar benar menghabisi tiga wanita itu.


"Dominic!" seru Jason dan dengan cepat Dominic dan juga Aldo menghampiri Jason.


"Iya, Tuan?"


"Bawa ketiga gadis itu ke kantor polisi, kumpulkan semua bukti dan saksi. Biar huum yg menghukum mereka.

__ADS_1


__ADS_2